LOKAKARYA UMKM BERBASIS BENCANA

PROGRAM PENINGKATAN AKSES KELOLA DAN FUNGSI LAYANAN EKOSISTEM HUTAN DI KAWASAN SAMBELIA LOMBOK TIMUR DAN SANTONG LOMBOK UTARA
12 May 2017
KOPERASI SYARIAH “IKHTIAR AWAL MEMBANGUN UMKM TANGGUH”
13 July 2017

UMKKM TANGGUH

Bencana alam baik berskala kecil maupun berskala besar bisa datang setiap saat dan bisa menimpa siapa saja. Hanya saja tingkat risiko atau dampak yang diterima oleh masyarakat tergantung pada besarnya ancaman dan tinggi rendahnya kerentanan serta kapasitas yang dimiliki masyarakat. Begitu pula halnya dengan pelaku UMKM yang berada didaerah rawan bencana, sewaktu-waktu usaha mereka bisa terancam oleh bencana sehingga berdampak pada terhentinya aktivitas usaha mereka.

Berdasarkan data dari Evaluasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2016 terdapat 2.342 kejadian bencana dengan 92% adalah bencana hidrometeorologi yang didominasi oleh banjir, longsor dan putting beliung. Kejadian bencana selama tahun 2016 adalah terbanyak dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tahun 2016 (2.342 bencana), 2015 (1.732 bencana), 2014 (1.967 bencana), 2013 (1.674 bencana), 2012 (1.811), kejadian bencana meningkat 35% dibandingkan tahun 2015. Selama tahun 2016 nyaris tidak ada musim kemarau, yang ada adalah kemarau basah. Hal inilah yang menyebabkan banjir, longsor dan putting beliung meningkat. Sebagai perbandingan kejadian bencana:

No

Bencana Tahun 2015 Tahun 2016

% Peningkatan

1 Banjir 505 766 52
2 Longsor 515 611 19
3 Putting Beliung 584 669 15
4 Kombinasi banjir & longsor 31 74 139

Dampak banjir sangat besar bagi kehidupan masyarakat di kawasan yang terkena bencana. Bencana tidak hanya mempengaruhi aktivitas masyarakat, tetapi juga mengancam tingkat kesejahteraan disemua lapisan masyarakat. Dampak banjir pastilah merugikan sektor perekonomian khususnya pelaku UMKM. Bencana banjir yang terjadi di Kota Mataram khususnya di Kelurahan Kekalik tahun 2016 mengakibatkan banyak sekali kerugian bagi pelaku UMKM (pengrajin tahu tempe). Kejadian ini utamanya berdampak pada sektor ekonomi yang berbasis masyarakat. Pada level rumah tangga berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh KONSEPSI (2017) rata-rata nilai kerugian pada peristiwa banjir tahun 2016 di Kekalik Jaya berdasarkan status sosial ekonomi keluarga sebagai berikut : Rumah tangga kaya (RT Kaya) sebesar 11,5 juta, Rumah tangga sedang (RT sedang) sebesar 10,8 juta, Rumah tangga miskin (RT miskin) sebesar 7,6 juta. (Data hasil diskusi partisipatif dengan kelompok pengrajin tahu tempe)

Studi Ketangguhan UMKM yang dilakukan Oxfam terhadap 2.121 UMKM di 5 kabupaten pada tahun 2015 menyimpulkan bahwa UMKM tidak tangguh terhadap bencana. Pertama, bencana telah berdampak pada UMKM dengan tingkat dampak yang beragam, yaitu rusak berat (37%), dan rusak sedang (63%). Bencana telah memberikan dampak pada berbagai aspek, mencakup kerusakan sumber daya internal (95%), kerugian ekonomi dan berhentinya operasi usaha dengan periode waktu yang beragam (69%). Kedua, UMKM memiliki kapasitas yang berbeda untuk pulih dari bencana. Namun demikian, sebagian besar UMKM tidak memiliki strategi yang memadai untuk memastikan keberlanjutan usahanya. Sebagian besar UMKM mampu untuk pulih dari bencana dan melanjutkan usahanya dengan periode waktu antara 1 minggu sampai dengan 6 bulan. Hanya sedikit, UMKM yang sudah melakukan langkah-langkah penting untuk melindungi keberlanjutan usahanya.

 

HASIL

  1. Membuat model pembinaan UMKM yang berpersepektif TANGGUH terhadap bencana alam
  2. Adanya nota kesepakatan bersama multistakeholders, Konsepsi, perguruan tinggi, Pemerintah daerah (dinas koperasi dan UMKM prov NTB), Pemerintah desa dan Camat, BPBD, Kota Mataram, BPBD Prov. NTB, per-bank-kan untuk terlibat aktif dalam mewujudkan model UMKM TANGGUH
  3. OXFAM melalui KONSEPSI sebagai lembaga yang memfasilitasi masyarakat untuk lebih intens mengawal dan mendampingi kelompok

Jika anda ingin mengetahui lebih banyak tentang kami www.konsepsi.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *