{"id":14351,"date":"2025-05-09T12:25:58","date_gmt":"2025-05-09T04:25:58","guid":{"rendered":"https:\/\/konsepsi.org\/?p=14351"},"modified":"2025-05-09T12:26:02","modified_gmt":"2025-05-09T04:26:02","slug":"ntb-dorong-integrasi-ketahanan-iklim-dalam-dokumen-perencanaan-daerah","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/konsepsi.org\/en\/ntb-dorong-integrasi-ketahanan-iklim-dalam-dokumen-perencanaan-daerah\/","title":{"rendered":"NTB Dorong Integrasi Ketahanan Iklim dalam Dokumen Perencanaan Daerah"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">8 Mei 2025. Kementerian PPN\/Bappenas bersama mitra daerah, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil menggelar diskusi nasional bertajuk \u201cPembangunan Berketahanan Iklim (PBI) dalam Perencanaan Pembangunan Nasional\u201d melalui platform Zoom Meeting.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Diskusi ini merupakan bagian dari fase kedua Low Carbon Development Initiative (LCDI) yang bertujuan untuk menyelaraskan kebijakan nasional dan daerah dalam menghadapi perubahan iklim. Provinsi NTB menjadi salah satu dari empat provinsi prioritas program ini, bersama dengan Bengkulu, Sumatera Utara, dan Maluku.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam paparannya, Irfan Yananto dari Bappenas menjelaskan bahwa dokumen PBI telah diluncurkan sejak 2021 dan saat ini tengah diperbarui. Dokumen ini menjadi acuan utama dalam menyusun strategi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, khususnya pada empat sektor prioritas: pesisir dan kelautan, air, pertanian, dan kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">NTB melalui Bappeda dan didampingi oleh KONSEPSI sebagai mitra lokal LCDI menyampaikan kesiapan menyusun dokumen PRKBI NTB versi revisi. Direktur KONSEPSI, Dr. Moh. Taqiuddin, menegaskan pentingnya transparansi data lokasi prioritas dan metodologi perhitungan kerugian ekonomi untuk memastikan dokumen PRKBI benar-benar mencerminkan tantangan lokal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Diskusi juga menyoroti pentingnya prinsip GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion) serta perlunya mengintegrasikan potensi kerugian ekonomi dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJMD) dan dokumen lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan ini menegaskan urgensi kolaborasi lintas level dan aktor dalam menyusun kebijakan iklim yang lebih terarah, berbasis data, dan inklusif. NTB berkomitmen menjadikan dokumen PRKBI sebagai instrumen strategis untuk mendukung pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim yang adil dan partisipatif.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>8 Mei 2025. Kementerian PPN\/Bappenas bersama mitra daerah, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil menggelar diskusi nasional bertajuk \u201cPembangunan Berketahanan Iklim (PBI) dalam Perencanaan Pembangunan Nasional\u201d melalui platform Zoom Meeting. Diskusi ini merupakan bagian dari fase kedua Low Carbon Development Initiative (LCDI) yang bertujuan untuk menyelaraskan kebijakan nasional dan daerah dalam menghadapi perubahan iklim. Provinsi NTB menjadi salah satu dari empat provinsi prioritas program ini, bersama dengan Bengkulu, Sumatera Utara, dan Maluku. Dalam paparannya, Irfan Yananto dari Bappenas menjelaskan bahwa dokumen PBI telah diluncurkan sejak 2021 dan saat ini tengah diperbarui. Dokumen ini menjadi acuan utama dalam menyusun strategi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, khususnya pada empat sektor prioritas: pesisir dan kelautan, air, pertanian, dan kesehatan. NTB melalui Bappeda dan didampingi oleh KONSEPSI sebagai mitra lokal LCDI menyampaikan kesiapan menyusun dokumen PRKBI NTB versi revisi. Direktur KONSEPSI, Dr. Moh. Taqiuddin, menegaskan pentingnya transparansi data lokasi prioritas dan metodologi perhitungan kerugian ekonomi untuk memastikan dokumen PRKBI benar-benar mencerminkan tantangan lokal. Diskusi juga menyoroti pentingnya prinsip GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion) serta perlunya mengintegrasikan potensi kerugian ekonomi dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJMD) dan dokumen lainnya. Kegiatan ini menegaskan urgensi kolaborasi lintas level dan aktor dalam menyusun kebijakan iklim yang lebih terarah, berbasis data, dan inklusif. NTB berkomitmen menjadikan dokumen PRKBI sebagai instrumen strategis untuk mendukung pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim yang adil dan partisipatif.<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":14348,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,140,145],"tags":[],"class_list":["post-14351","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-gedsi","category-low_carbon_development_indonesia_lcdi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>NTB Dorong Integrasi Ketahanan Iklim dalam Dokumen Perencanaan Daerah - KONSEPSI<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/konsepsi.org\/en\/ntb-dorong-integrasi-ketahanan-iklim-dalam-dokumen-perencanaan-daerah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"NTB Dorong Integrasi Ketahanan Iklim dalam Dokumen Perencanaan Daerah - KONSEPSI\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"8 Mei 2025. Kementerian PPN\/Bappenas bersama mitra daerah, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil menggelar diskusi nasional bertajuk \u201cPembangunan Berketahanan Iklim (PBI) dalam Perencanaan Pembangunan Nasional\u201d melalui platform Zoom Meeting. Diskusi ini merupakan bagian dari fase kedua Low Carbon Development Initiative (LCDI) yang bertujuan untuk menyelaraskan kebijakan nasional dan daerah dalam menghadapi perubahan iklim. Provinsi NTB menjadi salah satu dari empat provinsi prioritas program ini, bersama dengan Bengkulu, Sumatera Utara, dan Maluku. Dalam paparannya, Irfan Yananto dari Bappenas menjelaskan bahwa dokumen PBI telah diluncurkan sejak 2021 dan saat ini tengah diperbarui. Dokumen ini menjadi acuan utama dalam menyusun strategi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, khususnya pada empat sektor prioritas: pesisir dan kelautan, air, pertanian, dan kesehatan. NTB melalui Bappeda dan didampingi oleh KONSEPSI sebagai mitra lokal LCDI menyampaikan kesiapan menyusun dokumen PRKBI NTB versi revisi. Direktur KONSEPSI, Dr. Moh. Taqiuddin, menegaskan pentingnya transparansi data lokasi prioritas dan metodologi perhitungan kerugian ekonomi untuk memastikan dokumen PRKBI benar-benar mencerminkan tantangan lokal. Diskusi juga menyoroti pentingnya prinsip GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion) serta perlunya mengintegrasikan potensi kerugian ekonomi dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJMD) dan dokumen lainnya. Kegiatan ini menegaskan urgensi kolaborasi lintas level dan aktor dalam menyusun kebijakan iklim yang lebih terarah, berbasis data, dan inklusif. NTB berkomitmen menjadikan dokumen PRKBI sebagai instrumen strategis untuk mendukung pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim yang adil dan partisipatif.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/konsepsi.org\/en\/ntb-dorong-integrasi-ketahanan-iklim-dalam-dokumen-perencanaan-daerah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KONSEPSI\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/web.facebook.com\/konsepsi.ntb.1\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-05-09T04:25:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-09T04:26:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/WhatsApp-Image-2025-05-09-at-11.46.05.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"887\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/ntb-dorong-integrasi-ketahanan-iklim-dalam-dokumen-perencanaan-daerah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/ntb-dorong-integrasi-ketahanan-iklim-dalam-dokumen-perencanaan-daerah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211\"},\"headline\":\"NTB Dorong Integrasi Ketahanan Iklim dalam Dokumen Perencanaan Daerah\",\"datePublished\":\"2025-05-09T04:25:58+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-09T04:26:02+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/ntb-dorong-integrasi-ketahanan-iklim-dalam-dokumen-perencanaan-daerah\\\/\"},\"wordCount\":232,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/ntb-dorong-integrasi-ketahanan-iklim-dalam-dokumen-perencanaan-daerah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/WhatsApp-Image-2025-05-09-at-11.46.05.jpeg\",\"articleSection\":[\"Berita\",\"GEDSI\",\"Low Carbon Development Indonesia (LCDI)\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/ntb-dorong-integrasi-ketahanan-iklim-dalam-dokumen-perencanaan-daerah\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/ntb-dorong-integrasi-ketahanan-iklim-dalam-dokumen-perencanaan-daerah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/ntb-dorong-integrasi-ketahanan-iklim-dalam-dokumen-perencanaan-daerah\\\/\",\"name\":\"NTB Dorong Integrasi Ketahanan Iklim dalam Dokumen Perencanaan Daerah - KONSEPSI\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/ntb-dorong-integrasi-ketahanan-iklim-dalam-dokumen-perencanaan-daerah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/ntb-dorong-integrasi-ketahanan-iklim-dalam-dokumen-perencanaan-daerah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/WhatsApp-Image-2025-05-09-at-11.46.05.jpeg\",\"datePublished\":\"2025-05-09T04:25:58+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-09T04:26:02+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/ntb-dorong-integrasi-ketahanan-iklim-dalam-dokumen-perencanaan-daerah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/ntb-dorong-integrasi-ketahanan-iklim-dalam-dokumen-perencanaan-daerah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/ntb-dorong-integrasi-ketahanan-iklim-dalam-dokumen-perencanaan-daerah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/WhatsApp-Image-2025-05-09-at-11.46.05.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/WhatsApp-Image-2025-05-09-at-11.46.05.jpeg\",\"width\":1600,\"height\":887},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/ntb-dorong-integrasi-ketahanan-iklim-dalam-dokumen-perencanaan-daerah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"NTB Dorong Integrasi Ketahanan Iklim dalam Dokumen Perencanaan Daerah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/\",\"name\":\"KONSEPSI\",\"description\":\"Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) NTB\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"KONSEPSI NTB\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#organization\",\"name\":\"KONSEPSI\",\"alternateName\":\"Konsorsium Untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/favicon-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/favicon-1.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"KONSEPSI\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/web.facebook.com\\\/konsepsi.ntb.1\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\",\"admin\"],\"url\":\"http:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/en\\\/author\\\/admin\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"NTB Dorong Integrasi Ketahanan Iklim dalam Dokumen Perencanaan Daerah - KONSEPSI","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/ntb-dorong-integrasi-ketahanan-iklim-dalam-dokumen-perencanaan-daerah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"NTB Dorong Integrasi Ketahanan Iklim dalam Dokumen Perencanaan Daerah - KONSEPSI","og_description":"8 Mei 2025. Kementerian PPN\/Bappenas bersama mitra daerah, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil menggelar diskusi nasional bertajuk \u201cPembangunan Berketahanan Iklim (PBI) dalam Perencanaan Pembangunan Nasional\u201d melalui platform Zoom Meeting. Diskusi ini merupakan bagian dari fase kedua Low Carbon Development Initiative (LCDI) yang bertujuan untuk menyelaraskan kebijakan nasional dan daerah dalam menghadapi perubahan iklim. Provinsi NTB menjadi salah satu dari empat provinsi prioritas program ini, bersama dengan Bengkulu, Sumatera Utara, dan Maluku. Dalam paparannya, Irfan Yananto dari Bappenas menjelaskan bahwa dokumen PBI telah diluncurkan sejak 2021 dan saat ini tengah diperbarui. Dokumen ini menjadi acuan utama dalam menyusun strategi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, khususnya pada empat sektor prioritas: pesisir dan kelautan, air, pertanian, dan kesehatan. NTB melalui Bappeda dan didampingi oleh KONSEPSI sebagai mitra lokal LCDI menyampaikan kesiapan menyusun dokumen PRKBI NTB versi revisi. Direktur KONSEPSI, Dr. Moh. Taqiuddin, menegaskan pentingnya transparansi data lokasi prioritas dan metodologi perhitungan kerugian ekonomi untuk memastikan dokumen PRKBI benar-benar mencerminkan tantangan lokal. Diskusi juga menyoroti pentingnya prinsip GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion) serta perlunya mengintegrasikan potensi kerugian ekonomi dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJMD) dan dokumen lainnya. Kegiatan ini menegaskan urgensi kolaborasi lintas level dan aktor dalam menyusun kebijakan iklim yang lebih terarah, berbasis data, dan inklusif. NTB berkomitmen menjadikan dokumen PRKBI sebagai instrumen strategis untuk mendukung pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim yang adil dan partisipatif.","og_url":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/ntb-dorong-integrasi-ketahanan-iklim-dalam-dokumen-perencanaan-daerah\/","og_site_name":"KONSEPSI","article_publisher":"https:\/\/web.facebook.com\/konsepsi.ntb.1","article_published_time":"2025-05-09T04:25:58+00:00","article_modified_time":"2025-05-09T04:26:02+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":887,"url":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/WhatsApp-Image-2025-05-09-at-11.46.05.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/ntb-dorong-integrasi-ketahanan-iklim-dalam-dokumen-perencanaan-daerah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/ntb-dorong-integrasi-ketahanan-iklim-dalam-dokumen-perencanaan-daerah\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/person\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211"},"headline":"NTB Dorong Integrasi Ketahanan Iklim dalam Dokumen Perencanaan Daerah","datePublished":"2025-05-09T04:25:58+00:00","dateModified":"2025-05-09T04:26:02+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/ntb-dorong-integrasi-ketahanan-iklim-dalam-dokumen-perencanaan-daerah\/"},"wordCount":232,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/ntb-dorong-integrasi-ketahanan-iklim-dalam-dokumen-perencanaan-daerah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/WhatsApp-Image-2025-05-09-at-11.46.05.jpeg","articleSection":["Berita","GEDSI","Low Carbon Development Indonesia (LCDI)"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/konsepsi.org\/ntb-dorong-integrasi-ketahanan-iklim-dalam-dokumen-perencanaan-daerah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/ntb-dorong-integrasi-ketahanan-iklim-dalam-dokumen-perencanaan-daerah\/","url":"https:\/\/konsepsi.org\/ntb-dorong-integrasi-ketahanan-iklim-dalam-dokumen-perencanaan-daerah\/","name":"NTB Dorong Integrasi Ketahanan Iklim dalam Dokumen Perencanaan Daerah - KONSEPSI","isPartOf":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/ntb-dorong-integrasi-ketahanan-iklim-dalam-dokumen-perencanaan-daerah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/ntb-dorong-integrasi-ketahanan-iklim-dalam-dokumen-perencanaan-daerah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/WhatsApp-Image-2025-05-09-at-11.46.05.jpeg","datePublished":"2025-05-09T04:25:58+00:00","dateModified":"2025-05-09T04:26:02+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/ntb-dorong-integrasi-ketahanan-iklim-dalam-dokumen-perencanaan-daerah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/konsepsi.org\/ntb-dorong-integrasi-ketahanan-iklim-dalam-dokumen-perencanaan-daerah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/ntb-dorong-integrasi-ketahanan-iklim-dalam-dokumen-perencanaan-daerah\/#primaryimage","url":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/WhatsApp-Image-2025-05-09-at-11.46.05.jpeg","contentUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/WhatsApp-Image-2025-05-09-at-11.46.05.jpeg","width":1600,"height":887},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/ntb-dorong-integrasi-ketahanan-iklim-dalam-dokumen-perencanaan-daerah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/konsepsi.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"NTB Dorong Integrasi Ketahanan Iklim dalam Dokumen Perencanaan Daerah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#website","url":"https:\/\/konsepsi.org\/","name":"KONSEPSI","description":"Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) NTB","publisher":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#organization"},"alternateName":"KONSEPSI NTB","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/konsepsi.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#organization","name":"KONSEPSI","alternateName":"Konsorsium Untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi","url":"https:\/\/konsepsi.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/favicon-1.png","contentUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/favicon-1.png","width":512,"height":512,"caption":"KONSEPSI"},"image":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/web.facebook.com\/konsepsi.ntb.1"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/person\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/konsepsi.org","admin"],"url":"http:\/\/konsepsi.org\/en\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14351","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14351"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14351\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14352,"href":"http:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14351\/revisions\/14352"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14348"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14351"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14351"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14351"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}