/IMPLEMENTASI SLI : PENGENALAN TEKNOLOGI RUMAH PRISMA BAGI PETAMBAK GARAM DI LOMBOK TIMUR

IMPLEMENTASI SLI : PENGENALAN TEKNOLOGI RUMAH PRISMA BAGI PETAMBAK GARAM DI LOMBOK TIMUR

Kelangkaan garam seperti yang terjadi saat ini merupakan salah satu dampak nyata dari perubahan iklim. KONSEPSI dengan dukungan Islamic Relief melaksanakan sekolah lapang iklim berbasis gender bagi komunitas petambak garam di Lombok Timur.

Tujuan diselenggarakannya sekolah lapang iklim di komunitas petambak garam ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terutama petambak garam mengenai cuaca, iklim dan teknik dari pembuatan garam agar menghasilkan garam yang baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Oleh sebab itu KONSEPSI melibatkan BMKG Stasun Klimatologi Kediri dalam hal pemahaman cuaca dan iklim.

Dalam upaya menghadapi perubahan iklim, petambak garam harus memiliki terobosan dan mencari solusi agar produksi garam terutama di Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur dapat terus berproduksi di segala musim dengan menghasilkan kualitas garam yang lebih baik dari sebelumnya. Salah satu cara adalah dengan memperkenalkan rumah garam prisma.

Menurut penemu dan pengembang rumah prisma, Arifin Jamian, inovasi bagi petambak garam dengan menggunakan rumah prisma ini tidak terpengaruh iklim, sehingga dapat berproduksi sepanjang tahun dengan kualitas garam yang sangat baik. Pada prinsipnya rumah prisma bekerja dengan menggunakan teknologi pemanfaatan air tua yang tidak terpakai menjelang musim hujan, dikumpulkan dalam rumah prisma yang disebut bunker kemudian akan dialirkan ke rumah prisma lain yang disebut meja produksi untuk menghasilkan garam. Rumah Prisma Garam ini diharapkan mampu menjadi project pilot bagi petambak garam baik yang berada di Desa Pemongkong Lombok Timur maupun wilayah petambak garam lainnya di NTB.