Studi Prevalensi Stunting, Status Gizi dan Praktek Diet Rumah Tangga Di 10 desa Kabupaten Lombok Timur

“Karena Perempuan Harus Berbicara”
13 July 2018
Emergency Respon Bencana Gempa Bumi Lombok Timur
31 July 2018

Masalah utama dalam sektor keamanan pangan dan gizi di Indonesia  adalah masih tinggi nya angka stunting. Propinsi Nusa Tenggara Barat sendiri memiliki prevalensi stunting sebesar 41,6%. Sementara untuk Kabupaten Lombok Timur, angka prevalensi stunting sebesar 43,8%. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata nasional 37,3% (Riskesdas, 2013).

Stunting adalah salah satu dari banyak bentuk masalah gizi buruk yang disebabkan oleh dua faktor kunci: diet kualitas yang terjangkau dan kesehatan masyarakat. Faktor makanan terkait dengan ketersediaan: Peningkatan Produksi, diversifikasi tanaman, optimasi lahan (kebijakan dan penyuluhan pertanian); akses: Peningkatan Penghasilan, akses pasar yang lebih baik, transportasi dan penyimpanan harga (infrastruktur dan kebijakan pengaturan harga); dan pemanfaatan: pengolahan makanan, pendidikan gizi dan peningkatan keragaman diet (kebijakan dan pelatihan pendidikan) yang terkait dengan masalah gizi utama lainnya, termasuk gizi buruk mikronutrien (mis., anemia, zat besi, vitamin A, yodium dan defisiensi seng) dan kekurangan gizi yang tinggi di antara anggota rumah tangga yang sama. Faktor kesehatan terkait dengan akses ke air bersih dan masalah sanitasi. Ketika ditangani bersama, faktor-faktor ini dapat berkontribusi secara substansial untuk mengurangi (dan akhirnya menghilangkan) masalah kekurangan gizi secara umum dan pengerdilan pada khususnya.

Untuk menjawab masalah tersebut, Pemerintah telah berkomitmen untuk mengurangi prevalensi stunting dari 37% menjadi 28% pada akhir 2019 sebagai bagian dari tujuan pembangunan kesehatan dalam Rencana Pembangunan 2015-2019. Selain itu, Indonesia telah bergabung dan secara aktif berpartisipasi dalam komitmen global SUN (Scaling-Up Nutrition) dalam mengurangi stunting. Agar berhasil mencapai tujuan nasional, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten perlu menerapkan dan mendanai kebijakan dan program terkait keamanan pangan dan gizi yang sesuai.

Dilatarbelakangi oleh permasalah tersebut, Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) dengan dukungan SNV melalui Program Voice for Change Partnership (V4C) ingin mengumpulkan bukti tentang keamanan pangan dan gizi dengan fokus pada status gizi dan pola makan rumah tangga, termasuk akses masyarakat dan penyediaan layanan yang diberikan oleh pemerintah daerah pada layanan kesehatan dasar dan tingkat pengerdilan melalui Studi Prevalensi Stunting Status Gizi dan Praktek Diet RumahTangga di Kabupaten Lombok Timur.

Secara khusus, studi ini bertujuan untuk mengumpulkan data tentang keamanan pangan, keragaman pola makan, akses ke layanan pemerintah, produksi tanaman, strategi mata pencaharian dan tingkat pengerdilan dengan melakukan survei rumah tangga di 10 desaprioritas di Kabupaten Lombok Timur.

Studi Prevalensi Stunting Status Gizi dan Praktek Diet Rumah Tangga di Kabupaten Lombok Timur ini dilaksanakan di 10 desa di Kabupaten Lombok Timur yaitu Desa Pandanwangi, Batu Nampar dan Batu Nampar Selatan (Kecamatan Jerowaru); Desa Bintang Rinjani dan Bagek Payung Timur (Kecamatan Suralaga); DesaLenek Kali Bambang dan Lenek Duren (Kecamatan Lenek); Desa Kembang Kerang Daya (Kecamatan Aikmel); Desa Dadap dan Belanting (Kecamatan Sambelia). Kegiatan studi ini dilaksanakan dari tanggal16 Mei hingga 17 Juli 2018 dengan melibatkan 30 orang tenaga surveyor.

Studi ini  dilakukan dengan mengumpulkan data primer di tingkat desa dengan menerapkan survei di 3.579 rumah tangga. Survei rumah tangga akan mencakup keluarga dengan anak balita, ibu hamil dan ibu menyusui.

Hasil dari studi ini nantinya akan digunakan sebagai data dasar untuk program dan sebagai bukti untuk membantu mengadvokasi kebijakan dan program yang ditingkatkan dalam ketahanan pangan dan gizi di Propinsi Nusa Tenggara Barat dan khususnya di Kabupaten Lombok Timur.

#KONSEPSI#SNV#V4CP

Edit oleh: Eko Krismantono

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *