/SOSIALISASI PROGRAM MODEL PENGURANGAN RESIKO BENCANA (PRB) BERBASIS KOMUNITAS UNTUK MEWUJUDKAN MATA PENCAHARIAN BERKELANJUTAN

SOSIALISASI PROGRAM MODEL PENGURANGAN RESIKO BENCANA (PRB) BERBASIS KOMUNITAS UNTUK MEWUJUDKAN MATA PENCAHARIAN BERKELANJUTAN

Pelaksanaan Sosialisasi Pengurangan Resiko Bencana (PRB) yang diinisiasi oleh Konsosrium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) kerjasama dengan Caritas Germany dilakukan di 4 (empat) desa terdiri dari: Desa Akar-Akar, Kabupaten Lombok Utara; Desa Gelangsar, Kabupaten Lombok Barat; Desa Aik Berik, Kabupaten Lombok Tengah, dan Desa Obel-Obel, Kabupaten Lombok Timur. Rangkaian kegiatan tersebut di mulai dari tanggal 09 Desember sampai 13 Desember 2019 dengan melibatkan semua stakeholders di level desa, kecamatan, dan BPBD Kabupaten.

Proses sosialisasi dilakukan melalui diskusi interaktif yang bertujuan untuk membangun kesadaran dan kesepahaman bersama antara KONSEPSI dengan seluruh pemangku kepentingan di level desa terkait dengan pelaksanaan program pengurangan resiko bencana di tingkat desa. Selain itu, kegiatan sosialisasi tersebut sebagai upaya untuk mengidentifikasi potensi dan peluang pengembangan model pengurangan resiko bencana yang sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat desa.

Project Manager (PM) Program PRB, Hairul Anwar selaku Pemateri dalam Sosialisasi mengatakan bahwa “Isu bencana ini harus menjadi tanggungjawab kita bersama, sehingga tujuan besar dari program ini adalah meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat terhadap potensi bencana serta mendorong pemerintah desa untuk mengintegrasikan isu-isu PRB kedalam perencanaan dan penganggaran program dari dana desa” ujarnya.

Desa yang terpilih terseut kedepannya akan dijadikan sebagai pilot project untuk Pengembangan Model Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Komunitas Untuk Mewujudkan Mata Pencaharian Berkelanjutan. Guna mendukung pelaksanaan program tersebut, KONSEPSI akan melakukan proses rekrutmen fasilitator di masing-masing desa yang nantinya akan diberikan pelatihan untuk peningkatan kapasitas tentang kebencanaan. Fasilitator desa ini kemudian akan menjadi aktor utama dalam mengatasi persoalan kebencanaan melalui Tim Siaga Bencana Desa (TSBD). Selain itu, KONSEPSI juga mendorong pemerintah desa untuk membuat dokumen kebijakan berupa Peraturan Desa (Perdes) tentang Pengurangan Resiko Bencana sebagai bentuk legitimasi dan komitmen mereka dalam mengatasi isu-isu kebencanaan.

Sementara itu dalam kegiatan sosialisasi yang terpisah, Sahdan selaku Sekretaris Desa Aik Berik dalam sambutannya mengatakan bahwa “Kami sangat mengapresiasi program yang dilakukan oleh KONSEPSI karena mengingat desa kami cukup rentan terjadinya bencana. Semoga melalui program ini dapat menjadi upaya kita bersama dalam membangun masyarakat yang tangguh bencana”, ujarnya.