Hak-Hak Perempuan dan Partisipasi Perempuan (Desa Danger Kecamatan Masbagik Lombok Timur)

Laki-Laki Peduli dan Perempuan Bicara
24 April 2018
Kesadaran Laki-Laki Tentang Kepekaan Gender, (Desa Sikur Kec. Masbagik Lombok Timur)
25 May 2018

Ketua BPD perkenalan dengan metode jenis hewan yang disukai peserta

Pelatihan Peningkatan Kesadaran Laki-Laki Tentang Kepekaan Gender, Hak-Hak Perempuan dan Partisipasi Perempuan (Untuk Laki – Laki)

Di Desa Danger Kecamatan Masbagik Lombok Timur

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan pada Senin, 21 Mei 2018di Aula kantor desa Danger dihadiri oleh 29 orang peserta yang terdiri dari Kepala desa, Sekdes, BPD, LKMD, Karang Taruna, Toma, Toga, Kepala Dusun, Tim RPJMdes, Pendamping desa dan masyarakat (suami anggota Kaukus Perempuan Desa Danger)

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran bagi laki-laki bahwa pentingnya peranan perempuan dalam pembangunan dan memberikan ruanggerak kepada perempuan terutama ibu-ibu kaukus ikut terlibat dalam perencanaan dan penganggaran khususnya yang berkaitan dengan penganggaran kesehatan di tingkat desa. Secara umum program Power Up ini berusaha mendorong kelompok perempuan khususnya di Desa Danger untuk berpartisipasi aktif dalam perencanaan pembangunan di tingkat desa. Jadi tidak hanya datang kepertemuan saja, tetapi ikut mengawal pembangunan ini sampai tahap monitoring.

Pembukaan dari Samsul Hadi Program Manager Program Power Up dari KONSEPSI

Kepala Desa Danger dalam sambutannya mengatakan bahwa sangat mendukung kegiatan ini, dimana harapanya dengan pelatihan gender yang dilaksanakan di Desa Danger menjadi acuan untuk penyusunan RPJMDes

di pemerintah desa Danger. Sehingga tidak berbicara tentang usulan dari kelompok laki-laki saja dalam penganggaran di tingkat Desa tetapi suara kelompok perempuan juga penting untuk masuk dalam perencanaan penganggaran tersebut.

Sementara fasilitator pelatihan, Hamida menyampaikan mengenai pentingnya kesadaran terkait kesetaraan gender kepada semua pihak, terutama pada tingkat rumah tangga. Baik laki-laki maupun perempuan harus dapat membagi peran dan fungsinya sehingga akan menciptakan keharmonisan dalam rumah tangga. Selain itu ada beberapa bentuk ketidakadilan gender yang sering dilakukan tanpa disadari dan sering terjadi didalam rumah tangga dan paling merasakan dampaknya adalah perempuan. Ini yang membuat perempuan memiliki ruang gerak sempit. Untuk itu dengan pelatihan ini peserta terutama laki-laki yang hadir dalam pelatihan bias terbuka dan dapat mulai menyadari bahwa pentingnya kesetaraan gender dalam rumah tangga. Harapannya adalah paraistri peserta nantinya bias diberikan keleluasaan dalam berpartisipasi dalam pembangunan khususnya di Desa Danger.

Secara umum, kekhawatiran sebagian peserta pelatihan ini adalah jika pengetahuan soal gender ini bertambah maka perempuan akan melawan suami, dan perempuan tidak sadar dengan konsep gender. Perempuan menguasai suami ketika pengetahuan mereka bertambah dan suami akan menjadi takut terhadap istri.

Sementara harapannya sebagian peserta pelatihan adalah perempuan paham hak dan kewajibannya, laki-laki dan perempuan dapat saling memahami dan menghormati, perempuan memiliki hak yang sama dalam pekerjaan, peka dan mengenal apa itu hak dan kewajiban dari perempuan. Selain itu diharapkan melalui pelatihan ini dapat memberikan pencerahan tentang apa hakikat gender serta batasan-batasannya.

Dalam pelatihan ini para peserta terlibat aktif dalam mengikuti materi. Tidak hanya menyimak materi dan berdiskusi kelompok, peserta juga diputarkan sebuah film yang berjudul “Impossible Dream” dimana dalam film tersebut digambarkan ketidak adilan yang terjadi dalam rumah tangga, dimana perempuan (istri) tidak hanya mengurus rumah tangga dari pagi sampai malam hari tetapi perempuan-perempuan juga bekerja untuk menambah penghasilan dengan upah yang tidak sebanding dengan laki-laki, sedangkan laki-laki (suami) yang ada di film tersebut memiliki tugas hanya sebagai pencaria nafkah dan bias melakukan hobby yang disukai.

 

Asruliana#EkoKrismantono#KONSPESI-NTB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *