PELATIHAN MONITORING KESETARAAN GENDER DALAM SANITASI (MKGS) DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH

Workshop POWER UP :Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Terkait 26 Tanda Bahaya Kehamilan dan Persalinan
7 October 2019
FOKUS GROUP DISCUSSION DALAM RANGKA PENERAPAN MODUL DAN MENGGALI INFORMASI UNTUK PELAKSANAAN SEKOLAH LAPANGAN IKLIM (SLI) PADA PETANI TADAH HUJAN, PETAMBAK GARAM DAN PEMBUDIDAYA LOBSTER DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR
24 October 2019

Masih rendahnya kualitas sarana sanitasi dan minimnya akses air bersih di beberapa wilayah di Kabupaten Lombok Tengah menjadi permasalahan yang cukup memprihatinkan hingga saat ini. Kelompok perempuan menjadi kelompok yang berkepentingan dalam hal sanitasi dan air bersih karena merekalah yang aktivitas sehari-harinya paling dekat dengan dua hal itu, baik sebagai pengguna mau pun penerima manfaat. Sementara di sisi lain keterlibatan kelompok perempuan dalam pengambilan keputusan terkait sanitasi dan akses air bersih di level keluarga dan masyarakat masih rendah.

Oleh sebab itu Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) dan Yayasan PLAN Internasional Indonesia (YPII) melalui Women and Disability Inclusive WASH and Nutrition (WINNER) Project mendorong peningkatan layanan sanitasi dan hygiene di Kabupaten Lombok Tengah yang akan dijangkau dalam 5 tahun pelaksanaan proyek.

Salah satu cara untuk menumbuhkan demand dan enabling berkaitan dengan masalah sanitasi dan akses air bersih ini, WINNER Project melaksanakan Pelatihan  Monitoring Kesetaraan Gender dalamSanitasi (MKGS) di Kabupaten Lombok Tengah yang diikuti oleh anggota Pokja PPAS Kecamatan dan Pokja PPAS Desa serta Kader Kesehatan Desa. Melalui Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan pengetahuan peserta sehingga dapat menggali dan memonitoring relasi gender terhadap laki – laki dan perempuan dalam pelaksanakan 5 pilar STBM di Kabupaten Lombok Tengah.

Secara umum, tujuan dari Pelatihan Monitoring Kesetaraan Gender dalam Sanitasi (MKGS) di Kabupaten Lombok Tengah ini adalah untuk melatih fasilitator yang dapat menggali dan memonitoring relasi gender terhadap laki – laki dan perempuan dalam pelaksanaan 5 Pilar STBM di Kabupaten Lombok Tengah khususnya di lokasi pilot WINNER Project.

Sementara secara khusus, tujuan dari Pelatihan Monitoring Kesetaraan Gender dalam Sanitasi di Kabupaten Lombok Tengah ini adalah untuk mengeksplorasi dan meningkatkan kesadaran dan relasi gender dalam kegiatan STBM di rumah tangga dan masyarakat khususnya di tingkat Pokja PPAS Kecamatan dan Desa serta Kader Kesehatan Desa. Selain itu juga bertujuan untuk mempromosikan kesetaraan gender dengan memberikan kesempatan kepada perempuan dan laki-laki untuk mendiskusikan relasi gender dan menentukan agenda perubahan yang akan dilakukan melalui agenda MKGS di tingkat desa.

Pelatihan yang dilaksanakan dari tanggal 7 hingga 12 Oktober 2019 ini diikuti oleh 60 orang peserta yang terdiri perwakilan Pemerintah Kecamatan, PKK Kecamatan, Sanitarian dan Promkes serta Kader Desa yang berasal dari 5 kecamatan dan 5 desa yaitu perwakilan dari Kecamatan Praya Barat Daya dan Desa Darek, Kecamatan Pujut dan Desa Kute, Kecamatan Praya Timur dan Desa Marong, Kecamatan Kopang dan Desa Kopang Rembige, serta Kecamatan Pringgarata dan Desa Menemeng)

Dalam Pelatihan ini juga dilakukan FGD MKGS di 5 desa yang menjadi pilot project dengan melibatkan 36 peserta di masing – masing desa yang terdiridari 6 orang lelaki muda dan 6 orang peremupuan muda (usia 18 – 24 tahun serta belum menikah), 6 orang lelaki paruh baya dan 6 orang perempuan paruh baya (usia 25 – 50 tahun) serta 6 laki – laki lansia dan 6 perempuan lansia (usia 51 – 60 tahun)

Kegiatan monitoring kesetaraan gender dalam STBM ini dilakukan untuk memastikan partisipasi masyarakat dalam STBM berdasarkan gender dan usia. Tujuan akhirnya adalah memastikan peran laki – laki dan perempuan dalam pengambilan keputusan terkait STBM baik lansia, paruh baya maupun pemuda. Monitoring MKGS ini akan dilakukan setiap semester selama 2 tahun di desa – desa pilot project dengan kelompok masyarakat yang sama sebagai narasumber. 5 desa yang dipilih diharapkan dapat mewakili desa di daerah pesisir, desa pinggiran/dekat dengan kota, desa yang jauh dari kota dan desa yang mewakili wilayah pegunungan di Kabupaten Lombok Tengah

Writted By : Eko Krismantono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *