{"id":14589,"date":"2025-08-03T17:24:10","date_gmt":"2025-08-03T09:24:10","guid":{"rendered":"https:\/\/konsepsi.org\/?p=14589"},"modified":"2025-08-12T17:26:25","modified_gmt":"2025-08-12T09:26:25","slug":"kick-off-program-i-can-act-phase-3-perkuat-ketangguhan-masyarakat-melalui-aksi-antisipasi-bencana-di-ntb","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/kick-off-program-i-can-act-phase-3-perkuat-ketangguhan-masyarakat-melalui-aksi-antisipasi-bencana-di-ntb\/","title":{"rendered":"KICK-OFF PROGRAM \u201cI CAN ACT\u201d PHASE 3: PERKUAT KETANGGUHAN MASYARAKAT MELALUI AKSI ANTISIPASI BENCANA DI NTB"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Mataram \u2013 KONSEPSI NTB bersama Yayasan Penabulu dan Oxfam, dengan dukungan Australian NGO Cooperation Program (ANCP) \u2013 Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), menggelar kegiatan Kick-Off Program Improvement for Community Anticipatory Action (I CAN ACT) Phase 3. Kegiatan ini dilaksanakan di empat desa sasaran yang tersebar di Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Barat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program I CAN ACT bertujuan mendorong penguatan sistem peringatan dini yang terhubung langsung dengan aksi nyata di tingkat komunitas. Melalui program ini, masyarakat desa diharapkan memiliki kapasitas adaptif yang lebih baik dalam menghadapi potensi bencana, dengan cara mengintegrasikan pengetahuan lokal yang mereka miliki bersama data ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pelaksanaan Kick-Off di Dua Kabupaten<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan pertama berlangsung pada 29 Juli 2025 di Kabupaten Lombok Timur, tepatnya di Desa Belanting dan Desa Obel-Obel. Kedua desa ini dikenal memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, gelombang pasang, dan angin kencang. Selanjutnya, pada 31 Juli 2025, kegiatan serupa dilaksanakan di Kabupaten Lombok Barat, mencakup Desa Taman Ayu dan Desa Dasan Geria yang juga menghadapi risiko bencana serupa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap pelaksanaan kick-off di desa dimulai dengan perkenalan program, diskusi interaktif antara fasilitator dan peserta, serta sesi penyamaan pemahaman tentang konsep Anticipatory Action (AA). Pendekatan AA menekankan intervensi sebelum bencana terjadi, berdasarkan prakiraan cuaca atau kondisi iklim yang telah divalidasi, sehingga langkah-langkah pencegahan dan mitigasi dapat dilakukan lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Ruang Konsolidasi dan Dialog Multi Pihak<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen peresmian program, tetapi juga menjadi ruang dialog strategis. Pemerintah daerah, pemerintah desa, tokoh masyarakat, kelompok perempuan, pemuda, dan pemangku kepentingan lainnya dilibatkan secara aktif. Tujuannya adalah untuk menyelaraskan pemahaman, membangun komitmen bersama, dan menyusun strategi pelaksanaan program yang sesuai dengan kebutuhan serta potensi lokal masing-masing desa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut perwakilan KONSEPSI NTB, pelibatan multi pihak sejak tahap awal sangat penting agar intervensi yang dirancang benar-benar relevan dengan konteks lokal. \u201cPendekatan antisipatif ini bukan hanya tentang merespons bencana, tapi mempersiapkan masyarakat untuk bertindak lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi ketika ancaman sudah terdeteksi,\u201d ungkap salah satu fasilitator program.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Mendorong Pembangunan Berkelanjutan dan Replikasi di Daerah Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui program ini, KONSEPSI NTB menegaskan bahwa aksi antisipatif merupakan bagian integral dari pembangunan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan mampu mengurangi risiko bencana secara signifikan, sekaligus memperkuat ketangguhan masyarakat dalam jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lebih dari itu, program ini diharapkan menjadi contoh praktik baik (best practice) yang dapat direplikasi di wilayah lain di Indonesia. Dengan menggabungkan teknologi, data ilmiah, dan kearifan lokal, masyarakat desa dapat menjadi garda terdepan dalam menghadapi bencana iklim yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim global.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">KONSEPSI NTB optimis, melalui sinergi antar pemangku kepentingan dan penerapan Anticipatory Action yang konsisten, empat desa sasaran dalam Phase 3 ini dapat menjadi model desa tangguh bencana di tingkat nasional.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mataram \u2013 KONSEPSI NTB bersama Yayasan Penabulu dan Oxfam, dengan dukungan Australian NGO Cooperation Program (ANCP) \u2013 Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), menggelar kegiatan Kick-Off Program Improvement for Community Anticipatory Action (I CAN ACT) Phase 3. Kegiatan ini dilaksanakan di empat desa sasaran yang tersebar di Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Barat. Program I CAN ACT bertujuan mendorong penguatan sistem peringatan dini yang terhubung langsung dengan aksi nyata di tingkat komunitas. Melalui program ini, masyarakat desa diharapkan memiliki kapasitas adaptif yang lebih baik dalam menghadapi potensi bencana, dengan cara mengintegrasikan pengetahuan lokal yang mereka miliki bersama data ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Pelaksanaan Kick-Off di Dua Kabupaten Kegiatan pertama berlangsung pada 29 Juli 2025 di Kabupaten Lombok Timur, tepatnya di Desa Belanting dan Desa Obel-Obel. Kedua desa ini dikenal memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, gelombang pasang, dan angin kencang. Selanjutnya, pada 31 Juli 2025, kegiatan serupa dilaksanakan di Kabupaten Lombok Barat, mencakup Desa Taman Ayu dan Desa Dasan Geria yang juga menghadapi risiko bencana serupa. Setiap pelaksanaan kick-off di desa dimulai dengan perkenalan program, diskusi interaktif antara fasilitator dan peserta, serta sesi penyamaan pemahaman tentang konsep Anticipatory Action (AA). Pendekatan AA menekankan intervensi sebelum bencana terjadi, berdasarkan prakiraan cuaca atau kondisi iklim yang telah divalidasi, sehingga langkah-langkah pencegahan dan mitigasi dapat dilakukan lebih efektif. Ruang Konsolidasi dan Dialog Multi Pihak Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen peresmian program, tetapi juga menjadi ruang dialog strategis. Pemerintah daerah, pemerintah desa, tokoh masyarakat, kelompok perempuan, pemuda, dan pemangku kepentingan lainnya dilibatkan secara aktif. Tujuannya adalah untuk menyelaraskan pemahaman, membangun komitmen bersama, dan menyusun strategi pelaksanaan program yang sesuai dengan kebutuhan serta potensi lokal masing-masing desa. Menurut perwakilan KONSEPSI NTB, pelibatan multi pihak sejak tahap awal sangat penting agar intervensi yang dirancang benar-benar relevan dengan konteks lokal. \u201cPendekatan antisipatif ini bukan hanya tentang merespons bencana, tapi mempersiapkan masyarakat untuk bertindak lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi ketika ancaman sudah terdeteksi,\u201d ungkap salah satu fasilitator program. Mendorong Pembangunan Berkelanjutan dan Replikasi di Daerah Lain Melalui program ini, KONSEPSI NTB menegaskan bahwa aksi antisipatif merupakan bagian integral dari pembangunan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan mampu mengurangi risiko bencana secara signifikan, sekaligus memperkuat ketangguhan masyarakat dalam jangka panjang. Lebih dari itu, program ini diharapkan menjadi contoh praktik baik (best practice) yang dapat direplikasi di wilayah lain di Indonesia. Dengan menggabungkan teknologi, data ilmiah, dan kearifan lokal, masyarakat desa dapat menjadi garda terdepan dalam menghadapi bencana iklim yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim global. KONSEPSI NTB optimis, melalui sinergi antar pemangku kepentingan dan penerapan Anticipatory Action yang konsisten, empat desa sasaran dalam Phase 3 ini dapat menjadi model desa tangguh bencana di tingkat nasional.<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":14590,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,117],"tags":[],"class_list":["post-14589","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-improvement-community-anticipatory-action-i-can-act"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>KICK-OFF PROGRAM \u201cI CAN ACT\u201d PHASE 3: PERKUAT KETANGGUHAN MASYARAKAT MELALUI AKSI ANTISIPASI BENCANA DI NTB - KONSEPSI<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/konsepsi.org\/en\/kick-off-program-i-can-act-phase-3-perkuat-ketangguhan-masyarakat-melalui-aksi-antisipasi-bencana-di-ntb\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"KICK-OFF PROGRAM \u201cI CAN ACT\u201d PHASE 3: PERKUAT KETANGGUHAN MASYARAKAT MELALUI AKSI ANTISIPASI BENCANA DI NTB - KONSEPSI\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mataram \u2013 KONSEPSI NTB bersama Yayasan Penabulu dan Oxfam, dengan dukungan Australian NGO Cooperation Program (ANCP) \u2013 Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), menggelar kegiatan Kick-Off Program Improvement for Community Anticipatory Action (I CAN ACT) Phase 3. Kegiatan ini dilaksanakan di empat desa sasaran yang tersebar di Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Barat. Program I CAN ACT bertujuan mendorong penguatan sistem peringatan dini yang terhubung langsung dengan aksi nyata di tingkat komunitas. Melalui program ini, masyarakat desa diharapkan memiliki kapasitas adaptif yang lebih baik dalam menghadapi potensi bencana, dengan cara mengintegrasikan pengetahuan lokal yang mereka miliki bersama data ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Pelaksanaan Kick-Off di Dua Kabupaten Kegiatan pertama berlangsung pada 29 Juli 2025 di Kabupaten Lombok Timur, tepatnya di Desa Belanting dan Desa Obel-Obel. Kedua desa ini dikenal memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, gelombang pasang, dan angin kencang. Selanjutnya, pada 31 Juli 2025, kegiatan serupa dilaksanakan di Kabupaten Lombok Barat, mencakup Desa Taman Ayu dan Desa Dasan Geria yang juga menghadapi risiko bencana serupa. Setiap pelaksanaan kick-off di desa dimulai dengan perkenalan program, diskusi interaktif antara fasilitator dan peserta, serta sesi penyamaan pemahaman tentang konsep Anticipatory Action (AA). Pendekatan AA menekankan intervensi sebelum bencana terjadi, berdasarkan prakiraan cuaca atau kondisi iklim yang telah divalidasi, sehingga langkah-langkah pencegahan dan mitigasi dapat dilakukan lebih efektif. Ruang Konsolidasi dan Dialog Multi Pihak Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen peresmian program, tetapi juga menjadi ruang dialog strategis. Pemerintah daerah, pemerintah desa, tokoh masyarakat, kelompok perempuan, pemuda, dan pemangku kepentingan lainnya dilibatkan secara aktif. Tujuannya adalah untuk menyelaraskan pemahaman, membangun komitmen bersama, dan menyusun strategi pelaksanaan program yang sesuai dengan kebutuhan serta potensi lokal masing-masing desa. Menurut perwakilan KONSEPSI NTB, pelibatan multi pihak sejak tahap awal sangat penting agar intervensi yang dirancang benar-benar relevan dengan konteks lokal. \u201cPendekatan antisipatif ini bukan hanya tentang merespons bencana, tapi mempersiapkan masyarakat untuk bertindak lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi ketika ancaman sudah terdeteksi,\u201d ungkap salah satu fasilitator program. Mendorong Pembangunan Berkelanjutan dan Replikasi di Daerah Lain Melalui program ini, KONSEPSI NTB menegaskan bahwa aksi antisipatif merupakan bagian integral dari pembangunan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan mampu mengurangi risiko bencana secara signifikan, sekaligus memperkuat ketangguhan masyarakat dalam jangka panjang. Lebih dari itu, program ini diharapkan menjadi contoh praktik baik (best practice) yang dapat direplikasi di wilayah lain di Indonesia. Dengan menggabungkan teknologi, data ilmiah, dan kearifan lokal, masyarakat desa dapat menjadi garda terdepan dalam menghadapi bencana iklim yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim global. KONSEPSI NTB optimis, melalui sinergi antar pemangku kepentingan dan penerapan Anticipatory Action yang konsisten, empat desa sasaran dalam Phase 3 ini dapat menjadi model desa tangguh bencana di tingkat nasional.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/konsepsi.org\/en\/kick-off-program-i-can-act-phase-3-perkuat-ketangguhan-masyarakat-melalui-aksi-antisipasi-bencana-di-ntb\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KONSEPSI\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/web.facebook.com\/konsepsi.ntb.1\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-03T09:24:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-12T09:26:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-12-at-17.23.32.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"743\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"529\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/kick-off-program-i-can-act-phase-3-perkuat-ketangguhan-masyarakat-melalui-aksi-antisipasi-bencana-di-ntb\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/kick-off-program-i-can-act-phase-3-perkuat-ketangguhan-masyarakat-melalui-aksi-antisipasi-bencana-di-ntb\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211\"},\"headline\":\"KICK-OFF PROGRAM \u201cI CAN ACT\u201d PHASE 3: PERKUAT KETANGGUHAN MASYARAKAT MELALUI AKSI ANTISIPASI BENCANA DI NTB\",\"datePublished\":\"2025-08-03T09:24:10+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-12T09:26:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/kick-off-program-i-can-act-phase-3-perkuat-ketangguhan-masyarakat-melalui-aksi-antisipasi-bencana-di-ntb\\\/\"},\"wordCount\":450,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/kick-off-program-i-can-act-phase-3-perkuat-ketangguhan-masyarakat-melalui-aksi-antisipasi-bencana-di-ntb\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/WhatsApp-Image-2025-08-12-at-17.23.32.jpeg\",\"articleSection\":[\"Berita\",\"Improvement Community Anticipatory Action (I CAN ACT)\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/kick-off-program-i-can-act-phase-3-perkuat-ketangguhan-masyarakat-melalui-aksi-antisipasi-bencana-di-ntb\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/kick-off-program-i-can-act-phase-3-perkuat-ketangguhan-masyarakat-melalui-aksi-antisipasi-bencana-di-ntb\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/kick-off-program-i-can-act-phase-3-perkuat-ketangguhan-masyarakat-melalui-aksi-antisipasi-bencana-di-ntb\\\/\",\"name\":\"KICK-OFF PROGRAM \u201cI CAN ACT\u201d PHASE 3: PERKUAT KETANGGUHAN MASYARAKAT MELALUI AKSI ANTISIPASI BENCANA DI NTB - KONSEPSI\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/kick-off-program-i-can-act-phase-3-perkuat-ketangguhan-masyarakat-melalui-aksi-antisipasi-bencana-di-ntb\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/kick-off-program-i-can-act-phase-3-perkuat-ketangguhan-masyarakat-melalui-aksi-antisipasi-bencana-di-ntb\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/WhatsApp-Image-2025-08-12-at-17.23.32.jpeg\",\"datePublished\":\"2025-08-03T09:24:10+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-12T09:26:25+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/kick-off-program-i-can-act-phase-3-perkuat-ketangguhan-masyarakat-melalui-aksi-antisipasi-bencana-di-ntb\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/kick-off-program-i-can-act-phase-3-perkuat-ketangguhan-masyarakat-melalui-aksi-antisipasi-bencana-di-ntb\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/kick-off-program-i-can-act-phase-3-perkuat-ketangguhan-masyarakat-melalui-aksi-antisipasi-bencana-di-ntb\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/WhatsApp-Image-2025-08-12-at-17.23.32.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/WhatsApp-Image-2025-08-12-at-17.23.32.jpeg\",\"width\":743,\"height\":529},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/kick-off-program-i-can-act-phase-3-perkuat-ketangguhan-masyarakat-melalui-aksi-antisipasi-bencana-di-ntb\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"KICK-OFF PROGRAM \u201cI CAN ACT\u201d PHASE 3: PERKUAT KETANGGUHAN MASYARAKAT MELALUI AKSI ANTISIPASI BENCANA DI NTB\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/\",\"name\":\"KONSEPSI\",\"description\":\"Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) NTB\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"KONSEPSI NTB\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#organization\",\"name\":\"KONSEPSI\",\"alternateName\":\"Konsorsium Untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/favicon-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/favicon-1.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"KONSEPSI\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/web.facebook.com\\\/konsepsi.ntb.1\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\",\"admin\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/en\\\/author\\\/admin\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"KICK-OFF PROGRAM \u201cI CAN ACT\u201d PHASE 3: PERKUAT KETANGGUHAN MASYARAKAT MELALUI AKSI ANTISIPASI BENCANA DI NTB - KONSEPSI","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/kick-off-program-i-can-act-phase-3-perkuat-ketangguhan-masyarakat-melalui-aksi-antisipasi-bencana-di-ntb\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"KICK-OFF PROGRAM \u201cI CAN ACT\u201d PHASE 3: PERKUAT KETANGGUHAN MASYARAKAT MELALUI AKSI ANTISIPASI BENCANA DI NTB - KONSEPSI","og_description":"Mataram \u2013 KONSEPSI NTB bersama Yayasan Penabulu dan Oxfam, dengan dukungan Australian NGO Cooperation Program (ANCP) \u2013 Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), menggelar kegiatan Kick-Off Program Improvement for Community Anticipatory Action (I CAN ACT) Phase 3. Kegiatan ini dilaksanakan di empat desa sasaran yang tersebar di Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Barat. Program I CAN ACT bertujuan mendorong penguatan sistem peringatan dini yang terhubung langsung dengan aksi nyata di tingkat komunitas. Melalui program ini, masyarakat desa diharapkan memiliki kapasitas adaptif yang lebih baik dalam menghadapi potensi bencana, dengan cara mengintegrasikan pengetahuan lokal yang mereka miliki bersama data ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Pelaksanaan Kick-Off di Dua Kabupaten Kegiatan pertama berlangsung pada 29 Juli 2025 di Kabupaten Lombok Timur, tepatnya di Desa Belanting dan Desa Obel-Obel. Kedua desa ini dikenal memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, gelombang pasang, dan angin kencang. Selanjutnya, pada 31 Juli 2025, kegiatan serupa dilaksanakan di Kabupaten Lombok Barat, mencakup Desa Taman Ayu dan Desa Dasan Geria yang juga menghadapi risiko bencana serupa. Setiap pelaksanaan kick-off di desa dimulai dengan perkenalan program, diskusi interaktif antara fasilitator dan peserta, serta sesi penyamaan pemahaman tentang konsep Anticipatory Action (AA). Pendekatan AA menekankan intervensi sebelum bencana terjadi, berdasarkan prakiraan cuaca atau kondisi iklim yang telah divalidasi, sehingga langkah-langkah pencegahan dan mitigasi dapat dilakukan lebih efektif. Ruang Konsolidasi dan Dialog Multi Pihak Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen peresmian program, tetapi juga menjadi ruang dialog strategis. Pemerintah daerah, pemerintah desa, tokoh masyarakat, kelompok perempuan, pemuda, dan pemangku kepentingan lainnya dilibatkan secara aktif. Tujuannya adalah untuk menyelaraskan pemahaman, membangun komitmen bersama, dan menyusun strategi pelaksanaan program yang sesuai dengan kebutuhan serta potensi lokal masing-masing desa. Menurut perwakilan KONSEPSI NTB, pelibatan multi pihak sejak tahap awal sangat penting agar intervensi yang dirancang benar-benar relevan dengan konteks lokal. \u201cPendekatan antisipatif ini bukan hanya tentang merespons bencana, tapi mempersiapkan masyarakat untuk bertindak lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi ketika ancaman sudah terdeteksi,\u201d ungkap salah satu fasilitator program. Mendorong Pembangunan Berkelanjutan dan Replikasi di Daerah Lain Melalui program ini, KONSEPSI NTB menegaskan bahwa aksi antisipatif merupakan bagian integral dari pembangunan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan mampu mengurangi risiko bencana secara signifikan, sekaligus memperkuat ketangguhan masyarakat dalam jangka panjang. Lebih dari itu, program ini diharapkan menjadi contoh praktik baik (best practice) yang dapat direplikasi di wilayah lain di Indonesia. Dengan menggabungkan teknologi, data ilmiah, dan kearifan lokal, masyarakat desa dapat menjadi garda terdepan dalam menghadapi bencana iklim yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim global. KONSEPSI NTB optimis, melalui sinergi antar pemangku kepentingan dan penerapan Anticipatory Action yang konsisten, empat desa sasaran dalam Phase 3 ini dapat menjadi model desa tangguh bencana di tingkat nasional.","og_url":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/kick-off-program-i-can-act-phase-3-perkuat-ketangguhan-masyarakat-melalui-aksi-antisipasi-bencana-di-ntb\/","og_site_name":"KONSEPSI","article_publisher":"https:\/\/web.facebook.com\/konsepsi.ntb.1","article_published_time":"2025-08-03T09:24:10+00:00","article_modified_time":"2025-08-12T09:26:25+00:00","og_image":[{"width":743,"height":529,"url":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-12-at-17.23.32.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/kick-off-program-i-can-act-phase-3-perkuat-ketangguhan-masyarakat-melalui-aksi-antisipasi-bencana-di-ntb\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/kick-off-program-i-can-act-phase-3-perkuat-ketangguhan-masyarakat-melalui-aksi-antisipasi-bencana-di-ntb\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/person\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211"},"headline":"KICK-OFF PROGRAM \u201cI CAN ACT\u201d PHASE 3: PERKUAT KETANGGUHAN MASYARAKAT MELALUI AKSI ANTISIPASI BENCANA DI NTB","datePublished":"2025-08-03T09:24:10+00:00","dateModified":"2025-08-12T09:26:25+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/kick-off-program-i-can-act-phase-3-perkuat-ketangguhan-masyarakat-melalui-aksi-antisipasi-bencana-di-ntb\/"},"wordCount":450,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/kick-off-program-i-can-act-phase-3-perkuat-ketangguhan-masyarakat-melalui-aksi-antisipasi-bencana-di-ntb\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-12-at-17.23.32.jpeg","articleSection":["Berita","Improvement Community Anticipatory Action (I CAN ACT)"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/konsepsi.org\/kick-off-program-i-can-act-phase-3-perkuat-ketangguhan-masyarakat-melalui-aksi-antisipasi-bencana-di-ntb\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/kick-off-program-i-can-act-phase-3-perkuat-ketangguhan-masyarakat-melalui-aksi-antisipasi-bencana-di-ntb\/","url":"https:\/\/konsepsi.org\/kick-off-program-i-can-act-phase-3-perkuat-ketangguhan-masyarakat-melalui-aksi-antisipasi-bencana-di-ntb\/","name":"KICK-OFF PROGRAM \u201cI CAN ACT\u201d PHASE 3: PERKUAT KETANGGUHAN MASYARAKAT MELALUI AKSI ANTISIPASI BENCANA DI NTB - KONSEPSI","isPartOf":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/kick-off-program-i-can-act-phase-3-perkuat-ketangguhan-masyarakat-melalui-aksi-antisipasi-bencana-di-ntb\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/kick-off-program-i-can-act-phase-3-perkuat-ketangguhan-masyarakat-melalui-aksi-antisipasi-bencana-di-ntb\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-12-at-17.23.32.jpeg","datePublished":"2025-08-03T09:24:10+00:00","dateModified":"2025-08-12T09:26:25+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/kick-off-program-i-can-act-phase-3-perkuat-ketangguhan-masyarakat-melalui-aksi-antisipasi-bencana-di-ntb\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/konsepsi.org\/kick-off-program-i-can-act-phase-3-perkuat-ketangguhan-masyarakat-melalui-aksi-antisipasi-bencana-di-ntb\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/kick-off-program-i-can-act-phase-3-perkuat-ketangguhan-masyarakat-melalui-aksi-antisipasi-bencana-di-ntb\/#primaryimage","url":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-12-at-17.23.32.jpeg","contentUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/WhatsApp-Image-2025-08-12-at-17.23.32.jpeg","width":743,"height":529},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/kick-off-program-i-can-act-phase-3-perkuat-ketangguhan-masyarakat-melalui-aksi-antisipasi-bencana-di-ntb\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/konsepsi.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"KICK-OFF PROGRAM \u201cI CAN ACT\u201d PHASE 3: PERKUAT KETANGGUHAN MASYARAKAT MELALUI AKSI ANTISIPASI BENCANA DI NTB"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#website","url":"https:\/\/konsepsi.org\/","name":"KONSEPSI","description":"Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) NTB","publisher":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#organization"},"alternateName":"KONSEPSI NTB","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/konsepsi.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#organization","name":"KONSEPSI","alternateName":"Konsorsium Untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi","url":"https:\/\/konsepsi.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/favicon-1.png","contentUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/favicon-1.png","width":512,"height":512,"caption":"KONSEPSI"},"image":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/web.facebook.com\/konsepsi.ntb.1"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/person\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/konsepsi.org","admin"],"url":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14589","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14589"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14589\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14591,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14589\/revisions\/14591"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14590"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14589"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14589"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14589"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}