{"id":14722,"date":"2025-09-12T10:58:00","date_gmt":"2025-09-12T02:58:00","guid":{"rendered":"https:\/\/konsepsi.org\/?p=14722"},"modified":"2025-09-29T11:26:03","modified_gmt":"2025-09-29T03:26:03","slug":"konsepsi-ntb-gelar-review-protokol-aksi-antisipasi-bencana-banjir-tingkat-desa-di-lombok-timur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/konsepsi-ntb-gelar-review-protokol-aksi-antisipasi-bencana-banjir-tingkat-desa-di-lombok-timur\/","title":{"rendered":"KONSEPSI NTB Gelar Review Protokol Aksi Antisipasi Bencana Banjir Tingkat Desa di Lombok Timur"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Lombok Timur, 10 September 2025<\/strong> \u2013 Dalam upaya meningkatkan ketangguhan masyarakat terhadap risiko bencana banjir, <strong>Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) NTB<\/strong> bersama <strong>Yayasan Penabulu<\/strong> dan <strong>Oxfam<\/strong>, dengan dukungan dari <strong>Australia NGO Cooperation Program (ANCP) \u2013 DFAT<\/strong>, menyelenggarakan kegiatan <strong>Review Protokol Aksi Antisipasi Bencana (Early Warning Early Action\/EWEA)<\/strong> di <strong>Desa Obel-obel<\/strong> dan <strong>Desa Belanting<\/strong>, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tujuan Review Protokol Antisipasi Bencana Banjir<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan ini bertujuan untuk:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Meninjau ulang <strong>trigger<\/strong> (pemicu) dan <strong>threshold<\/strong> (ambang batas) banjir yang telah ditetapkan dalam protokol.<\/li>\n\n\n\n<li>Memastikan aksi-aksi yang dirancang tetap relevan, dapat diimplementasikan, dan sesuai dengan kebutuhan lokal masyarakat desa.<\/li>\n\n\n\n<li>Meningkatkan <strong>kapasitas kesiapsiagaan masyarakat desa<\/strong> dalam menghadapi potensi bencana, khususnya saat musim hujan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pendekatan Partisipatif untuk Desa Tangguh Bencana<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui pendekatan <strong>partisipatif<\/strong>, kegiatan ini melibatkan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pemerintah desa.<\/li>\n\n\n\n<li>Perwakilan kelompok masyarakat.<\/li>\n\n\n\n<li>Lembaga lokal, seperti kelompok relawan dan organisasi masyarakat sipil.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Diskusi yang terbuka dan interaktif memungkinkan berbagai pihak menyampaikan pengalaman, tantangan di lapangan, serta usulan konkret untuk perbaikan protokol. Hal ini memperkuat <strong>rasa kepemilikan (sense of ownership)<\/strong> masyarakat terhadap dokumen protokol bencana.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>\u201cReview protokol ini penting dilakukan secara berkala agar langkah-langkah antisipasi banjir benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan dan menjadi acuan tindakan cepat saat terjadi ancaman bencana,\u201d<\/em> ujar salah satu fasilitator.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Meningkatkan Pemahaman Sistem Peringatan Dini (Early Warning System)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam forum ini, masyarakat desa juga mendapatkan penguatan pemahaman tentang pentingnya memiliki sistem peringatan dini yang <strong>sederhana namun efektif<\/strong>. Melalui sesi simulasi dan diskusi kelompok, warga diajak untuk:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mengenali tanda-tanda awal potensi banjir.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengambil tindakan cepat dan terorganisir untuk mengurangi risiko kerugian.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kolaborasi Lintas Sektor dan Peran Kelompok Strategis Desa<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan review protokol ini juga menekankan pentingnya <strong>koordinasi lintas sektor<\/strong> dalam menghadapi bencana, terutama banjir. Turut hadir dalam kegiatan ini:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Organisasi masyarakat lokal.<\/li>\n\n\n\n<li>Kelompok relawan desa.<\/li>\n\n\n\n<li>Perwakilan <strong>pemuda, perempuan, dan tokoh adat<\/strong>.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Partisipasi aktif kelompok strategis ini dinilai sangat penting dalam membangun budaya kesiapsiagaan, karena mereka memiliki pengaruh besar dalam menggerakkan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Komitmen Berkelanjutan untuk Penguatan Protokol Bencana Berbasis Komunitas<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">KONSEPSI NTB bersama mitra berkomitmen untuk terus mendampingi desa-desa dalam menyempurnakan dan mengimplementasikan <strong>protokol antisipasi bencana berbasis komunitas<\/strong>. Harapannya, protokol tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi juga menjadi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Panduan praktis saat situasi darurat terjadi.<\/li>\n\n\n\n<li>Alat bantu keputusan bagi masyarakat dan pemerintah desa dalam merespons potensi banjir.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Menuju Desa Tangguh Bencana di Lombok Timur dan NTB<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan adanya kegiatan <strong>review protokol EWEA<\/strong> ini, Desa Obel-obel dan Belanting diharapkan dapat menjadi contoh baik (<strong>best practice<\/strong>) dalam pengembangan sistem antisipasi bencana berbasis masyarakat. Ke depan, praktik baik ini juga dapat:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Direplikasi di desa-desa lain di Lombok Timur.<\/li>\n\n\n\n<li>Diperluas ke wilayah lain di Provinsi Nusa Tenggara Barat.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Langkah ini sejalan dengan visi bersama untuk membangun <strong>komunitas tangguh bencana<\/strong>, yang adaptif, mandiri, dan siap menghadapi tantangan iklim di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lombok Timur, 10 September 2025 \u2013 Dalam upaya meningkatkan ketangguhan masyarakat terhadap risiko bencana banjir, Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) NTB bersama Yayasan Penabulu dan Oxfam, dengan dukungan dari Australia NGO Cooperation Program (ANCP) \u2013 DFAT, menyelenggarakan kegiatan Review Protokol Aksi Antisipasi Bencana (Early Warning Early Action\/EWEA) di Desa Obel-obel dan Desa Belanting, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Tujuan Review Protokol Antisipasi Bencana Banjir Kegiatan ini bertujuan untuk: Pendekatan Partisipatif untuk Desa Tangguh Bencana Melalui pendekatan partisipatif, kegiatan ini melibatkan: Diskusi yang terbuka dan interaktif memungkinkan berbagai pihak menyampaikan pengalaman, tantangan di lapangan, serta usulan konkret untuk perbaikan protokol. Hal ini memperkuat rasa kepemilikan (sense of ownership) masyarakat terhadap dokumen protokol bencana. \u201cReview protokol ini penting dilakukan secara berkala agar langkah-langkah antisipasi banjir benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan dan menjadi acuan tindakan cepat saat terjadi ancaman bencana,\u201d ujar salah satu fasilitator. Meningkatkan Pemahaman Sistem Peringatan Dini (Early Warning System) Dalam forum ini, masyarakat desa juga mendapatkan penguatan pemahaman tentang pentingnya memiliki sistem peringatan dini yang sederhana namun efektif. Melalui sesi simulasi dan diskusi kelompok, warga diajak untuk: Kolaborasi Lintas Sektor dan Peran Kelompok Strategis Desa Kegiatan review protokol ini juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menghadapi bencana, terutama banjir. Turut hadir dalam kegiatan ini: Partisipasi aktif kelompok strategis ini dinilai sangat penting dalam membangun budaya kesiapsiagaan, karena mereka memiliki pengaruh besar dalam menggerakkan masyarakat. Komitmen Berkelanjutan untuk Penguatan Protokol Bencana Berbasis Komunitas KONSEPSI NTB bersama mitra berkomitmen untuk terus mendampingi desa-desa dalam menyempurnakan dan mengimplementasikan protokol antisipasi bencana berbasis komunitas. Harapannya, protokol tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi juga menjadi: Menuju Desa Tangguh Bencana di Lombok Timur dan NTB Dengan adanya kegiatan review protokol EWEA ini, Desa Obel-obel dan Belanting diharapkan dapat menjadi contoh baik (best practice) dalam pengembangan sistem antisipasi bencana berbasis masyarakat. Ke depan, praktik baik ini juga dapat: Langkah ini sejalan dengan visi bersama untuk membangun komunitas tangguh bencana, yang adaptif, mandiri, dan siap menghadapi tantangan iklim di masa depan.<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":14723,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,34,117,146,147],"tags":[],"class_list":["post-14722","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-desa-tangguh-bencana","category-improvement-community-anticipatory-action-i-can-act","category-kebencanaan","category-kesiapsigaan-bencana"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>KONSEPSI NTB Gelar Review Protokol Aksi Antisipasi Bencana Banjir Tingkat Desa di Lombok Timur - KONSEPSI<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/konsepsi.org\/en\/konsepsi-ntb-gelar-review-protokol-aksi-antisipasi-bencana-banjir-tingkat-desa-di-lombok-timur\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"KONSEPSI NTB Gelar Review Protokol Aksi Antisipasi Bencana Banjir Tingkat Desa di Lombok Timur - KONSEPSI\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Lombok Timur, 10 September 2025 \u2013 Dalam upaya meningkatkan ketangguhan masyarakat terhadap risiko bencana banjir, Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) NTB bersama Yayasan Penabulu dan Oxfam, dengan dukungan dari Australia NGO Cooperation Program (ANCP) \u2013 DFAT, menyelenggarakan kegiatan Review Protokol Aksi Antisipasi Bencana (Early Warning Early Action\/EWEA) di Desa Obel-obel dan Desa Belanting, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Tujuan Review Protokol Antisipasi Bencana Banjir Kegiatan ini bertujuan untuk: Pendekatan Partisipatif untuk Desa Tangguh Bencana Melalui pendekatan partisipatif, kegiatan ini melibatkan: Diskusi yang terbuka dan interaktif memungkinkan berbagai pihak menyampaikan pengalaman, tantangan di lapangan, serta usulan konkret untuk perbaikan protokol. Hal ini memperkuat rasa kepemilikan (sense of ownership) masyarakat terhadap dokumen protokol bencana. \u201cReview protokol ini penting dilakukan secara berkala agar langkah-langkah antisipasi banjir benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan dan menjadi acuan tindakan cepat saat terjadi ancaman bencana,\u201d ujar salah satu fasilitator. Meningkatkan Pemahaman Sistem Peringatan Dini (Early Warning System) Dalam forum ini, masyarakat desa juga mendapatkan penguatan pemahaman tentang pentingnya memiliki sistem peringatan dini yang sederhana namun efektif. Melalui sesi simulasi dan diskusi kelompok, warga diajak untuk: Kolaborasi Lintas Sektor dan Peran Kelompok Strategis Desa Kegiatan review protokol ini juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menghadapi bencana, terutama banjir. Turut hadir dalam kegiatan ini: Partisipasi aktif kelompok strategis ini dinilai sangat penting dalam membangun budaya kesiapsiagaan, karena mereka memiliki pengaruh besar dalam menggerakkan masyarakat. Komitmen Berkelanjutan untuk Penguatan Protokol Bencana Berbasis Komunitas KONSEPSI NTB bersama mitra berkomitmen untuk terus mendampingi desa-desa dalam menyempurnakan dan mengimplementasikan protokol antisipasi bencana berbasis komunitas. Harapannya, protokol tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi juga menjadi: Menuju Desa Tangguh Bencana di Lombok Timur dan NTB Dengan adanya kegiatan review protokol EWEA ini, Desa Obel-obel dan Belanting diharapkan dapat menjadi contoh baik (best practice) dalam pengembangan sistem antisipasi bencana berbasis masyarakat. Ke depan, praktik baik ini juga dapat: Langkah ini sejalan dengan visi bersama untuk membangun komunitas tangguh bencana, yang adaptif, mandiri, dan siap menghadapi tantangan iklim di masa depan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/konsepsi.org\/en\/konsepsi-ntb-gelar-review-protokol-aksi-antisipasi-bencana-banjir-tingkat-desa-di-lombok-timur\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KONSEPSI\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/web.facebook.com\/konsepsi.ntb.1\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-09-12T02:58:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-29T03:26:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-28-at-19.43.11-3.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"815\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-gelar-review-protokol-aksi-antisipasi-bencana-banjir-tingkat-desa-di-lombok-timur\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-gelar-review-protokol-aksi-antisipasi-bencana-banjir-tingkat-desa-di-lombok-timur\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211\"},\"headline\":\"KONSEPSI NTB Gelar Review Protokol Aksi Antisipasi Bencana Banjir Tingkat Desa di Lombok Timur\",\"datePublished\":\"2025-09-12T02:58:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-29T03:26:03+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-gelar-review-protokol-aksi-antisipasi-bencana-banjir-tingkat-desa-di-lombok-timur\\\/\"},\"wordCount\":461,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-gelar-review-protokol-aksi-antisipasi-bencana-banjir-tingkat-desa-di-lombok-timur\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/WhatsApp-Image-2025-09-28-at-19.43.11-3.jpeg\",\"articleSection\":[\"Berita\",\"Desa Tangguh Bencana\",\"Improvement Community Anticipatory Action (I CAN ACT)\",\"Kebencanaan\",\"Kesiapsigaan Bencana\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-gelar-review-protokol-aksi-antisipasi-bencana-banjir-tingkat-desa-di-lombok-timur\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-gelar-review-protokol-aksi-antisipasi-bencana-banjir-tingkat-desa-di-lombok-timur\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-gelar-review-protokol-aksi-antisipasi-bencana-banjir-tingkat-desa-di-lombok-timur\\\/\",\"name\":\"KONSEPSI NTB Gelar Review Protokol Aksi Antisipasi Bencana Banjir Tingkat Desa di Lombok Timur - KONSEPSI\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-gelar-review-protokol-aksi-antisipasi-bencana-banjir-tingkat-desa-di-lombok-timur\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-gelar-review-protokol-aksi-antisipasi-bencana-banjir-tingkat-desa-di-lombok-timur\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/WhatsApp-Image-2025-09-28-at-19.43.11-3.jpeg\",\"datePublished\":\"2025-09-12T02:58:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-29T03:26:03+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-gelar-review-protokol-aksi-antisipasi-bencana-banjir-tingkat-desa-di-lombok-timur\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-gelar-review-protokol-aksi-antisipasi-bencana-banjir-tingkat-desa-di-lombok-timur\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-gelar-review-protokol-aksi-antisipasi-bencana-banjir-tingkat-desa-di-lombok-timur\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/WhatsApp-Image-2025-09-28-at-19.43.11-3.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/WhatsApp-Image-2025-09-28-at-19.43.11-3.jpeg\",\"width\":1280,\"height\":815},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-gelar-review-protokol-aksi-antisipasi-bencana-banjir-tingkat-desa-di-lombok-timur\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"KONSEPSI NTB Gelar Review Protokol Aksi Antisipasi Bencana Banjir Tingkat Desa di Lombok Timur\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/\",\"name\":\"KONSEPSI\",\"description\":\"Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) NTB\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"KONSEPSI NTB\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#organization\",\"name\":\"KONSEPSI\",\"alternateName\":\"Konsorsium Untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/favicon-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/favicon-1.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"KONSEPSI\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/web.facebook.com\\\/konsepsi.ntb.1\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\",\"admin\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/en\\\/author\\\/admin\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"KONSEPSI NTB Gelar Review Protokol Aksi Antisipasi Bencana Banjir Tingkat Desa di Lombok Timur - KONSEPSI","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/konsepsi-ntb-gelar-review-protokol-aksi-antisipasi-bencana-banjir-tingkat-desa-di-lombok-timur\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"KONSEPSI NTB Gelar Review Protokol Aksi Antisipasi Bencana Banjir Tingkat Desa di Lombok Timur - KONSEPSI","og_description":"Lombok Timur, 10 September 2025 \u2013 Dalam upaya meningkatkan ketangguhan masyarakat terhadap risiko bencana banjir, Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) NTB bersama Yayasan Penabulu dan Oxfam, dengan dukungan dari Australia NGO Cooperation Program (ANCP) \u2013 DFAT, menyelenggarakan kegiatan Review Protokol Aksi Antisipasi Bencana (Early Warning Early Action\/EWEA) di Desa Obel-obel dan Desa Belanting, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Tujuan Review Protokol Antisipasi Bencana Banjir Kegiatan ini bertujuan untuk: Pendekatan Partisipatif untuk Desa Tangguh Bencana Melalui pendekatan partisipatif, kegiatan ini melibatkan: Diskusi yang terbuka dan interaktif memungkinkan berbagai pihak menyampaikan pengalaman, tantangan di lapangan, serta usulan konkret untuk perbaikan protokol. Hal ini memperkuat rasa kepemilikan (sense of ownership) masyarakat terhadap dokumen protokol bencana. \u201cReview protokol ini penting dilakukan secara berkala agar langkah-langkah antisipasi banjir benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan dan menjadi acuan tindakan cepat saat terjadi ancaman bencana,\u201d ujar salah satu fasilitator. Meningkatkan Pemahaman Sistem Peringatan Dini (Early Warning System) Dalam forum ini, masyarakat desa juga mendapatkan penguatan pemahaman tentang pentingnya memiliki sistem peringatan dini yang sederhana namun efektif. Melalui sesi simulasi dan diskusi kelompok, warga diajak untuk: Kolaborasi Lintas Sektor dan Peran Kelompok Strategis Desa Kegiatan review protokol ini juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menghadapi bencana, terutama banjir. Turut hadir dalam kegiatan ini: Partisipasi aktif kelompok strategis ini dinilai sangat penting dalam membangun budaya kesiapsiagaan, karena mereka memiliki pengaruh besar dalam menggerakkan masyarakat. Komitmen Berkelanjutan untuk Penguatan Protokol Bencana Berbasis Komunitas KONSEPSI NTB bersama mitra berkomitmen untuk terus mendampingi desa-desa dalam menyempurnakan dan mengimplementasikan protokol antisipasi bencana berbasis komunitas. Harapannya, protokol tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi juga menjadi: Menuju Desa Tangguh Bencana di Lombok Timur dan NTB Dengan adanya kegiatan review protokol EWEA ini, Desa Obel-obel dan Belanting diharapkan dapat menjadi contoh baik (best practice) dalam pengembangan sistem antisipasi bencana berbasis masyarakat. Ke depan, praktik baik ini juga dapat: Langkah ini sejalan dengan visi bersama untuk membangun komunitas tangguh bencana, yang adaptif, mandiri, dan siap menghadapi tantangan iklim di masa depan.","og_url":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/konsepsi-ntb-gelar-review-protokol-aksi-antisipasi-bencana-banjir-tingkat-desa-di-lombok-timur\/","og_site_name":"KONSEPSI","article_publisher":"https:\/\/web.facebook.com\/konsepsi.ntb.1","article_published_time":"2025-09-12T02:58:00+00:00","article_modified_time":"2025-09-29T03:26:03+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":815,"url":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-28-at-19.43.11-3.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-gelar-review-protokol-aksi-antisipasi-bencana-banjir-tingkat-desa-di-lombok-timur\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-gelar-review-protokol-aksi-antisipasi-bencana-banjir-tingkat-desa-di-lombok-timur\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/person\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211"},"headline":"KONSEPSI NTB Gelar Review Protokol Aksi Antisipasi Bencana Banjir Tingkat Desa di Lombok Timur","datePublished":"2025-09-12T02:58:00+00:00","dateModified":"2025-09-29T03:26:03+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-gelar-review-protokol-aksi-antisipasi-bencana-banjir-tingkat-desa-di-lombok-timur\/"},"wordCount":461,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-gelar-review-protokol-aksi-antisipasi-bencana-banjir-tingkat-desa-di-lombok-timur\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-28-at-19.43.11-3.jpeg","articleSection":["Berita","Desa Tangguh Bencana","Improvement Community Anticipatory Action (I CAN ACT)","Kebencanaan","Kesiapsigaan Bencana"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-gelar-review-protokol-aksi-antisipasi-bencana-banjir-tingkat-desa-di-lombok-timur\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-gelar-review-protokol-aksi-antisipasi-bencana-banjir-tingkat-desa-di-lombok-timur\/","url":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-gelar-review-protokol-aksi-antisipasi-bencana-banjir-tingkat-desa-di-lombok-timur\/","name":"KONSEPSI NTB Gelar Review Protokol Aksi Antisipasi Bencana Banjir Tingkat Desa di Lombok Timur - KONSEPSI","isPartOf":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-gelar-review-protokol-aksi-antisipasi-bencana-banjir-tingkat-desa-di-lombok-timur\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-gelar-review-protokol-aksi-antisipasi-bencana-banjir-tingkat-desa-di-lombok-timur\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-28-at-19.43.11-3.jpeg","datePublished":"2025-09-12T02:58:00+00:00","dateModified":"2025-09-29T03:26:03+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-gelar-review-protokol-aksi-antisipasi-bencana-banjir-tingkat-desa-di-lombok-timur\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-gelar-review-protokol-aksi-antisipasi-bencana-banjir-tingkat-desa-di-lombok-timur\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-gelar-review-protokol-aksi-antisipasi-bencana-banjir-tingkat-desa-di-lombok-timur\/#primaryimage","url":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-28-at-19.43.11-3.jpeg","contentUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/WhatsApp-Image-2025-09-28-at-19.43.11-3.jpeg","width":1280,"height":815},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-gelar-review-protokol-aksi-antisipasi-bencana-banjir-tingkat-desa-di-lombok-timur\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/konsepsi.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"KONSEPSI NTB Gelar Review Protokol Aksi Antisipasi Bencana Banjir Tingkat Desa di Lombok Timur"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#website","url":"https:\/\/konsepsi.org\/","name":"KONSEPSI","description":"Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) NTB","publisher":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#organization"},"alternateName":"KONSEPSI NTB","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/konsepsi.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#organization","name":"KONSEPSI","alternateName":"Konsorsium Untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi","url":"https:\/\/konsepsi.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/favicon-1.png","contentUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/favicon-1.png","width":512,"height":512,"caption":"KONSEPSI"},"image":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/web.facebook.com\/konsepsi.ntb.1"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/person\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/konsepsi.org","admin"],"url":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14722","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14722"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14722\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14724,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14722\/revisions\/14724"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14723"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14722"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14722"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14722"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}