PROFIL

Sejarah

Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) didirikan pada 21 April 2001  di Mataram Nusa Tenggara Barat.  Para pendirinya  berasal dari berbagai latar belakang dan profesi antara lain masyarakat pengelola kawasan hutan, akademisi, legislatif, pengusaha, praktisi, NGO, dan wartawan. KONSEPSI didirikan sebagai respon atas dinamika masyarakat dan berbagai masalah pembangunan khususnya dalam pengelolaan sumberdaya alam dan  lingkungan, khususnya terkait dengan isu-isu kemiskinan, ketidakadilan, demokrasi, peran serta/partisipasi masyarakat , masalah lingkungan dan kelestarian sumberdaya alam, serta pembangunan berkelanjutan. 

Pendirian KONSEPSI dimotivasi pula untuk meneruskan mandat LP3ES NTB yang sebelumnya telah bekerja di NTB  sejak tahun 1983 dan rupakan cabang dari LP3ES Jakarta. Dari pengalaman dan hasil-hasil yang telah dicapai di NTB serta dukungan dari oleh LP3ES Jakarta, memberikan motivasi kepada para pendiri KONSEPSI untuk meneruskan semangat dan misi dalam pembangunan masyarakat, memperkuat dan mengembangkan pengelolaan sumberdaya alam kawasan berbasis masyarakat, serta mendukung terselenggaranya pembangunan berkelanjutan yang berkeadilan dan demokratis. 


Visi Misi

“Menjadi Pusat Keunggulan Bagi Transformasi Sosial yang Berkeadilan” Untuk mencapai visi tersebut KONSEPSI merumuskan misi organisasi sebagai berikut:

1. Memantapkan nilai-nilai demokrasi dengan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap orang untuk berpartisipasi aktif dalam    tata kelola sumberdaya pembangunan tanpa pembedaan suku, warna kulit, ras, jenis kelamin/gender, agama dan keturunan;

2. Memperkuat inisiasi-inisiasi dan praktik-praktik cerdas pengelolaan sumberdaya pembangunan berkelanjutan berbasis pada kemampuan lokal dengan menekankan pada aspek-aspek pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkeadilan sosial;

3. Mendorong lahirnya kebijakan-kebijakan pembangunan lebih pro pada kepentingan rakyat dengan tetap memperhatikan daya dukung lingkungan untuk menjamin keamanan dan kepastian sumber-sumber penghidupan khususnya masyarakat miskin dan kelompok rentan lainnya baik laki-laki maupun perempuan;

4. Mengembangkan jaringan dan aliansi strategis dengan berbagai komponen terutama pihak-pihak/lembaga yang memiliki visi dan misi sejalan dengan KONSEPSI dalam kerangka penguatan tata kelola sumberdaya pembangunan secara lestari, berkelanjutan dan berkeadilan;

5. Memperkuat kapasitas dan profesionalitas sumberdaya kelembagaan menuju tercapainya visi, misi dan tujuan KONSEPSI;