PEMBENTUKAN KAUKUS PEREMPUAN DI DESA MONTONG BAAN & DESA MONTONG BAAN SELATAN KEC. SIKUR LOMBOK TIMUR

PEMBENTUKAN KAUKUS PEREMPUAN DI DESA DANGER KECAMATAN MASBAGIK LOMBOK TIMUR
22 January 2018
PENGALAMAN PENDAMPINGAN MASYARAKAT DALAM PROGRAM POWER UP DI DESA GELORA DAN DESA LOYOK KECAMATAN SIKUR – LOMBOK TIMUR
7 February 2018

Guna menambahkan kapasitas dan akses perempuan untuk menyalurkan suara dan isu – isu kebutuhan perempuan dalam anggaran pembangunan desa, KONSEPSI dan OXFAM dengan program POWER UP melaksanakan pembentukan atau penguatan kelompok/kaukus perempuan di Desa Montong Baan pada hari kamis, 18 Januari 2018 dan di desa Montong Baan Selatan pada hari Sabtu, 20 Januari 2018.

Pengurus Kaukus Perempuan Desa Montong Baan Selatan

Pembentukan Kaukus Perempuan yang terbentuk  dari gabungan kelompok-kelompok perempuan yang ada di desa seperti kelompok Kader, PKK, Arisan, Pengajian dan KWT ini disambut dengan antusias oleh masyarakat dan pemerintah desa. Seperti yang dinyatakan oleh Ahmad (Kepala Desa Montong Baan) bahwa beliau sangat bersyukur dengan masuknya program POWER UP di desa Montong Baan. Beliau menyatakan bahwa, dengan adanya program  ini akan memberikan banyak perhatian kepada kaum perempuan. Khususnya bagaimana menggerakkan kaum ibu-ibu untuk dapat lebih aktif dalam berpartisipasi dalam pembangunan desa dalam isu kesehatan.

 

Tidak jauh beda dengan kepala desa Montong Baan, Jumesah selaku Kepala Desa Montong Baan Selatan juga mengapresiasikan kegiatan pembentukan  kaukus perempuan di desa Montong Baan Selatan, sehingga beliau menghimbau kepada seluruh peserta untuk benar-benar mengikuti dan menyimak materi yang disampaikan oleh fasilitator dan juga mengikuti proses pembentukan kaukus perempuan ini dengan cermat.

Pembentukan Kaukus Permpuan di desa Montong Baan dihadiri oleh 32 peserta yang terdiri dari 13 kader, 11 dari kelompok KWT, 2 dari kelompok arisan, dan 1 dari kelompok pengajian. Selain kelompok-kelompok perempuan, proses  pembentukan kaukus juga diikutii oleh beberapa influencer seperti Kepala Desa, Bidan Desa, Ketua LKMD, Tokoh Masyarakat  dan tokoh Agama. Sedangkan untuk peserta Montong Baan Selatan,  jumlah peserta sebanyak 29 orang terdiri dari 4 kelompok perempuan (9 dari kader, 7 dari PKK, 1 orang dari kelompok remaja, dan 1 dari usaha salon). Selain dari kelompok perempuan, hadir juga dari kalangan influencer seperti Kepala Desa, staff desa, Kadus, Tokoh Masyarakat, dan Bidan desa.

Proses pembentukan kaukus diawali oleh pemaparan tentang makna kaukus, dilanjutkan dengan tujuan dibentuknya kaukus serta penggalian isu-isu kebutuhan perempuan yang nantinya dapat menjadi program kerja kaukus yang akan dibentuk. Kemudian, dilanjutkan dengan pemilihan pengurus Kaukus dan pembentukan divisi-divisi. Pada akhirnya, terbentuklah Kaukus Perempuan Saling Anton  di desa Montong Baan dan Kaukus Perempuan “Berayan” di desa Montong Baan Selatan. Nama “Saling Anton” dan “Berayan” diambil dari Bahasa Sasak yang berarti “saling membantu” (help each other) dan “bersama-sama” (together).

Peserta Pembentukan Kaukus Perempuan

Dengan terbentuknya Kaukus perempuan ini, diharapkan menjadi wadah yang dapat menampung isu-isu terkait dengan kebutuhan perempuan di tingkat desa yang belum tersentuh oleh kebijakan pemerintah desa sehingga dapat masuk dalam perencanaan penganggaran  desa. Selain itu, dengan adanya Kaukus perempuan ini diharapkan akan muncul perempuan – perempuan  yang menjadi pioneer atau tokoh yang mampu menjadi contoh pembelajaran bagi masyarakat desanya khususnya untuk kelompok perempuan. Serta mampu mengadvokasi kelompok minoritas dan disabilitas yang selama ini belum mampu menyatakan hak dan kebutuhannya dalam proses perencanaan pembangunan desa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *