Workshop POWER UP :Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Terkait 26 Tanda Bahaya Kehamilan dan Persalinan

MENINGKATKAN AKSES MASYARAKAT KEPADA PRODUK SANITASI SEHAT DAN MURAH MELALUI PELATIHAN PRODUK SANITASI DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH
12 September 2019

SELONG—Sesuai dengan perkembangan global saat ini, dimana informasi kesehatan melalui social media terkadang lebih dipercaya oleh masyarakat disbanding dengan informasi dari tenaga kesehatan yang sudah ada, sehingga menyebabkan informasi yang didapatkan tidak dapat dipertanggungjawabkan, khususnya yang berkaitan dengan kehamilan. Selain itu tren yang banyak terjadi pada kalangan ibu hamil adalah tidak adanya minat baca dalam mengetahui resiko yang dialami selama masa kehamilan.

Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) didukung oleh Global Affairs Canada (GAC) melalui OXFAM Indonesia telah mengimplementasikan Program POWER UP (PUP) memperkuat partisipasi perempuan dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak dengan memanfaatkan teknologi. Program POWER UP memanfaatkan teknologi untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang tepat dan bermanfaat dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Salah satunya melalui pesansuara 26 tanda bahaya kehamilan dan persalinan yang akan membantu ibu hamil dalam mengetahui resiko yang dialaminya selama masa hamil.

Untuk itu, Program POWER UP melaksanakan Workshop Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Terkait 26 Tanda Bahaya Kehamilan dan Persalinan yang diberikan kepada perwakilan Bidan Desa dan Bidan Puskesmas dan Kaukus Perempuan di Kabupaten Lombok Timur. Sehingga nantinya mereka mampu mensosialisasikan serta memfasilitasi kegiatan yang sama dengan melibatkan kader kesehatan yang ada di masing-masing desa dampingan Program POWER UP.

Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan teknis peserta dalam menggunakan sistem TIK kesehatan yang sudah dikembangkan dalam Penyampaian Informasi 26 Tanda Bahaya Kehamilan dan Persalinan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membangun komitmen Bidan untuk memanfaatkan sistem TIK dalam penyampaian informasi 26 Tanda Bahaya Kehamilan dan Persalinan khususnya di desa–desa dampingan Program POWER UP

Menurut Hj.Hartati selaku Ketua Tim Penggerak PKK Lombok Timur, zaman sekarang sudah sangat maju dengan menggunakan IT. Beliau berharap dengan adanya kegiatan ini, masyarakat di Kabupaten Lombok Timur khususnya ibu-ibu hamil dapat mengakses dan mudah mendapatkan informasi 26 Tanda Bahaya kehamilan dan persalinan. Pada intinya mari bersama-sama saling bersatu padu dan menyusun data yang valid di semua aspek. Faktanya data di tingkat desa saat ini masih banyak yang tidak valid, baik itu bidang kesehatan maupun ekonomi.”

Sementara Dr. Moh. Taqiuddin selaku Direktur KONSEPSI mengatakan, dengan adanya Workshop ini diharapkan adanya integrasi program oleh pemerintah daerah khususnya di tingkat desa. Di 16 desa dampingan Program POWER UP sudah terbentuk kaukus perempuan, sehingga diharapkan bias berkolaborasi dengan pihak –pihak desa. KONSEPSI sangat mengapresiasi keterlibatan dan kehadiran kelompok perempuan dalam workshop ini.

Diharapkan dari Workshop Pemanfaatan Teknologi dan Informasi terkait 26 Tanda Bahaya Kehamilan dan Persalinan ini, peserta dapat memahami manfaat Pesan Suara 26 Tanda Bahaya Kehamilan dan Persalinan. Lebih lanjut diharapkan peserta memahami keterkaitan TIK Power Up dengan buku KIA. Selain itu peserta diharapkan memahami dan mampu menggunakan sistem TIK yang dikembangkan melalui Program POWER UP. Adanya dukungan Bidan di desa dampingan Program POWER UP sangat diharapkan untuk memberikan edukasi kepada para kader tentang 26 Tanda Bahaya Kehamilan dan Persalinan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *