{"id":14636,"date":"2025-08-11T06:52:59","date_gmt":"2025-08-10T22:52:59","guid":{"rendered":"https:\/\/konsepsi.org\/?p=14636"},"modified":"2025-09-11T06:55:56","modified_gmt":"2025-09-10T22:55:56","slug":"konsepsi-ntb-gelar-kajian-partisipatif-kapasitas-dan-kerentanan-masyarakat-terhadap-bencana-dan-perubahan-iklim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/konsepsi-ntb-gelar-kajian-partisipatif-kapasitas-dan-kerentanan-masyarakat-terhadap-bencana-dan-perubahan-iklim\/","title":{"rendered":"KONSEPSI NTB Gelar Kajian Partisipatif Kapasitas dan Kerentanan Masyarakat terhadap Bencana dan Perubahan Iklim"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">KONSEPSI NTB bersama Yayasan Penabulu dan Oxfam, dengan dukungan Australian NGO Cooperation Program (ANCP) \u2013 Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), menggelar kegiatan Kajian Partisipatif Kapasitas dan Kerentanan Masyarakat terhadap Bencana dan Perubahan Iklim di tingkat desa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan ini berlangsung pada 8\u201310 Agustus 2025 di dua desa di Kabupaten Lombok Timur, yakni Desa Belanting dan Desa Obel-Obel. Tujuannya adalah mengidentifikasi kapasitas lokal, memetakan kerentanan, serta merumuskan langkah adaptasi masyarakat dalam menghadapi risiko bencana dan dampak perubahan iklim.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur desa, mulai dari pemerintah desa, kelompok petani, nelayan, dan peternak, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga kelompok rentan seperti perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam sambutannya di Desa Obel-Obel, Nasri selaku Koordinator Program menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat. Ia berharap kegiatan ini dapat menghasilkan dokumen kajian yang menjadi dasar lahirnya Peraturan Desa tentang penanggulangan bencana berbasis masyarakat. \u201cKajian kapasitas dan kerentanan ini akan menjadi dasar kebijakan desa dalam menyusun strategi, program, dan aktivitas untuk memperkuat ketangguhan masyarakat menghadapi bencana,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, Program Manager KONSEPSI, Rizwan Rizkiandi, dalam sambutannya di Desa Belanting, mengajak peserta untuk terlibat penuh selama kegiatan. \u201cHarapan kami, bapak-ibu dapat berpartisipasi aktif sejak hari pertama hingga akhir kegiatan. Akan ada banyak diskusi mengenai kondisi kebencanaan dan data terbaru desa. Dukungan pemerintah desa sangat penting, khususnya terkait penyediaan profil desa terkini, karena hal itu akan sangat membantu dalam penyusunan dokumen kajian kapasitas dan kerentanan, terutama dalam konteks perubahan iklim,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kepala Desa Belanting, Sukardi, menilai diskusi ini akan menjadi pijakan penting bagi kebijakan desa. \u201cPartisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar hasil kajian ini faktual, real-time, dan benar-benar mencerminkan kondisi desa serta warganya,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal senada disampaikan Sekretaris Desa Obel-Obel, Satratip. Ia menekankan bahwa bencana, khususnya banjir, tidak hanya terjadi di wilayah mereka, melainkan juga di daerah lain seperti Mataram. \u201cKami berharap kajian ini dapat mendukung pembangunan desa yang tangguh bencana dan adaptif terhadap iklim, sehingga kejadian banjir seperti tahun lalu tidak terulang kembali,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam sesi pemaparan, Saefudin Zuhri selaku fasilitator menjelaskan materi tentang bencana, perubahan iklim, dan risiko yang dihadapi Desa Obel-Obel. Ia menekankan perbedaan antara cuaca dan iklim, serta memaparkan jenis bencana terkait iklim seperti banjir, longsor, dan badai. Proses kajian dimulai dengan identifikasi ancaman, penilaian, hingga pemeringkatan ancaman untuk menentukan prioritas bahasan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selanjutnya, peserta melakukan diskusi kelompok dengan pendekatan partisipatif menggunakan sejumlah alat kajian, antara lain: Analisis Sejarah Kejadian Bencana, Kalender Musim, Analisis Mata Pencaharian, Bagan Kecenderungan dan Perubahan, Diagram Ven Relasi Sosial, Peta Risiko, Aktivitas Harian Komunitas Berbasis Gender, dan Analisis Klasifikasi Kesejahteraan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil dari kajian partisipatif ini akan dirumuskan menjadi dokumen rencana aksi masyarakat. Dokumen tersebut nantinya dapat dijadikan panduan pemerintah desa dalam menyusun kebijakan, program, dan penganggaran, serta menjadi dasar kolaborasi bersama Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) untuk menghadapi bencana di masa mendatang.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KONSEPSI NTB bersama Yayasan Penabulu dan Oxfam, dengan dukungan Australian NGO Cooperation Program (ANCP) \u2013 Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), menggelar kegiatan Kajian Partisipatif Kapasitas dan Kerentanan Masyarakat terhadap Bencana dan Perubahan Iklim di tingkat desa. Kegiatan ini berlangsung pada 8\u201310 Agustus 2025 di dua desa di Kabupaten Lombok Timur, yakni Desa Belanting dan Desa Obel-Obel. Tujuannya adalah mengidentifikasi kapasitas lokal, memetakan kerentanan, serta merumuskan langkah adaptasi masyarakat dalam menghadapi risiko bencana dan dampak perubahan iklim. Peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur desa, mulai dari pemerintah desa, kelompok petani, nelayan, dan peternak, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga kelompok rentan seperti perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas. Dalam sambutannya di Desa Obel-Obel, Nasri selaku Koordinator Program menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat. Ia berharap kegiatan ini dapat menghasilkan dokumen kajian yang menjadi dasar lahirnya Peraturan Desa tentang penanggulangan bencana berbasis masyarakat. \u201cKajian kapasitas dan kerentanan ini akan menjadi dasar kebijakan desa dalam menyusun strategi, program, dan aktivitas untuk memperkuat ketangguhan masyarakat menghadapi bencana,\u201d ujarnya. Sementara itu, Program Manager KONSEPSI, Rizwan Rizkiandi, dalam sambutannya di Desa Belanting, mengajak peserta untuk terlibat penuh selama kegiatan. \u201cHarapan kami, bapak-ibu dapat berpartisipasi aktif sejak hari pertama hingga akhir kegiatan. Akan ada banyak diskusi mengenai kondisi kebencanaan dan data terbaru desa. Dukungan pemerintah desa sangat penting, khususnya terkait penyediaan profil desa terkini, karena hal itu akan sangat membantu dalam penyusunan dokumen kajian kapasitas dan kerentanan, terutama dalam konteks perubahan iklim,\u201d katanya. Kepala Desa Belanting, Sukardi, menilai diskusi ini akan menjadi pijakan penting bagi kebijakan desa. \u201cPartisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar hasil kajian ini faktual, real-time, dan benar-benar mencerminkan kondisi desa serta warganya,\u201d tegasnya. Hal senada disampaikan Sekretaris Desa Obel-Obel, Satratip. Ia menekankan bahwa bencana, khususnya banjir, tidak hanya terjadi di wilayah mereka, melainkan juga di daerah lain seperti Mataram. \u201cKami berharap kajian ini dapat mendukung pembangunan desa yang tangguh bencana dan adaptif terhadap iklim, sehingga kejadian banjir seperti tahun lalu tidak terulang kembali,\u201d ungkapnya. Dalam sesi pemaparan, Saefudin Zuhri selaku fasilitator menjelaskan materi tentang bencana, perubahan iklim, dan risiko yang dihadapi Desa Obel-Obel. Ia menekankan perbedaan antara cuaca dan iklim, serta memaparkan jenis bencana terkait iklim seperti banjir, longsor, dan badai. Proses kajian dimulai dengan identifikasi ancaman, penilaian, hingga pemeringkatan ancaman untuk menentukan prioritas bahasan. Selanjutnya, peserta melakukan diskusi kelompok dengan pendekatan partisipatif menggunakan sejumlah alat kajian, antara lain: Analisis Sejarah Kejadian Bencana, Kalender Musim, Analisis Mata Pencaharian, Bagan Kecenderungan dan Perubahan, Diagram Ven Relasi Sosial, Peta Risiko, Aktivitas Harian Komunitas Berbasis Gender, dan Analisis Klasifikasi Kesejahteraan. Hasil dari kajian partisipatif ini akan dirumuskan menjadi dokumen rencana aksi masyarakat. Dokumen tersebut nantinya dapat dijadikan panduan pemerintah desa dalam menyusun kebijakan, program, dan penganggaran, serta menjadi dasar kolaborasi bersama Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) untuk menghadapi bencana di masa mendatang.<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":14637,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,117,146,147,32],"tags":[],"class_list":["post-14636","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-improvement-community-anticipatory-action-i-can-act","category-kebencanaan","category-kesiapsigaan-bencana","category-perubahan-iklim"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>KONSEPSI NTB Gelar Kajian Partisipatif Kapasitas dan Kerentanan Masyarakat terhadap Bencana dan Perubahan Iklim - KONSEPSI<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/konsepsi.org\/en\/konsepsi-ntb-gelar-kajian-partisipatif-kapasitas-dan-kerentanan-masyarakat-terhadap-bencana-dan-perubahan-iklim\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"KONSEPSI NTB Gelar Kajian Partisipatif Kapasitas dan Kerentanan Masyarakat terhadap Bencana dan Perubahan Iklim - KONSEPSI\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"KONSEPSI NTB bersama Yayasan Penabulu dan Oxfam, dengan dukungan Australian NGO Cooperation Program (ANCP) \u2013 Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), menggelar kegiatan Kajian Partisipatif Kapasitas dan Kerentanan Masyarakat terhadap Bencana dan Perubahan Iklim di tingkat desa. Kegiatan ini berlangsung pada 8\u201310 Agustus 2025 di dua desa di Kabupaten Lombok Timur, yakni Desa Belanting dan Desa Obel-Obel. Tujuannya adalah mengidentifikasi kapasitas lokal, memetakan kerentanan, serta merumuskan langkah adaptasi masyarakat dalam menghadapi risiko bencana dan dampak perubahan iklim. Peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur desa, mulai dari pemerintah desa, kelompok petani, nelayan, dan peternak, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga kelompok rentan seperti perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas. Dalam sambutannya di Desa Obel-Obel, Nasri selaku Koordinator Program menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat. Ia berharap kegiatan ini dapat menghasilkan dokumen kajian yang menjadi dasar lahirnya Peraturan Desa tentang penanggulangan bencana berbasis masyarakat. \u201cKajian kapasitas dan kerentanan ini akan menjadi dasar kebijakan desa dalam menyusun strategi, program, dan aktivitas untuk memperkuat ketangguhan masyarakat menghadapi bencana,\u201d ujarnya. Sementara itu, Program Manager KONSEPSI, Rizwan Rizkiandi, dalam sambutannya di Desa Belanting, mengajak peserta untuk terlibat penuh selama kegiatan. \u201cHarapan kami, bapak-ibu dapat berpartisipasi aktif sejak hari pertama hingga akhir kegiatan. Akan ada banyak diskusi mengenai kondisi kebencanaan dan data terbaru desa. Dukungan pemerintah desa sangat penting, khususnya terkait penyediaan profil desa terkini, karena hal itu akan sangat membantu dalam penyusunan dokumen kajian kapasitas dan kerentanan, terutama dalam konteks perubahan iklim,\u201d katanya. Kepala Desa Belanting, Sukardi, menilai diskusi ini akan menjadi pijakan penting bagi kebijakan desa. \u201cPartisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar hasil kajian ini faktual, real-time, dan benar-benar mencerminkan kondisi desa serta warganya,\u201d tegasnya. Hal senada disampaikan Sekretaris Desa Obel-Obel, Satratip. Ia menekankan bahwa bencana, khususnya banjir, tidak hanya terjadi di wilayah mereka, melainkan juga di daerah lain seperti Mataram. \u201cKami berharap kajian ini dapat mendukung pembangunan desa yang tangguh bencana dan adaptif terhadap iklim, sehingga kejadian banjir seperti tahun lalu tidak terulang kembali,\u201d ungkapnya. Dalam sesi pemaparan, Saefudin Zuhri selaku fasilitator menjelaskan materi tentang bencana, perubahan iklim, dan risiko yang dihadapi Desa Obel-Obel. Ia menekankan perbedaan antara cuaca dan iklim, serta memaparkan jenis bencana terkait iklim seperti banjir, longsor, dan badai. Proses kajian dimulai dengan identifikasi ancaman, penilaian, hingga pemeringkatan ancaman untuk menentukan prioritas bahasan. Selanjutnya, peserta melakukan diskusi kelompok dengan pendekatan partisipatif menggunakan sejumlah alat kajian, antara lain: Analisis Sejarah Kejadian Bencana, Kalender Musim, Analisis Mata Pencaharian, Bagan Kecenderungan dan Perubahan, Diagram Ven Relasi Sosial, Peta Risiko, Aktivitas Harian Komunitas Berbasis Gender, dan Analisis Klasifikasi Kesejahteraan. Hasil dari kajian partisipatif ini akan dirumuskan menjadi dokumen rencana aksi masyarakat. Dokumen tersebut nantinya dapat dijadikan panduan pemerintah desa dalam menyusun kebijakan, program, dan penganggaran, serta menjadi dasar kolaborasi bersama Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) untuk menghadapi bencana di masa mendatang.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/konsepsi.org\/en\/konsepsi-ntb-gelar-kajian-partisipatif-kapasitas-dan-kerentanan-masyarakat-terhadap-bencana-dan-perubahan-iklim\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KONSEPSI\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/web.facebook.com\/konsepsi.ntb.1\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-10T22:52:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-10T22:55:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-08-28-at-19.02.26.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-gelar-kajian-partisipatif-kapasitas-dan-kerentanan-masyarakat-terhadap-bencana-dan-perubahan-iklim\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-gelar-kajian-partisipatif-kapasitas-dan-kerentanan-masyarakat-terhadap-bencana-dan-perubahan-iklim\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211\"},\"headline\":\"KONSEPSI NTB Gelar Kajian Partisipatif Kapasitas dan Kerentanan Masyarakat terhadap Bencana dan Perubahan Iklim\",\"datePublished\":\"2025-08-10T22:52:59+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-10T22:55:56+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-gelar-kajian-partisipatif-kapasitas-dan-kerentanan-masyarakat-terhadap-bencana-dan-perubahan-iklim\\\/\"},\"wordCount\":465,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-gelar-kajian-partisipatif-kapasitas-dan-kerentanan-masyarakat-terhadap-bencana-dan-perubahan-iklim\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/WhatsApp-Image-2025-08-28-at-19.02.26.jpeg\",\"articleSection\":[\"Berita\",\"Improvement Community Anticipatory Action (I CAN ACT)\",\"Kebencanaan\",\"Kesiapsigaan Bencana\",\"Perubahan Iklim\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-gelar-kajian-partisipatif-kapasitas-dan-kerentanan-masyarakat-terhadap-bencana-dan-perubahan-iklim\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-gelar-kajian-partisipatif-kapasitas-dan-kerentanan-masyarakat-terhadap-bencana-dan-perubahan-iklim\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-gelar-kajian-partisipatif-kapasitas-dan-kerentanan-masyarakat-terhadap-bencana-dan-perubahan-iklim\\\/\",\"name\":\"KONSEPSI NTB Gelar Kajian Partisipatif Kapasitas dan Kerentanan Masyarakat terhadap Bencana dan Perubahan Iklim - KONSEPSI\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-gelar-kajian-partisipatif-kapasitas-dan-kerentanan-masyarakat-terhadap-bencana-dan-perubahan-iklim\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-gelar-kajian-partisipatif-kapasitas-dan-kerentanan-masyarakat-terhadap-bencana-dan-perubahan-iklim\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/WhatsApp-Image-2025-08-28-at-19.02.26.jpeg\",\"datePublished\":\"2025-08-10T22:52:59+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-10T22:55:56+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-gelar-kajian-partisipatif-kapasitas-dan-kerentanan-masyarakat-terhadap-bencana-dan-perubahan-iklim\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-gelar-kajian-partisipatif-kapasitas-dan-kerentanan-masyarakat-terhadap-bencana-dan-perubahan-iklim\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-gelar-kajian-partisipatif-kapasitas-dan-kerentanan-masyarakat-terhadap-bencana-dan-perubahan-iklim\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/WhatsApp-Image-2025-08-28-at-19.02.26.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/WhatsApp-Image-2025-08-28-at-19.02.26.jpeg\",\"width\":1600,\"height\":1600},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-gelar-kajian-partisipatif-kapasitas-dan-kerentanan-masyarakat-terhadap-bencana-dan-perubahan-iklim\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"KONSEPSI NTB Gelar Kajian Partisipatif Kapasitas dan Kerentanan Masyarakat terhadap Bencana dan Perubahan Iklim\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/\",\"name\":\"KONSEPSI\",\"description\":\"Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) NTB\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"KONSEPSI NTB\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#organization\",\"name\":\"KONSEPSI\",\"alternateName\":\"Konsorsium Untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/favicon-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/favicon-1.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"KONSEPSI\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/web.facebook.com\\\/konsepsi.ntb.1\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\",\"admin\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/en\\\/author\\\/admin\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"KONSEPSI NTB Gelar Kajian Partisipatif Kapasitas dan Kerentanan Masyarakat terhadap Bencana dan Perubahan Iklim - KONSEPSI","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/konsepsi-ntb-gelar-kajian-partisipatif-kapasitas-dan-kerentanan-masyarakat-terhadap-bencana-dan-perubahan-iklim\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"KONSEPSI NTB Gelar Kajian Partisipatif Kapasitas dan Kerentanan Masyarakat terhadap Bencana dan Perubahan Iklim - KONSEPSI","og_description":"KONSEPSI NTB bersama Yayasan Penabulu dan Oxfam, dengan dukungan Australian NGO Cooperation Program (ANCP) \u2013 Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), menggelar kegiatan Kajian Partisipatif Kapasitas dan Kerentanan Masyarakat terhadap Bencana dan Perubahan Iklim di tingkat desa. Kegiatan ini berlangsung pada 8\u201310 Agustus 2025 di dua desa di Kabupaten Lombok Timur, yakni Desa Belanting dan Desa Obel-Obel. Tujuannya adalah mengidentifikasi kapasitas lokal, memetakan kerentanan, serta merumuskan langkah adaptasi masyarakat dalam menghadapi risiko bencana dan dampak perubahan iklim. Peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur desa, mulai dari pemerintah desa, kelompok petani, nelayan, dan peternak, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga kelompok rentan seperti perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas. Dalam sambutannya di Desa Obel-Obel, Nasri selaku Koordinator Program menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat. Ia berharap kegiatan ini dapat menghasilkan dokumen kajian yang menjadi dasar lahirnya Peraturan Desa tentang penanggulangan bencana berbasis masyarakat. \u201cKajian kapasitas dan kerentanan ini akan menjadi dasar kebijakan desa dalam menyusun strategi, program, dan aktivitas untuk memperkuat ketangguhan masyarakat menghadapi bencana,\u201d ujarnya. Sementara itu, Program Manager KONSEPSI, Rizwan Rizkiandi, dalam sambutannya di Desa Belanting, mengajak peserta untuk terlibat penuh selama kegiatan. \u201cHarapan kami, bapak-ibu dapat berpartisipasi aktif sejak hari pertama hingga akhir kegiatan. Akan ada banyak diskusi mengenai kondisi kebencanaan dan data terbaru desa. Dukungan pemerintah desa sangat penting, khususnya terkait penyediaan profil desa terkini, karena hal itu akan sangat membantu dalam penyusunan dokumen kajian kapasitas dan kerentanan, terutama dalam konteks perubahan iklim,\u201d katanya. Kepala Desa Belanting, Sukardi, menilai diskusi ini akan menjadi pijakan penting bagi kebijakan desa. \u201cPartisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar hasil kajian ini faktual, real-time, dan benar-benar mencerminkan kondisi desa serta warganya,\u201d tegasnya. Hal senada disampaikan Sekretaris Desa Obel-Obel, Satratip. Ia menekankan bahwa bencana, khususnya banjir, tidak hanya terjadi di wilayah mereka, melainkan juga di daerah lain seperti Mataram. \u201cKami berharap kajian ini dapat mendukung pembangunan desa yang tangguh bencana dan adaptif terhadap iklim, sehingga kejadian banjir seperti tahun lalu tidak terulang kembali,\u201d ungkapnya. Dalam sesi pemaparan, Saefudin Zuhri selaku fasilitator menjelaskan materi tentang bencana, perubahan iklim, dan risiko yang dihadapi Desa Obel-Obel. Ia menekankan perbedaan antara cuaca dan iklim, serta memaparkan jenis bencana terkait iklim seperti banjir, longsor, dan badai. Proses kajian dimulai dengan identifikasi ancaman, penilaian, hingga pemeringkatan ancaman untuk menentukan prioritas bahasan. Selanjutnya, peserta melakukan diskusi kelompok dengan pendekatan partisipatif menggunakan sejumlah alat kajian, antara lain: Analisis Sejarah Kejadian Bencana, Kalender Musim, Analisis Mata Pencaharian, Bagan Kecenderungan dan Perubahan, Diagram Ven Relasi Sosial, Peta Risiko, Aktivitas Harian Komunitas Berbasis Gender, dan Analisis Klasifikasi Kesejahteraan. Hasil dari kajian partisipatif ini akan dirumuskan menjadi dokumen rencana aksi masyarakat. Dokumen tersebut nantinya dapat dijadikan panduan pemerintah desa dalam menyusun kebijakan, program, dan penganggaran, serta menjadi dasar kolaborasi bersama Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) untuk menghadapi bencana di masa mendatang.","og_url":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/konsepsi-ntb-gelar-kajian-partisipatif-kapasitas-dan-kerentanan-masyarakat-terhadap-bencana-dan-perubahan-iklim\/","og_site_name":"KONSEPSI","article_publisher":"https:\/\/web.facebook.com\/konsepsi.ntb.1","article_published_time":"2025-08-10T22:52:59+00:00","article_modified_time":"2025-09-10T22:55:56+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":1600,"url":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-08-28-at-19.02.26.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-gelar-kajian-partisipatif-kapasitas-dan-kerentanan-masyarakat-terhadap-bencana-dan-perubahan-iklim\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-gelar-kajian-partisipatif-kapasitas-dan-kerentanan-masyarakat-terhadap-bencana-dan-perubahan-iklim\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/person\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211"},"headline":"KONSEPSI NTB Gelar Kajian Partisipatif Kapasitas dan Kerentanan Masyarakat terhadap Bencana dan Perubahan Iklim","datePublished":"2025-08-10T22:52:59+00:00","dateModified":"2025-09-10T22:55:56+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-gelar-kajian-partisipatif-kapasitas-dan-kerentanan-masyarakat-terhadap-bencana-dan-perubahan-iklim\/"},"wordCount":465,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-gelar-kajian-partisipatif-kapasitas-dan-kerentanan-masyarakat-terhadap-bencana-dan-perubahan-iklim\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-08-28-at-19.02.26.jpeg","articleSection":["Berita","Improvement Community Anticipatory Action (I CAN ACT)","Kebencanaan","Kesiapsigaan Bencana","Perubahan Iklim"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-gelar-kajian-partisipatif-kapasitas-dan-kerentanan-masyarakat-terhadap-bencana-dan-perubahan-iklim\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-gelar-kajian-partisipatif-kapasitas-dan-kerentanan-masyarakat-terhadap-bencana-dan-perubahan-iklim\/","url":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-gelar-kajian-partisipatif-kapasitas-dan-kerentanan-masyarakat-terhadap-bencana-dan-perubahan-iklim\/","name":"KONSEPSI NTB Gelar Kajian Partisipatif Kapasitas dan Kerentanan Masyarakat terhadap Bencana dan Perubahan Iklim - KONSEPSI","isPartOf":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-gelar-kajian-partisipatif-kapasitas-dan-kerentanan-masyarakat-terhadap-bencana-dan-perubahan-iklim\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-gelar-kajian-partisipatif-kapasitas-dan-kerentanan-masyarakat-terhadap-bencana-dan-perubahan-iklim\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-08-28-at-19.02.26.jpeg","datePublished":"2025-08-10T22:52:59+00:00","dateModified":"2025-09-10T22:55:56+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-gelar-kajian-partisipatif-kapasitas-dan-kerentanan-masyarakat-terhadap-bencana-dan-perubahan-iklim\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-gelar-kajian-partisipatif-kapasitas-dan-kerentanan-masyarakat-terhadap-bencana-dan-perubahan-iklim\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-gelar-kajian-partisipatif-kapasitas-dan-kerentanan-masyarakat-terhadap-bencana-dan-perubahan-iklim\/#primaryimage","url":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-08-28-at-19.02.26.jpeg","contentUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-08-28-at-19.02.26.jpeg","width":1600,"height":1600},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-gelar-kajian-partisipatif-kapasitas-dan-kerentanan-masyarakat-terhadap-bencana-dan-perubahan-iklim\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/konsepsi.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"KONSEPSI NTB Gelar Kajian Partisipatif Kapasitas dan Kerentanan Masyarakat terhadap Bencana dan Perubahan Iklim"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#website","url":"https:\/\/konsepsi.org\/","name":"KONSEPSI","description":"Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) NTB","publisher":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#organization"},"alternateName":"KONSEPSI NTB","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/konsepsi.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#organization","name":"KONSEPSI","alternateName":"Konsorsium Untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi","url":"https:\/\/konsepsi.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/favicon-1.png","contentUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/favicon-1.png","width":512,"height":512,"caption":"KONSEPSI"},"image":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/web.facebook.com\/konsepsi.ntb.1"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/person\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/konsepsi.org","admin"],"url":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14636","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14636"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14636\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14638,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14636\/revisions\/14638"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14637"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14636"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14636"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14636"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}