PROGRAM PENINGKATAN AKSES KELOLA DAN FUNGSI LAYANAN EKOSISTEM HUTAN DI KAWASAN SAMBELIA LOMBOK TIMUR DAN SANTONG LOMBOK UTARA

Petani Gabah di Suatu Desa
31 January 2017
LOKAKARYA UMKM BERBASIS BENCANA
26 May 2017

Pemerintah Indonesia sejauh ini telah melakukan berbagai upaya dalam rangka pengentasan kemiskinan. Kendati sudah banyak dicapai banyak kemajuan, namun masih banyak penduduk miskin yang tinggal di wilayah terpencil khususnya di pinggiran hutan, walaupun sesungguhnya Indonesia memiliki kekayaan sumberdaya alam yang berlimpah. Masih adanya pembalakan liar, konversi lahan untuk pertanian dan pertambangan, serta praktik penggunaan lahan yang tak berkelanjutan telah mengancam upaya negara ini untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi angka kemiskinan. Demikian juga dengan masih lemahnya pelaksanaan prosedur perijinan penggunaan sumber daya alam, batas-batas wilayah desa, dan minimnya pengetahuan tentang perbaikan pengelolaan lahan, telah menghambat investasi dan kemampuan Pemerintah Indonesia dalam mengelola sumber daya alam secara efektif khususnya kawasan hutan.

Sejak Juli 2016, KONSEPSI NTB yang tergabung didalam Konsorsium KpSHK dengan dukungan MCA – Indonesia melakukan program Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Masyarakat (PSDABM) Lot.2 MCA – Indonesia dengan tema Peningkatan Akses Kelola dan Fungsi Layanan Ekosistem Hutan bagi Masyarakat Desa Hutan secara Lestari di Desa Dara Kunci dan Desa Sugian Kec. Sambelia Kab. Lombok Timur serta Desa Santong Kec. Kayangan Kabupaten Lombok Utara.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Proyek Kemakmuran Hijau (MCA – Indonesia) melalui Fasilitas Kemakmuran Hijau, dilaksanakan untuk membangun model baru skema pembiayaan dan pelaksanaan proyek-proyek rendah karbon dan berkelanjutan di tingkat lokal, dan menjadi katalis peningkatan investasi sektor swasta dalam mendukung pelaksanaan pembangunan rendah karbon di Indonesia.

Proyek ini juga ingin mengembangkan model pembiayaan dan kewirausahaan lokal, dengan memanfaatkan peluang baru di bidang energi baru terbarukan, praktik pemanfaatan lahan yang inovatif serta membangun kapasitas dan komitmen yang lebih besar di kalangan pemerintah, masyarakat sipil dan sektor swasta terhadap prinsip pembangunan berkelanjutan.

Tujuan Umum dari kegiatan ini adalah :
1. Meningkatkan produktifitas dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, dengan memperluas energi terbarukan; dan
2. Meningkatkan produktifitas dan mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) berbasis lahan dengan memperbaiki praktek pengelolaan lahan dan pengelolaan sumberdaya alam.

Sementara Tujuan Khusus Program adalah :
– Masyarakat (orang miskin, perempuan, dan kelompok marjinal) mampu melakukan control dalam pembangunan kehutanan di kawasan hutan wilayah program;
– Kelompok dan kadernya memiliki kemampuan dan ketetrampilan memfasilitasi kegiatan dan aspirasi masyarakat;
– Kelompok dan Kader-nya menjadi mitra strategis pemerintah dan pihak lainnya dalam pengelolaan sumberdaya alam (hutan dan air) berbasis masyarakat lestari;
– Kawasan hutan Santong dan Sambelia menjadi model pengelolaan sumberdaya alam (hutan dan air) berbasis masyarakat yang menerapkan nilai/prinsip partisipasi, GSI, transparan-akuntabilitas, lestari, pemberdayaan dan pembelajaran dalam planning, budgeting, implimentasi, dan control dalam pengelolaan sumberdaya alam (hutan dan air)

Program yang akan berlangsung hingga Desember 2017 ini, dalam implementasinya melakukan beberapa kegiatan di tingkat desa seperti pendampingan kelompok tani hutan, pendampingan kelompok wanita tani, pendampingan kelompok usaha pengelola hutan, pemetaan tata guna lahan partisipatif, pengusulan ijin kelola dan pemanfaatan hasil hutan, rehabilitasi lahan dan DAS di wilayah kelola hutan masyarakat dan kegiatan lainnya. Sementara di level kabupaten dan propinsi, beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain dialog dan lobby kebijakan, pengusulan ijin kelola dan pemanfaatan hasil hutan di tingkat NTB dan nasional.

 

Jika anda ingin mengetahui lebih banyak tentang kami www.konsepsi.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *