Emergency Respon Bencana Gempa Bumi Lombok Timur

Studi Prevalensi Stunting, Status Gizi dan Praktek Diet Rumah Tangga Di 10 desa Kabupaten Lombok Timur
23 July 2018
Kaukus Perempuan POWER UP Peduli Bencana Gempa Lombok Timur dan Lombok Utara
2 August 2018

Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) melalui Emergency Respons Teamnya bersama dengan Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) di Desa Belanting Kec. Belanting, Desa Sembalun Lawang, Desa Sembalun Bumbung dan Desa Sajang Kec. Sembalun langsung merespon kejadian bencana gempa bumi yang terjadi pada Minggu 29 Juli 2018 Pukul 06.45 yang terjadi di Lombok Timur. Dampak terparah dialami oleh desa – desa di Kecamatan Sambelia dan Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur.

Tim Siaga Bencana Desa hasil bentukan Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) dengan dukungan OXFAM melalui Program Building Distric Resilience pada tahun 2010 – 2015 ini masih memiliki kemampuan dan kapasitas yang memadai. Dengan sigap, mereka melakukan pendataan korban gempa, membuat dapur umum dan tempat pengungsian.

Emergency Respons Team KONSEPSI bersama dengan Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) di desa – desa terdampak gempa, selain melakukan pendataan korban gempa khususnya bayi dan balita, ibu hamil, lansia serta difabel juga berkoordinasi dengan aparat setempat untuk penyaluran bantuan. Salah satunya bantuan yang dating dari OXFAM. OXFAM juga berencana mendatang kan peralatan penjernih air minum (sky hidrant) yang akan ditempatkan di salah satu desa terdampak bencana di Lombok Timur. Peralatan ini diharapkan dapat membantu dalam pengadaan air bersih dan air minum yang sangat dibutuhkan oleh para pengungsi di lokasi bencana.

Gempa yang terjadi pada minggu 29 Juli 2018 berkekuatan 6,4 SR pada kedalaman 24 Km. Gempa tersebut berlokasi di 8,4 LS – 116,5 BT, 47 K marah Timur Laut Kota Mataram serta diikuti 203 gempa susulan dengan magnitude terbesar 5,7 SR dan terkecil 2,1 SR. Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust). Gempa bumi dipicu deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault). Guncangan gempa dirasakan di Lombok Timur, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Barat, Mataram hingga Sumbawa dan Bima bahkan dirasakan juga di Bali.

Berdasarkan data terakhir dari BPBD NTB pada 30 Juli 2018 korban meninggal akibat gempa di Lombok Timur mencapai 17 orang,  142 orang luka berat dan ringan serta kurang lebih 1000 bangunan rusak berat, sedang dan ringan. Sementara menurut Kepala Dinas Kesehatan NTB, gempa yang terjadi pada hari minggu 29 Juli 2018, berdasarkan data sementara berdampak kepada kurang lebih 500 KK di lokasi kejadian.

 

#PRAYFORLOMBOK#ERTKONSEPSI#TSBD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *