{"id":14630,"date":"2025-07-07T06:42:57","date_gmt":"2025-07-06T22:42:57","guid":{"rendered":"https:\/\/konsepsi.org\/?p=14630"},"modified":"2025-09-11T06:52:36","modified_gmt":"2025-09-10T22:52:36","slug":"perkuat-peran-perempuan-dalam-perhutanan-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/perkuat-peran-perempuan-dalam-perhutanan-sosial\/","title":{"rendered":"Perkuat Peran Perempuan dalam Perhutanan Sosial"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Lombok Timur, 7 Juli 2025 \u2013 Perempuan memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Untuk memperkuat peran tersebut, KONSEPSI NTB melalui program Women Forest Defender menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Pemahaman Perhutanan Sosial di Sekretariat Gapoktan Wana Lestari, Desa Karang Sidemen, Lombok Timur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 25 peserta ini menghadirkan KUPS Perempuan, pendamping BPSKL, serta perwakilan Gapoktan HKm. Para peserta mendapatkan materi terkait prinsip dan kebijakan perhutanan sosial, hak serta kewajiban masyarakat, teknik pengelolaan hutan berbasis potensi lokal, hingga penguatan kelembagaan kelompok. Selain itu, turut dibahas strategi pengembangan usaha produktif yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya usaha berbasis hasil hutan bukan kayu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Perempuan dan Perhutanan Sosial<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selama ini, keterlibatan perempuan dalam pengelolaan hutan kerap dianggap terbatas. Padahal, perempuan memiliki peran strategis, mulai dari mengelola sumber daya hutan untuk kebutuhan rumah tangga hingga mengembangkan usaha kecil berbasis hasil hutan yang bernilai ekonomi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui pelatihan ini, KONSEPSI NTB ingin membuka ruang lebih luas bagi perempuan agar mampu berkontribusi dalam pengelolaan hutan sosial. Perempuan tidak hanya ditempatkan sebagai pelengkap, tetapi sebagai aktor utama yang mampu mendorong keberlanjutan usaha dan kelestarian alam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Langkah Strategis<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan ini dirancang sebagai langkah strategis untuk:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2705 Meningkatkan kapasitas kelompok perempuan dalam pengelolaan hutan sosial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2705 Mendorong pengembangan usaha berbasis hasil hutan bukan kayu yang berdaya saing.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2705 Memperkuat jejaring antara masyarakat, pendamping, dan pemangku kepentingan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan semakin kuatnya kapasitas perempuan dalam mengelola hutan, diharapkan muncul inisiatif-inisiatif baru yang tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan keluarga dan kesejahteraan masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Komitmen Bersama<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">KONSEPSI NTB menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan hutan sosial tidak lepas dari keterlibatan semua pihak, termasuk perempuan. Dengan adanya komitmen bersama, perempuan diharapkan memiliki ruang lebih besar dalam menentukan arah pengelolaan hutan, menjaga keberlanjutan sumber daya alam, serta memperkuat kemandirian ekonomi lokal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cDengan peran aktif perempuan, kita tidak hanya menjaga hutan tetap lestari, tetapi juga membangun ekonomi mandiri berbasis masyarakat,\u201d tegas perwakilan KONSEPSI NTB dalam kegiatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pelatihan ini menjadi langkah awal memperkuat jaringan antara masyarakat, pendamping, dan para pemangku kepentingan. Ke depan, KONSEPSI NTB akan terus mendorong hadirnya ruang partisipasi yang inklusif agar perhutanan sosial benar-benar memberikan manfaat bagi semua, khususnya kelompok perempuan.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lombok Timur, 7 Juli 2025 \u2013 Perempuan memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Untuk memperkuat peran tersebut, KONSEPSI NTB melalui program Women Forest Defender menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Pemahaman Perhutanan Sosial di Sekretariat Gapoktan Wana Lestari, Desa Karang Sidemen, Lombok Timur. Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 25 peserta ini menghadirkan KUPS Perempuan, pendamping BPSKL, serta perwakilan Gapoktan HKm. Para peserta mendapatkan materi terkait prinsip dan kebijakan perhutanan sosial, hak serta kewajiban masyarakat, teknik pengelolaan hutan berbasis potensi lokal, hingga penguatan kelembagaan kelompok. Selain itu, turut dibahas strategi pengembangan usaha produktif yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya usaha berbasis hasil hutan bukan kayu. Perempuan dan Perhutanan Sosial Selama ini, keterlibatan perempuan dalam pengelolaan hutan kerap dianggap terbatas. Padahal, perempuan memiliki peran strategis, mulai dari mengelola sumber daya hutan untuk kebutuhan rumah tangga hingga mengembangkan usaha kecil berbasis hasil hutan yang bernilai ekonomi. Melalui pelatihan ini, KONSEPSI NTB ingin membuka ruang lebih luas bagi perempuan agar mampu berkontribusi dalam pengelolaan hutan sosial. Perempuan tidak hanya ditempatkan sebagai pelengkap, tetapi sebagai aktor utama yang mampu mendorong keberlanjutan usaha dan kelestarian alam. Langkah Strategis Kegiatan ini dirancang sebagai langkah strategis untuk: \u2705 Meningkatkan kapasitas kelompok perempuan dalam pengelolaan hutan sosial. \u2705 Mendorong pengembangan usaha berbasis hasil hutan bukan kayu yang berdaya saing. \u2705 Memperkuat jejaring antara masyarakat, pendamping, dan pemangku kepentingan. Dengan semakin kuatnya kapasitas perempuan dalam mengelola hutan, diharapkan muncul inisiatif-inisiatif baru yang tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan keluarga dan kesejahteraan masyarakat desa. Komitmen Bersama KONSEPSI NTB menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan hutan sosial tidak lepas dari keterlibatan semua pihak, termasuk perempuan. Dengan adanya komitmen bersama, perempuan diharapkan memiliki ruang lebih besar dalam menentukan arah pengelolaan hutan, menjaga keberlanjutan sumber daya alam, serta memperkuat kemandirian ekonomi lokal. \u201cDengan peran aktif perempuan, kita tidak hanya menjaga hutan tetap lestari, tetapi juga membangun ekonomi mandiri berbasis masyarakat,\u201d tegas perwakilan KONSEPSI NTB dalam kegiatan tersebut. Pelatihan ini menjadi langkah awal memperkuat jaringan antara masyarakat, pendamping, dan para pemangku kepentingan. Ke depan, KONSEPSI NTB akan terus mendorong hadirnya ruang partisipasi yang inklusif agar perhutanan sosial benar-benar memberikan manfaat bagi semua, khususnya kelompok perempuan.<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":14631,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,142,143],"tags":[],"class_list":["post-14630","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-perhutanan-sosial","category-the-asia-fondation-taf-program"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Perkuat Peran Perempuan dalam Perhutanan Sosial - KONSEPSI<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/konsepsi.org\/en\/perkuat-peran-perempuan-dalam-perhutanan-sosial\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perkuat Peran Perempuan dalam Perhutanan Sosial - KONSEPSI\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Lombok Timur, 7 Juli 2025 \u2013 Perempuan memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Untuk memperkuat peran tersebut, KONSEPSI NTB melalui program Women Forest Defender menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Pemahaman Perhutanan Sosial di Sekretariat Gapoktan Wana Lestari, Desa Karang Sidemen, Lombok Timur. Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 25 peserta ini menghadirkan KUPS Perempuan, pendamping BPSKL, serta perwakilan Gapoktan HKm. Para peserta mendapatkan materi terkait prinsip dan kebijakan perhutanan sosial, hak serta kewajiban masyarakat, teknik pengelolaan hutan berbasis potensi lokal, hingga penguatan kelembagaan kelompok. Selain itu, turut dibahas strategi pengembangan usaha produktif yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya usaha berbasis hasil hutan bukan kayu. Perempuan dan Perhutanan Sosial Selama ini, keterlibatan perempuan dalam pengelolaan hutan kerap dianggap terbatas. Padahal, perempuan memiliki peran strategis, mulai dari mengelola sumber daya hutan untuk kebutuhan rumah tangga hingga mengembangkan usaha kecil berbasis hasil hutan yang bernilai ekonomi. Melalui pelatihan ini, KONSEPSI NTB ingin membuka ruang lebih luas bagi perempuan agar mampu berkontribusi dalam pengelolaan hutan sosial. Perempuan tidak hanya ditempatkan sebagai pelengkap, tetapi sebagai aktor utama yang mampu mendorong keberlanjutan usaha dan kelestarian alam. Langkah Strategis Kegiatan ini dirancang sebagai langkah strategis untuk: \u2705 Meningkatkan kapasitas kelompok perempuan dalam pengelolaan hutan sosial. \u2705 Mendorong pengembangan usaha berbasis hasil hutan bukan kayu yang berdaya saing. \u2705 Memperkuat jejaring antara masyarakat, pendamping, dan pemangku kepentingan. Dengan semakin kuatnya kapasitas perempuan dalam mengelola hutan, diharapkan muncul inisiatif-inisiatif baru yang tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan keluarga dan kesejahteraan masyarakat desa. Komitmen Bersama KONSEPSI NTB menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan hutan sosial tidak lepas dari keterlibatan semua pihak, termasuk perempuan. Dengan adanya komitmen bersama, perempuan diharapkan memiliki ruang lebih besar dalam menentukan arah pengelolaan hutan, menjaga keberlanjutan sumber daya alam, serta memperkuat kemandirian ekonomi lokal. \u201cDengan peran aktif perempuan, kita tidak hanya menjaga hutan tetap lestari, tetapi juga membangun ekonomi mandiri berbasis masyarakat,\u201d tegas perwakilan KONSEPSI NTB dalam kegiatan tersebut. Pelatihan ini menjadi langkah awal memperkuat jaringan antara masyarakat, pendamping, dan para pemangku kepentingan. Ke depan, KONSEPSI NTB akan terus mendorong hadirnya ruang partisipasi yang inklusif agar perhutanan sosial benar-benar memberikan manfaat bagi semua, khususnya kelompok perempuan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/konsepsi.org\/en\/perkuat-peran-perempuan-dalam-perhutanan-sosial\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KONSEPSI\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/web.facebook.com\/konsepsi.ntb.1\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-06T22:42:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-10T22:52:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-11-at-06.44.29.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"743\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"460\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/perkuat-peran-perempuan-dalam-perhutanan-sosial\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/perkuat-peran-perempuan-dalam-perhutanan-sosial\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211\"},\"headline\":\"Perkuat Peran Perempuan dalam Perhutanan Sosial\",\"datePublished\":\"2025-07-06T22:42:57+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-10T22:52:36+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/perkuat-peran-perempuan-dalam-perhutanan-sosial\\\/\"},\"wordCount\":357,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/perkuat-peran-perempuan-dalam-perhutanan-sosial\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/WhatsApp-Image-2025-09-11-at-06.44.29.jpeg\",\"articleSection\":[\"Berita\",\"Perhutanan Sosial\",\"The Asia Fondation (TAF)\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/perkuat-peran-perempuan-dalam-perhutanan-sosial\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/perkuat-peran-perempuan-dalam-perhutanan-sosial\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/perkuat-peran-perempuan-dalam-perhutanan-sosial\\\/\",\"name\":\"Perkuat Peran Perempuan dalam Perhutanan Sosial - KONSEPSI\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/perkuat-peran-perempuan-dalam-perhutanan-sosial\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/perkuat-peran-perempuan-dalam-perhutanan-sosial\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/WhatsApp-Image-2025-09-11-at-06.44.29.jpeg\",\"datePublished\":\"2025-07-06T22:42:57+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-10T22:52:36+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/perkuat-peran-perempuan-dalam-perhutanan-sosial\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/perkuat-peran-perempuan-dalam-perhutanan-sosial\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/perkuat-peran-perempuan-dalam-perhutanan-sosial\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/WhatsApp-Image-2025-09-11-at-06.44.29.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/WhatsApp-Image-2025-09-11-at-06.44.29.jpeg\",\"width\":743,\"height\":460},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/perkuat-peran-perempuan-dalam-perhutanan-sosial\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Perkuat Peran Perempuan dalam Perhutanan Sosial\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/\",\"name\":\"KONSEPSI\",\"description\":\"Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) NTB\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"KONSEPSI NTB\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#organization\",\"name\":\"KONSEPSI\",\"alternateName\":\"Konsorsium Untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/favicon-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/favicon-1.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"KONSEPSI\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/web.facebook.com\\\/konsepsi.ntb.1\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\",\"admin\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/en\\\/author\\\/admin\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perkuat Peran Perempuan dalam Perhutanan Sosial - KONSEPSI","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/perkuat-peran-perempuan-dalam-perhutanan-sosial\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Perkuat Peran Perempuan dalam Perhutanan Sosial - KONSEPSI","og_description":"Lombok Timur, 7 Juli 2025 \u2013 Perempuan memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Untuk memperkuat peran tersebut, KONSEPSI NTB melalui program Women Forest Defender menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Pemahaman Perhutanan Sosial di Sekretariat Gapoktan Wana Lestari, Desa Karang Sidemen, Lombok Timur. Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 25 peserta ini menghadirkan KUPS Perempuan, pendamping BPSKL, serta perwakilan Gapoktan HKm. Para peserta mendapatkan materi terkait prinsip dan kebijakan perhutanan sosial, hak serta kewajiban masyarakat, teknik pengelolaan hutan berbasis potensi lokal, hingga penguatan kelembagaan kelompok. Selain itu, turut dibahas strategi pengembangan usaha produktif yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya usaha berbasis hasil hutan bukan kayu. Perempuan dan Perhutanan Sosial Selama ini, keterlibatan perempuan dalam pengelolaan hutan kerap dianggap terbatas. Padahal, perempuan memiliki peran strategis, mulai dari mengelola sumber daya hutan untuk kebutuhan rumah tangga hingga mengembangkan usaha kecil berbasis hasil hutan yang bernilai ekonomi. Melalui pelatihan ini, KONSEPSI NTB ingin membuka ruang lebih luas bagi perempuan agar mampu berkontribusi dalam pengelolaan hutan sosial. Perempuan tidak hanya ditempatkan sebagai pelengkap, tetapi sebagai aktor utama yang mampu mendorong keberlanjutan usaha dan kelestarian alam. Langkah Strategis Kegiatan ini dirancang sebagai langkah strategis untuk: \u2705 Meningkatkan kapasitas kelompok perempuan dalam pengelolaan hutan sosial. \u2705 Mendorong pengembangan usaha berbasis hasil hutan bukan kayu yang berdaya saing. \u2705 Memperkuat jejaring antara masyarakat, pendamping, dan pemangku kepentingan. Dengan semakin kuatnya kapasitas perempuan dalam mengelola hutan, diharapkan muncul inisiatif-inisiatif baru yang tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan keluarga dan kesejahteraan masyarakat desa. Komitmen Bersama KONSEPSI NTB menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan hutan sosial tidak lepas dari keterlibatan semua pihak, termasuk perempuan. Dengan adanya komitmen bersama, perempuan diharapkan memiliki ruang lebih besar dalam menentukan arah pengelolaan hutan, menjaga keberlanjutan sumber daya alam, serta memperkuat kemandirian ekonomi lokal. \u201cDengan peran aktif perempuan, kita tidak hanya menjaga hutan tetap lestari, tetapi juga membangun ekonomi mandiri berbasis masyarakat,\u201d tegas perwakilan KONSEPSI NTB dalam kegiatan tersebut. Pelatihan ini menjadi langkah awal memperkuat jaringan antara masyarakat, pendamping, dan para pemangku kepentingan. Ke depan, KONSEPSI NTB akan terus mendorong hadirnya ruang partisipasi yang inklusif agar perhutanan sosial benar-benar memberikan manfaat bagi semua, khususnya kelompok perempuan.","og_url":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/perkuat-peran-perempuan-dalam-perhutanan-sosial\/","og_site_name":"KONSEPSI","article_publisher":"https:\/\/web.facebook.com\/konsepsi.ntb.1","article_published_time":"2025-07-06T22:42:57+00:00","article_modified_time":"2025-09-10T22:52:36+00:00","og_image":[{"width":743,"height":460,"url":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-11-at-06.44.29.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/perkuat-peran-perempuan-dalam-perhutanan-sosial\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/perkuat-peran-perempuan-dalam-perhutanan-sosial\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/person\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211"},"headline":"Perkuat Peran Perempuan dalam Perhutanan Sosial","datePublished":"2025-07-06T22:42:57+00:00","dateModified":"2025-09-10T22:52:36+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/perkuat-peran-perempuan-dalam-perhutanan-sosial\/"},"wordCount":357,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/perkuat-peran-perempuan-dalam-perhutanan-sosial\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-11-at-06.44.29.jpeg","articleSection":["Berita","Perhutanan Sosial","The Asia Fondation (TAF)"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/konsepsi.org\/perkuat-peran-perempuan-dalam-perhutanan-sosial\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/perkuat-peran-perempuan-dalam-perhutanan-sosial\/","url":"https:\/\/konsepsi.org\/perkuat-peran-perempuan-dalam-perhutanan-sosial\/","name":"Perkuat Peran Perempuan dalam Perhutanan Sosial - KONSEPSI","isPartOf":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/perkuat-peran-perempuan-dalam-perhutanan-sosial\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/perkuat-peran-perempuan-dalam-perhutanan-sosial\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-11-at-06.44.29.jpeg","datePublished":"2025-07-06T22:42:57+00:00","dateModified":"2025-09-10T22:52:36+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/perkuat-peran-perempuan-dalam-perhutanan-sosial\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/konsepsi.org\/perkuat-peran-perempuan-dalam-perhutanan-sosial\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/perkuat-peran-perempuan-dalam-perhutanan-sosial\/#primaryimage","url":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-11-at-06.44.29.jpeg","contentUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-11-at-06.44.29.jpeg","width":743,"height":460},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/perkuat-peran-perempuan-dalam-perhutanan-sosial\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/konsepsi.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perkuat Peran Perempuan dalam Perhutanan Sosial"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#website","url":"https:\/\/konsepsi.org\/","name":"KONSEPSI","description":"Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) NTB","publisher":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#organization"},"alternateName":"KONSEPSI NTB","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/konsepsi.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#organization","name":"KONSEPSI","alternateName":"Konsorsium Untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi","url":"https:\/\/konsepsi.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/favicon-1.png","contentUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/favicon-1.png","width":512,"height":512,"caption":"KONSEPSI"},"image":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/web.facebook.com\/konsepsi.ntb.1"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/person\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/konsepsi.org","admin"],"url":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14630","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14630"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14630\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14632,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14630\/revisions\/14632"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14631"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14630"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14630"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14630"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}