{"id":10981,"date":"2023-09-04T10:19:28","date_gmt":"2023-09-04T02:19:28","guid":{"rendered":"https:\/\/konsepsi.org\/?p=10981"},"modified":"2023-12-07T14:50:25","modified_gmt":"2023-12-07T06:50:25","slug":"puluhan-petani-sembalun-ikuti-sekolah-lapang-iklim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/puluhan-petani-sembalun-ikuti-sekolah-lapang-iklim\/","title":{"rendered":"Puluhan Petani Sembalun Ikuti Sekolah Lapang Iklim"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KONSEPSI <\/strong>&#8211; Puluhan Petani asal Sembalun mengikuti Sekolah Lapang Iklim yang diselenggarakan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) NTB bekerjasama dengan Konsorsium Untuk Studi dan Pengambanagn Partisipasi (KONSEPSI) NTB. Kegiatan ini merupakan komitmen BMKG NTB bersama KONSEPSI NTB dalam mengantisipasi dan adaptasi terhadap kejadian iklim ekstrem di sektor pertanian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekolah Lapang Iklim ini dimulai dari tahap awal, yakni penanaman, dan berlanjut hingga masa panen. Selama tiga bulan sejak Juni hingga Agustus 2023tersebut, peserta pelatihan mendapatkan pelatihan dan pelajaran mengenai strategi adaptasi pertanian yang berkelanjutan dalam menghadapi gejala perubahan cuaca yang semakin tidak menentu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hingga pada Selasa, (15\/8\/2023) proses panen ini dilakukan yang sekaligus menutup kegiatan Sekolah Lapang Iklim NTB Tahun 2023. Salah satu peserta menuturkan manfaat yang diperolehnya. Kesempatan yang tidak semua orang dapatkan ia manfaatkan untuk mengetahui lebih jauh tentang antisipasi iklim untuk sektor pertanian. \u201cterus terang kami sangat merasakan ilmu yang diberikan oleh BMKG ini\u201c ujar Waan Hadi, salah seorang petani muda asal Sembalun Bumbung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelatihan yang melibatkan berbagai pakar pertanian dan ahli iklim ini memberikan wawasan tambahan kepada para peserta mengenai teknik bertani yang lebih ramah lingkungan dan tanggap terhadap dinamika iklim.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Nasri selaku Program Manajer KONSEPSI NTB mengaku bergembira. Sebab meskipun secara program, KONSEPSI NTB di Sembalun sudah berakhir. Namun atas dukungan dan komitmen yang dilakukan oleh BMKG NTB ini, maka Sekolah Lapang Iklim NTB Tahun 2023 ini berhasil diselenggarakan di Sembalun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIlmu yang telah didapatkan sebelumnya semakin diperkuat dengan adanya Sekolah Lapang Iklim yang dilaksanakan oleh BMKG NTB ini\u201c ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Harapannya, ilmu dan pembelajaran yang telah diperoleh juga untuk disalurkan kepada masyarakat yang belum berkesempatan mengikuti kegiatan ini. Sehingga masyarakat teredukasi dan memiliki pemahaman yang sama untuk mengantisipasi dan beradaptasi terhadap kejadian iklim ekstrem di sektor pertanian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Nuga Putrantijo selaku Kepala Stasiun Klimatologi NTB menyebutkan bahwa Sekolah Lapang Iklim di Sembalun adalah salah satu yang terbaik. Hal ini karena diikuti oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, petani perempuan dan petani milenials.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSebab pertanian kita harus berkesinambungan, karena kita makan pakai apa kalau tidak ada petani. Sehingga keberadaan bapak dan ibu ini menjadi pekerjaan yang sangat mulia\u201c ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan berakhirnya Pelatihan Sekolah Lapang Iklim ini, harapannya pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh para petani dapat terus diterapkan dalam praktik pertanian mereka. Hal ini akan membantu menjaga ketahanan pangan, sekaligus memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi petani dan masyarakat.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KONSEPSI &#8211; Puluhan Petani asal Sembalun mengikuti Sekolah Lapang Iklim yang diselenggarakan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) NTB bekerjasama dengan Konsorsium Untuk Studi dan Pengambanagn Partisipasi (KONSEPSI) NTB. Kegiatan ini merupakan komitmen BMKG NTB bersama KONSEPSI NTB dalam mengantisipasi dan adaptasi terhadap kejadian iklim ekstrem di sektor pertanian. Sekolah Lapang Iklim ini dimulai dari tahap awal, yakni penanaman, dan berlanjut hingga masa panen. Selama tiga bulan sejak Juni hingga Agustus 2023tersebut, peserta pelatihan mendapatkan pelatihan dan pelajaran mengenai strategi adaptasi pertanian yang berkelanjutan dalam menghadapi gejala perubahan cuaca yang semakin tidak menentu. Hingga pada Selasa, (15\/8\/2023) proses panen ini dilakukan yang sekaligus menutup kegiatan Sekolah Lapang Iklim NTB Tahun 2023. Salah satu peserta menuturkan manfaat yang diperolehnya. Kesempatan yang tidak semua orang dapatkan ia manfaatkan untuk mengetahui lebih jauh tentang antisipasi iklim untuk sektor pertanian. \u201cterus terang kami sangat merasakan ilmu yang diberikan oleh BMKG ini\u201c ujar Waan Hadi, salah seorang petani muda asal Sembalun Bumbung. Pelatihan yang melibatkan berbagai pakar pertanian dan ahli iklim ini memberikan wawasan tambahan kepada para peserta mengenai teknik bertani yang lebih ramah lingkungan dan tanggap terhadap dinamika iklim. Sementara itu, Nasri selaku Program Manajer KONSEPSI NTB mengaku bergembira. Sebab meskipun secara program, KONSEPSI NTB di Sembalun sudah berakhir. Namun atas dukungan dan komitmen yang dilakukan oleh BMKG NTB ini, maka Sekolah Lapang Iklim NTB Tahun 2023 ini berhasil diselenggarakan di Sembalun. \u201cIlmu yang telah didapatkan sebelumnya semakin diperkuat dengan adanya Sekolah Lapang Iklim yang dilaksanakan oleh BMKG NTB ini\u201c ujarnya. Harapannya, ilmu dan pembelajaran yang telah diperoleh juga untuk disalurkan kepada masyarakat yang belum berkesempatan mengikuti kegiatan ini. Sehingga masyarakat teredukasi dan memiliki pemahaman yang sama untuk mengantisipasi dan beradaptasi terhadap kejadian iklim ekstrem di sektor pertanian. Sementara itu, Nuga Putrantijo selaku Kepala Stasiun Klimatologi NTB menyebutkan bahwa Sekolah Lapang Iklim di Sembalun adalah salah satu yang terbaik. Hal ini karena diikuti oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, petani perempuan dan petani milenials. \u201cSebab pertanian kita harus berkesinambungan, karena kita makan pakai apa kalau tidak ada petani. Sehingga keberadaan bapak dan ibu ini menjadi pekerjaan yang sangat mulia\u201c ucapnya. Dengan berakhirnya Pelatihan Sekolah Lapang Iklim ini, harapannya pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh para petani dapat terus diterapkan dalam praktik pertanian mereka. Hal ini akan membantu menjaga ketahanan pangan, sekaligus memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi petani dan masyarakat.<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":10983,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,21,32],"tags":[17],"class_list":["post-10981","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-icdrc","category-perubahan-iklim","tag-konsepsintb-icdrc-sembalunlawang-sembalunbumbung-oxfamindonesia-oxfamaustralia-lomboktimur"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Puluhan Petani Sembalun Ikuti Sekolah Lapang Iklim - KONSEPSI<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/konsepsi.org\/en\/puluhan-petani-sembalun-ikuti-sekolah-lapang-iklim\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Puluhan Petani Sembalun Ikuti Sekolah Lapang Iklim - KONSEPSI\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"KONSEPSI &#8211; Puluhan Petani asal Sembalun mengikuti Sekolah Lapang Iklim yang diselenggarakan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) NTB bekerjasama dengan Konsorsium Untuk Studi dan Pengambanagn Partisipasi (KONSEPSI) NTB. Kegiatan ini merupakan komitmen BMKG NTB bersama KONSEPSI NTB dalam mengantisipasi dan adaptasi terhadap kejadian iklim ekstrem di sektor pertanian. Sekolah Lapang Iklim ini dimulai dari tahap awal, yakni penanaman, dan berlanjut hingga masa panen. Selama tiga bulan sejak Juni hingga Agustus 2023tersebut, peserta pelatihan mendapatkan pelatihan dan pelajaran mengenai strategi adaptasi pertanian yang berkelanjutan dalam menghadapi gejala perubahan cuaca yang semakin tidak menentu. Hingga pada Selasa, (15\/8\/2023) proses panen ini dilakukan yang sekaligus menutup kegiatan Sekolah Lapang Iklim NTB Tahun 2023. Salah satu peserta menuturkan manfaat yang diperolehnya. Kesempatan yang tidak semua orang dapatkan ia manfaatkan untuk mengetahui lebih jauh tentang antisipasi iklim untuk sektor pertanian. \u201cterus terang kami sangat merasakan ilmu yang diberikan oleh BMKG ini\u201c ujar Waan Hadi, salah seorang petani muda asal Sembalun Bumbung. Pelatihan yang melibatkan berbagai pakar pertanian dan ahli iklim ini memberikan wawasan tambahan kepada para peserta mengenai teknik bertani yang lebih ramah lingkungan dan tanggap terhadap dinamika iklim. Sementara itu, Nasri selaku Program Manajer KONSEPSI NTB mengaku bergembira. Sebab meskipun secara program, KONSEPSI NTB di Sembalun sudah berakhir. Namun atas dukungan dan komitmen yang dilakukan oleh BMKG NTB ini, maka Sekolah Lapang Iklim NTB Tahun 2023 ini berhasil diselenggarakan di Sembalun. \u201cIlmu yang telah didapatkan sebelumnya semakin diperkuat dengan adanya Sekolah Lapang Iklim yang dilaksanakan oleh BMKG NTB ini\u201c ujarnya. Harapannya, ilmu dan pembelajaran yang telah diperoleh juga untuk disalurkan kepada masyarakat yang belum berkesempatan mengikuti kegiatan ini. Sehingga masyarakat teredukasi dan memiliki pemahaman yang sama untuk mengantisipasi dan beradaptasi terhadap kejadian iklim ekstrem di sektor pertanian. Sementara itu, Nuga Putrantijo selaku Kepala Stasiun Klimatologi NTB menyebutkan bahwa Sekolah Lapang Iklim di Sembalun adalah salah satu yang terbaik. Hal ini karena diikuti oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, petani perempuan dan petani milenials. \u201cSebab pertanian kita harus berkesinambungan, karena kita makan pakai apa kalau tidak ada petani. Sehingga keberadaan bapak dan ibu ini menjadi pekerjaan yang sangat mulia\u201c ucapnya. Dengan berakhirnya Pelatihan Sekolah Lapang Iklim ini, harapannya pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh para petani dapat terus diterapkan dalam praktik pertanian mereka. Hal ini akan membantu menjaga ketahanan pangan, sekaligus memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi petani dan masyarakat.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/konsepsi.org\/en\/puluhan-petani-sembalun-ikuti-sekolah-lapang-iklim\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KONSEPSI\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/web.facebook.com\/konsepsi.ntb.1\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-09-04T02:19:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-12-07T06:50:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/WhatsApp-Image-2023-08-15-at-19.16.42.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"900\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/puluhan-petani-sembalun-ikuti-sekolah-lapang-iklim\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/puluhan-petani-sembalun-ikuti-sekolah-lapang-iklim\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211\"},\"headline\":\"Puluhan Petani Sembalun Ikuti Sekolah Lapang Iklim\",\"datePublished\":\"2023-09-04T02:19:28+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-07T06:50:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/puluhan-petani-sembalun-ikuti-sekolah-lapang-iklim\\\/\"},\"wordCount\":395,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/puluhan-petani-sembalun-ikuti-sekolah-lapang-iklim\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/09\\\/WhatsApp-Image-2023-08-15-at-19.16.42.jpeg\",\"keywords\":[\"#KonsepsiNTB #ICDRC #SembalunLawang #SembalunBumbung #OxfamIndonesia #OxfamAustralia #LombokTimur\"],\"articleSection\":[\"Berita\",\"ICDRC Program\",\"Perubahan Iklim\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/puluhan-petani-sembalun-ikuti-sekolah-lapang-iklim\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/puluhan-petani-sembalun-ikuti-sekolah-lapang-iklim\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/puluhan-petani-sembalun-ikuti-sekolah-lapang-iklim\\\/\",\"name\":\"Puluhan Petani Sembalun Ikuti Sekolah Lapang Iklim - KONSEPSI\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/puluhan-petani-sembalun-ikuti-sekolah-lapang-iklim\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/puluhan-petani-sembalun-ikuti-sekolah-lapang-iklim\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/09\\\/WhatsApp-Image-2023-08-15-at-19.16.42.jpeg\",\"datePublished\":\"2023-09-04T02:19:28+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-07T06:50:25+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/puluhan-petani-sembalun-ikuti-sekolah-lapang-iklim\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/puluhan-petani-sembalun-ikuti-sekolah-lapang-iklim\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/puluhan-petani-sembalun-ikuti-sekolah-lapang-iklim\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/09\\\/WhatsApp-Image-2023-08-15-at-19.16.42.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/09\\\/WhatsApp-Image-2023-08-15-at-19.16.42.jpeg\",\"width\":1600,\"height\":900},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/puluhan-petani-sembalun-ikuti-sekolah-lapang-iklim\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Puluhan Petani Sembalun Ikuti Sekolah Lapang Iklim\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/\",\"name\":\"KONSEPSI\",\"description\":\"Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) NTB\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"KONSEPSI NTB\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#organization\",\"name\":\"KONSEPSI\",\"alternateName\":\"Konsorsium Untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/favicon-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/favicon-1.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"KONSEPSI\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/web.facebook.com\\\/konsepsi.ntb.1\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\",\"admin\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/en\\\/author\\\/admin\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Puluhan Petani Sembalun Ikuti Sekolah Lapang Iklim - KONSEPSI","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/puluhan-petani-sembalun-ikuti-sekolah-lapang-iklim\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Puluhan Petani Sembalun Ikuti Sekolah Lapang Iklim - KONSEPSI","og_description":"KONSEPSI &#8211; Puluhan Petani asal Sembalun mengikuti Sekolah Lapang Iklim yang diselenggarakan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) NTB bekerjasama dengan Konsorsium Untuk Studi dan Pengambanagn Partisipasi (KONSEPSI) NTB. Kegiatan ini merupakan komitmen BMKG NTB bersama KONSEPSI NTB dalam mengantisipasi dan adaptasi terhadap kejadian iklim ekstrem di sektor pertanian. Sekolah Lapang Iklim ini dimulai dari tahap awal, yakni penanaman, dan berlanjut hingga masa panen. Selama tiga bulan sejak Juni hingga Agustus 2023tersebut, peserta pelatihan mendapatkan pelatihan dan pelajaran mengenai strategi adaptasi pertanian yang berkelanjutan dalam menghadapi gejala perubahan cuaca yang semakin tidak menentu. Hingga pada Selasa, (15\/8\/2023) proses panen ini dilakukan yang sekaligus menutup kegiatan Sekolah Lapang Iklim NTB Tahun 2023. Salah satu peserta menuturkan manfaat yang diperolehnya. Kesempatan yang tidak semua orang dapatkan ia manfaatkan untuk mengetahui lebih jauh tentang antisipasi iklim untuk sektor pertanian. \u201cterus terang kami sangat merasakan ilmu yang diberikan oleh BMKG ini\u201c ujar Waan Hadi, salah seorang petani muda asal Sembalun Bumbung. Pelatihan yang melibatkan berbagai pakar pertanian dan ahli iklim ini memberikan wawasan tambahan kepada para peserta mengenai teknik bertani yang lebih ramah lingkungan dan tanggap terhadap dinamika iklim. Sementara itu, Nasri selaku Program Manajer KONSEPSI NTB mengaku bergembira. Sebab meskipun secara program, KONSEPSI NTB di Sembalun sudah berakhir. Namun atas dukungan dan komitmen yang dilakukan oleh BMKG NTB ini, maka Sekolah Lapang Iklim NTB Tahun 2023 ini berhasil diselenggarakan di Sembalun. \u201cIlmu yang telah didapatkan sebelumnya semakin diperkuat dengan adanya Sekolah Lapang Iklim yang dilaksanakan oleh BMKG NTB ini\u201c ujarnya. Harapannya, ilmu dan pembelajaran yang telah diperoleh juga untuk disalurkan kepada masyarakat yang belum berkesempatan mengikuti kegiatan ini. Sehingga masyarakat teredukasi dan memiliki pemahaman yang sama untuk mengantisipasi dan beradaptasi terhadap kejadian iklim ekstrem di sektor pertanian. Sementara itu, Nuga Putrantijo selaku Kepala Stasiun Klimatologi NTB menyebutkan bahwa Sekolah Lapang Iklim di Sembalun adalah salah satu yang terbaik. Hal ini karena diikuti oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, petani perempuan dan petani milenials. \u201cSebab pertanian kita harus berkesinambungan, karena kita makan pakai apa kalau tidak ada petani. Sehingga keberadaan bapak dan ibu ini menjadi pekerjaan yang sangat mulia\u201c ucapnya. Dengan berakhirnya Pelatihan Sekolah Lapang Iklim ini, harapannya pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh para petani dapat terus diterapkan dalam praktik pertanian mereka. Hal ini akan membantu menjaga ketahanan pangan, sekaligus memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi petani dan masyarakat.","og_url":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/puluhan-petani-sembalun-ikuti-sekolah-lapang-iklim\/","og_site_name":"KONSEPSI","article_publisher":"https:\/\/web.facebook.com\/konsepsi.ntb.1","article_published_time":"2023-09-04T02:19:28+00:00","article_modified_time":"2023-12-07T06:50:25+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":900,"url":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/WhatsApp-Image-2023-08-15-at-19.16.42.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/puluhan-petani-sembalun-ikuti-sekolah-lapang-iklim\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/puluhan-petani-sembalun-ikuti-sekolah-lapang-iklim\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/person\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211"},"headline":"Puluhan Petani Sembalun Ikuti Sekolah Lapang Iklim","datePublished":"2023-09-04T02:19:28+00:00","dateModified":"2023-12-07T06:50:25+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/puluhan-petani-sembalun-ikuti-sekolah-lapang-iklim\/"},"wordCount":395,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/puluhan-petani-sembalun-ikuti-sekolah-lapang-iklim\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/WhatsApp-Image-2023-08-15-at-19.16.42.jpeg","keywords":["#KonsepsiNTB #ICDRC #SembalunLawang #SembalunBumbung #OxfamIndonesia #OxfamAustralia #LombokTimur"],"articleSection":["Berita","ICDRC Program","Perubahan Iklim"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/konsepsi.org\/puluhan-petani-sembalun-ikuti-sekolah-lapang-iklim\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/puluhan-petani-sembalun-ikuti-sekolah-lapang-iklim\/","url":"https:\/\/konsepsi.org\/puluhan-petani-sembalun-ikuti-sekolah-lapang-iklim\/","name":"Puluhan Petani Sembalun Ikuti Sekolah Lapang Iklim - KONSEPSI","isPartOf":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/puluhan-petani-sembalun-ikuti-sekolah-lapang-iklim\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/puluhan-petani-sembalun-ikuti-sekolah-lapang-iklim\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/WhatsApp-Image-2023-08-15-at-19.16.42.jpeg","datePublished":"2023-09-04T02:19:28+00:00","dateModified":"2023-12-07T06:50:25+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/puluhan-petani-sembalun-ikuti-sekolah-lapang-iklim\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/konsepsi.org\/puluhan-petani-sembalun-ikuti-sekolah-lapang-iklim\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/puluhan-petani-sembalun-ikuti-sekolah-lapang-iklim\/#primaryimage","url":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/WhatsApp-Image-2023-08-15-at-19.16.42.jpeg","contentUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/WhatsApp-Image-2023-08-15-at-19.16.42.jpeg","width":1600,"height":900},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/puluhan-petani-sembalun-ikuti-sekolah-lapang-iklim\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/konsepsi.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Puluhan Petani Sembalun Ikuti Sekolah Lapang Iklim"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#website","url":"https:\/\/konsepsi.org\/","name":"KONSEPSI","description":"Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) NTB","publisher":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#organization"},"alternateName":"KONSEPSI NTB","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/konsepsi.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#organization","name":"KONSEPSI","alternateName":"Konsorsium Untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi","url":"https:\/\/konsepsi.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/favicon-1.png","contentUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/favicon-1.png","width":512,"height":512,"caption":"KONSEPSI"},"image":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/web.facebook.com\/konsepsi.ntb.1"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/person\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/konsepsi.org","admin"],"url":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10981","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10981"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10981\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10983"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10981"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10981"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10981"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}