KONSEPSI Gelar Edukasi Literasi Iklim Melalui Sekolah Lapang Iklim Berbasis Gender Bagi Petani Tadah Hujan di Kabupaten Lombok Tengah

KONSEPSI Gelar Edukasi Literasi Iklim Melalui Sekolah Lapang Iklim Berbasis Gender Bagi Petani Tadah Hujan di Kabupaten Lombok Tengah

Selasa, 21/5/2024 KONSEPSI melalui program Aksi Ketahanan Iklim Inklusif berbasis komunitas bekerjasama dengan Islamic Relief Swedia atas dukungan pendanaan dari ForumCIV menggelar Sekolah Lapang Iklim bagi Petani Tadah Hujan Berbasis Gender di Desa Segala Anyar dan Desa Sukadana Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok tengah yang dihadiri langsung oleh Kepala BMKG – Stasiun Klimatologi NTB, Nuga Putrantijo, M.SI, Program Manager INTER-act KONSEPSI, Hairul Anwar, serta puluhan petani yang berasal dari Desa Segala Anyar dan Desa Sukadana.

Pelaksanaan SLI kali ini, KONSEPSI Kembali berkolaborasi dengan BMKG – Stasiun Klimatologi NTB dengan mengusung Tema “Peran Perempuan dalam Pembangunan Pertanian di NTB” khususnya di Kabupaten Lombok tengah. Melalui tema ini, focus program tidak hanya pada literasi iklim, tetapi juga menekankan peran aktif perempuan dengan melibatkan perempuan untuk berinovasi disektor pertanian.

Nuga Putrantijo dalam sambutannya menyampaikan hal yang melatarbelakangi aksi kolaborasi ini “Kenapa iklim sangat sulit diprediksi, kalau saya lihat di Lombok ini sudah tidak ada kearifan lokal yang memang tetua kita dahulu mencatat peristiwa alam yang mempengaruhi kegiatan mereka. Hal ini diperjelas dengan beberapa tahun terakhir terdapat kondisi iklim yang sangat beragam dimana frekuensi kejadian bencana akibat dari perubahan iklim semakin sering terjadi. Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap berbagai sektor, terutama kegiatan pertanian seperti insiden peledakan hama dan penyakit tanaman hingga ancaman terjadinya gagal panen. Guna mengantisipasi dan meminimalisir dampak dari kejadian tersebut diperlukan pemahaman dan pemanfaatan informasi dan prakiraan cuaca/iklim secara efektif” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa “kegiatan ini bertujuan memberikan informasi iklim secara mendalam dan secara langsung kepada para kelompok tani. Mengingat kondisi iklim saat ini memiliki variabilitas yang tinggi, maka perlu adanya perhatian bersama guna mendukung ketahanan pangan nasional. “

Selain itu, Hairul Anwar mengungkapkan bahwa “Langkah antisipatif KONSEPSI dalam kegiatan ini adalah bentuk peningkatan kapasitas sebagai langkah awal dalam memutuskan apa yang akan di kembangkan di dalam sektor pertanian, dimana paralel dengan itu dalam tahap sekolah lapang iklim ini kita fokuskan juga ada dua tematik lainnya (Peningkatan kapasitas paralel dengan kelompok tadah hujan dan kelompok Microfarming) dengan menyasar komunitas petani tadah hujan yang tergabung dalam Masyarakat Sadar Iklim yang menjadi pilot pengembangan kapasitas aksi ketahanan iklim sektor pertanian di Desa Segala Anyar dan Desa Sukadana, terdiri atas: Kelompok Petani Tadah Hujan yang fokus pada komoditi Padi dengan total peserta yang diharapkan berpartisipasi dalam kegiatan SLI dari komunitas tersebut sebanyak 60 orang yang, dimana 30 persennya adalah petani muda dan petani perempuan ” ujarnya.

Terakhir, Ia menambahkan “point penting pelaksanaan SLI ini, yakni (1) untuk meningkatkan kemampuan petani dalam hal identifikasi indikator yang bersifat antisipatif terhadap variasi dan perubahan iklim yang berdampak terhadap sumber-sumber mata pencaharian petani, (2) Meningkatkan sikap kritis petani dalam proses pengambilan keputusan yang menyangkut pengelolaan agro-ekosistem yang terkait dengan upaya-upaya antisipasi, mitigasi dan adaptasi terhadap variasi peningkatan pemanasan global dan perubahan iklim, (3)untuk mengembangkan prinsip-prinsip sains petani untuk meningkatkan keanekaragaman hayati, pengelolaan potensi lokal dan mendorong upaya pemecahan masalah yang disebabkan oleh variasi dan perubahan iklim dan (4) untuk membangun kembali kearifan lokal dan dinamika nilai-nilai kemandirian masyarakat termasuk kreatifitas yang diperlukan dalam menghadapi permasalahan yang disebabkan oleh variasi dan perubahan iklim”. Tegasnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan dua desa lokasi projek dapat meningkatkan pemahaman mereka akan pentingnya informasi iklim serta dapat memanfaatkan informasi tersebut semaksimal mungkin setelah mengikuti SLI.

Bagikan Tulisan ini:

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lihat Berita lainnya

Artikel Popular

Artikel Terbaru

Berlangganan Berita Kami

Jangan lewatkan Update Kegiatan-kegiatan terbaru dari Kami

Having Computer issues?

Get Free Diagnostic and Estimate From Computer Specialist!