Konsultasi Publik Rencana Aksi Daerah (RAD) Adaptasi Perubahan Iklim Provinsi Nusa Tenggara Barat.

FOKUS GROUP DISCUSSION DALAM RANGKA PENERAPAN MODUL DAN MENGGALI INFORMASI UNTUK PELAKSANAAN SEKOLAH LAPANGAN IKLIM (SLI) PADA PETANI TADAH HUJAN, PETAMBAK GARAM DAN PEMBUDIDAYA LOBSTER DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR
24 October 2019

@KONSEPSI_NTB… MATARAM–Arah pembangunan adaptasi perubahan iklim nasional yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, mendorong Pemerintah Daerah untuk menyusun perencanaan ketahanan iklim yang dintegrasikan ke dalam dokumen rencana pembangunan berdasarkan kajian kerentanan. Dorongan tersebut diwujudkan dengan anjuran Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah membentuk Kelompok Kerja Perubahan Iklim di daerah yang mengakomodir  lintas sektor seperti: OPD terkait,  Akademisi, LSM dan Tokoh Masyarakat yang memiliki sensitifitas terhadap perubahan iklim.

Melalui Proyek “Dukungan bagi masyarakat miskin untuk mendapatkan hak-haknya terkait informasi iklim “ KONSEPSI didukung Islamic Relief Worldwide, memfasilitasi pembentukan Kelompok Kerja Adaptasi Perubahan Iklim Provinsi Nusa Tenggara Barat bekerja sama dengan Bappeda dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dan POKJA API tersebut telah mendapatkan pengesahan Gubernur Nusa Tenggara Barat dengan SK No. 071_306 Tahun 2019 tentang Pembentukan  Kelompok Kerja Adaptasi Perubahan Iklim Nusa Tenggara Barat. Kelompok Kerja tersebut mengakomodir lintas sektor, meliputi Organisasi Perangkat Daerah, Akademisi dan NGO sebagai wakil masyarakat sipil di NTB.

Selain itu dalam rangka Penyusunan RAD API NTB dilakukan melalui proses reguler meeting tim penyusun yang cukup panjang dan dengan tahapan-tahapan penyusunan. Sampai saat ini penyusunan draft RAD API NTB telah menyelesaikan tahap Review dan Editing oleh Ekspert terahadap draft RAD API yang dihasilkan oleh Tim Penyusun. Dengan demikian masih tiga  tahapan lagi yang belum dilalui yaitu: Konsultasi Public, Revisi Final (Akomodasi Rekomendasi Konsultasi Public, Pencetakan dan Pendistibusian.  Sehingga KONSEPSI (Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi, Red) didukung Islamic Relief Indonesia area NTB menyelenggarakan Konsultasi Publik dalam rangka penyusunan Rencana Aksi Daerah Adaptasi Perubahan Iklim NTB 2019 – 2023 di Ruang Rapat Kantor Bappeda Provinsi NTB, Selasa 29 Oktober 2019.  

Direktur KONSEPSI, Moh Taqiuddin saat pembukaan acara mengungkapkan, kegiatan ini sangat diperlukan untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan iklim yang tidak bisa dihindari. Namun bisa diatasi dengan membiasakan diri atau beradaptasi dengan perubahan tersebut. Untuk itu Rencana Aksi Daerah Adaptasi Perubahan Iklim (RAD API) ini diperlukan peran pemerintah, dalam hal ini OPD terkait dan masyarakat tentunya. ” RAD API sudah kami sesuaikan dengan format yang dikeluarkan oleh BAPPENAS,” jelasnya.

Sekda Provinsi NTB diwakili Asisten II Provinsi NTB, Ridwansyah mengatakan, tingginya angka bencana saat ini dilatarbelakangi oleh banyak hal. Perubahan pola iklim yang diperparah oleh ulah manusia yang seolah semakin mengundang bencana itu sendiri. Kerusakan ekosistem dan produksi karbon yang membuat kualitas lingkungan menurun adalah beberapa contoh dari ulah manusia.

Ridwansyah melanjutkan, kejadian bencana memiliki hubungan erat dengan perubahan iklim. Oleh sebab itu, ditegaskannya jika berbicara tentang perubahan iklim tidak bisa lagi fokus pada mitigasi, tapi harus diikuti oleh aksi adaptasi. “Lebih dari 80% bencana adalah bencana hidrometeorologi,” sebut Ridwansyah.

Dijelaskannya, bencana Hidrometeorologi merupakan bencana yang berkaitan dengan iklim. Seperti gunung meletus, angin tornado, banjir, abrasi, gempa bumi, longsor, dan lain sebagainya. Untuk itu, penting untuk dilakukan adaptasi perubahan iklim, baik untuk jangka pendek, menengah, atau panjang. Selain untuk melindungi masyarakat dari yang termiskin, juga untuk menghindari kerugian yang lebih besar yang diakibatkan perubahan iklim. ” Di NTB ini dampak perubahan iklim diperkirakan cukup besar walaupun masih sulit diperhitungkan secara pasti,” bebernya.

Koordinator Islamic Relief Area NTB, Lilik Triyanto, mengungkapkan perubahan iklim memberikan dampak pada kehidupan masyarakat, khususnya pada program ini dilakukan di Lombok Timur. Sehingga harapan kedepannya dengan adanya RAD API ini bisa memberikan perubahan yang baik pada masyarakat NTB secara menyeluruh.

Diharapkan dengan adanya Konsultasi Publik ini Masyarakat NTB khususnya para  pemangku kepentingan, mengatahui diterbitkannya PERGUB RAD API NTB, Didapatkan masukan peserta mengenai substansi dokumen RAD sebagai bahan finalisasi (penyempurnaan), sebelum dicetak, gandakan dan didistribusikan kepada para Pemangku Kepentingan dan Masyarakat NTB, dan Adanya dokumen RAD API  yang mempunyai relevansi dengan RAN API, sehingga issue adaptasi perubahan iklim di NTB mendapat perhatian pemerintah pusat, serta Adanya informasi-informasi peluang pembiayaan penanganan adaptasi perubahan iklim dari pusat (Nasional dan Internasional).

Writted by: Ali Wardana

Pembukaan acara oleh, Sekda Provinsi NTB diwakili Asisten II Provinsi NTB, Ir. Ridwansyah
Pembukaan Oleh Dir. Konsepsi NTB, Moh. Taqiuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *