{"id":14914,"date":"2025-12-29T11:15:00","date_gmt":"2025-12-29T03:15:00","guid":{"rendered":"https:\/\/konsepsi.org\/?p=14914"},"modified":"2026-02-28T11:26:57","modified_gmt":"2026-02-28T03:26:57","slug":"integrasi-pemetaan-partisipatif-dalam-rencana-zonasi-kawasan-perhutanan-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/integrasi-pemetaan-partisipatif-dalam-rencana-zonasi-kawasan-perhutanan-sosial\/","title":{"rendered":"Integrasi Pemetaan Partisipatif dalam Rencana Zonasi Kawasan Perhutanan Sosial"},"content":{"rendered":"<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumbawa &#8211; KONSEPSI NTB bersama masyarakat dan pemangku kepentingan lokal melaksanakan kegiatan integrasi pemetaan partisipatif sebagai bagian dari penyusunan rencana zonasi kawasan perhutanan sosial. Kegiatan ini bertujuan memperkuat tata kelola wilayah Kelompok Tani Hutan (KTH) melalui pendekatan partisipatif dan berbasis data lapangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam kegiatan tersebut, peserta yang terdiri dari anggota KTH, pemerintah desa, serta perwakilan lembaga pendamping terlibat aktif dalam proses diskusi dan pemetaan. Melalui metode partisipatif, masyarakat diajak mengidentifikasi batas wilayah kelola, potensi sumber daya, serta zona pemanfaatan yang sesuai dengan kondisi sosial dan ekologis setempat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Integrasi hasil pemetaan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan rencana zonasi yang disusun benar-benar mencerminkan kebutuhan dan kondisi riil masyarakat. Selain itu, proses ini juga meningkatkan kapasitas kelompok dalam memahami tata kelola kawasan secara berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ke depan, hasil pemetaan partisipatif diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam pengelolaan perhutanan sosial, sehingga wilayah kelola KTH memiliki kepastian ruang, tata kelola yang jelas, serta mampu mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumbawa &#8211; KONSEPSI NTB bersama masyarakat dan pemangku kepentingan lokal melaksanakan kegiatan integrasi pemetaan partisipatif sebagai bagian dari penyusunan rencana zonasi kawasan perhutanan sosial. Kegiatan ini bertujuan memperkuat tata kelola wilayah Kelompok Tani Hutan (KTH) melalui pendekatan partisipatif dan berbasis data lapangan. Dalam kegiatan tersebut, peserta yang terdiri dari anggota KTH, pemerintah desa, serta perwakilan lembaga pendamping terlibat aktif dalam proses diskusi dan pemetaan. Melalui metode partisipatif, masyarakat diajak mengidentifikasi batas wilayah kelola, potensi sumber daya, serta zona pemanfaatan yang sesuai dengan kondisi sosial dan ekologis setempat. Integrasi hasil pemetaan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan rencana zonasi yang disusun benar-benar mencerminkan kebutuhan dan kondisi riil masyarakat. Selain itu, proses ini juga meningkatkan kapasitas kelompok dalam memahami tata kelola kawasan secara berkelanjutan. Ke depan, hasil pemetaan partisipatif diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam pengelolaan perhutanan sosial, sehingga wilayah kelola KTH memiliki kepastian ruang, tata kelola yang jelas, serta mampu mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":14921,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,142,152,141],"tags":[],"class_list":["post-14914","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-perhutanan-sosial","category-program-pertamas","category-pt-amnt"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Integrasi Pemetaan Partisipatif dalam Rencana Zonasi Kawasan Perhutanan Sosial - KONSEPSI<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/konsepsi.org\/en\/integrasi-pemetaan-partisipatif-dalam-rencana-zonasi-kawasan-perhutanan-sosial\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Integrasi Pemetaan Partisipatif dalam Rencana Zonasi Kawasan Perhutanan Sosial - KONSEPSI\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sumbawa &#8211; KONSEPSI NTB bersama masyarakat dan pemangku kepentingan lokal melaksanakan kegiatan integrasi pemetaan partisipatif sebagai bagian dari penyusunan rencana zonasi kawasan perhutanan sosial. Kegiatan ini bertujuan memperkuat tata kelola wilayah Kelompok Tani Hutan (KTH) melalui pendekatan partisipatif dan berbasis data lapangan. Dalam kegiatan tersebut, peserta yang terdiri dari anggota KTH, pemerintah desa, serta perwakilan lembaga pendamping terlibat aktif dalam proses diskusi dan pemetaan. Melalui metode partisipatif, masyarakat diajak mengidentifikasi batas wilayah kelola, potensi sumber daya, serta zona pemanfaatan yang sesuai dengan kondisi sosial dan ekologis setempat. Integrasi hasil pemetaan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan rencana zonasi yang disusun benar-benar mencerminkan kebutuhan dan kondisi riil masyarakat. Selain itu, proses ini juga meningkatkan kapasitas kelompok dalam memahami tata kelola kawasan secara berkelanjutan. Ke depan, hasil pemetaan partisipatif diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam pengelolaan perhutanan sosial, sehingga wilayah kelola KTH memiliki kepastian ruang, tata kelola yang jelas, serta mampu mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/konsepsi.org\/en\/integrasi-pemetaan-partisipatif-dalam-rencana-zonasi-kawasan-perhutanan-sosial\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KONSEPSI\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/web.facebook.com\/konsepsi.ntb.1\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-12-29T03:15:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-02-28T03:26:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/WhatsApp-Image-2026-02-28-at-10.26.23.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"580\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"430\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/integrasi-pemetaan-partisipatif-dalam-rencana-zonasi-kawasan-perhutanan-sosial\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/integrasi-pemetaan-partisipatif-dalam-rencana-zonasi-kawasan-perhutanan-sosial\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211\"},\"headline\":\"Integrasi Pemetaan Partisipatif dalam Rencana Zonasi Kawasan Perhutanan Sosial\",\"datePublished\":\"2025-12-29T03:15:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-28T03:26:57+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/integrasi-pemetaan-partisipatif-dalam-rencana-zonasi-kawasan-perhutanan-sosial\\\/\"},\"wordCount\":165,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/integrasi-pemetaan-partisipatif-dalam-rencana-zonasi-kawasan-perhutanan-sosial\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/12\\\/WhatsApp-Image-2026-02-28-at-10.26.23.jpeg\",\"articleSection\":[\"Berita\",\"Perhutanan Sosial\",\"Program PERTAMAS\",\"PT. AMNT\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/integrasi-pemetaan-partisipatif-dalam-rencana-zonasi-kawasan-perhutanan-sosial\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/integrasi-pemetaan-partisipatif-dalam-rencana-zonasi-kawasan-perhutanan-sosial\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/integrasi-pemetaan-partisipatif-dalam-rencana-zonasi-kawasan-perhutanan-sosial\\\/\",\"name\":\"Integrasi Pemetaan Partisipatif dalam Rencana Zonasi Kawasan Perhutanan Sosial - KONSEPSI\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/integrasi-pemetaan-partisipatif-dalam-rencana-zonasi-kawasan-perhutanan-sosial\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/integrasi-pemetaan-partisipatif-dalam-rencana-zonasi-kawasan-perhutanan-sosial\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/12\\\/WhatsApp-Image-2026-02-28-at-10.26.23.jpeg\",\"datePublished\":\"2025-12-29T03:15:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-28T03:26:57+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/integrasi-pemetaan-partisipatif-dalam-rencana-zonasi-kawasan-perhutanan-sosial\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/integrasi-pemetaan-partisipatif-dalam-rencana-zonasi-kawasan-perhutanan-sosial\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/integrasi-pemetaan-partisipatif-dalam-rencana-zonasi-kawasan-perhutanan-sosial\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/12\\\/WhatsApp-Image-2026-02-28-at-10.26.23.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/12\\\/WhatsApp-Image-2026-02-28-at-10.26.23.jpeg\",\"width\":580,\"height\":430},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/integrasi-pemetaan-partisipatif-dalam-rencana-zonasi-kawasan-perhutanan-sosial\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Integrasi Pemetaan Partisipatif dalam Rencana Zonasi Kawasan Perhutanan Sosial\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/\",\"name\":\"KONSEPSI\",\"description\":\"Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) NTB\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"KONSEPSI NTB\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#organization\",\"name\":\"KONSEPSI\",\"alternateName\":\"Konsorsium Untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/favicon-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/favicon-1.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"KONSEPSI\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/web.facebook.com\\\/konsepsi.ntb.1\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\",\"admin\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/en\\\/author\\\/admin\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Integrasi Pemetaan Partisipatif dalam Rencana Zonasi Kawasan Perhutanan Sosial - KONSEPSI","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/integrasi-pemetaan-partisipatif-dalam-rencana-zonasi-kawasan-perhutanan-sosial\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Integrasi Pemetaan Partisipatif dalam Rencana Zonasi Kawasan Perhutanan Sosial - KONSEPSI","og_description":"Sumbawa &#8211; KONSEPSI NTB bersama masyarakat dan pemangku kepentingan lokal melaksanakan kegiatan integrasi pemetaan partisipatif sebagai bagian dari penyusunan rencana zonasi kawasan perhutanan sosial. Kegiatan ini bertujuan memperkuat tata kelola wilayah Kelompok Tani Hutan (KTH) melalui pendekatan partisipatif dan berbasis data lapangan. Dalam kegiatan tersebut, peserta yang terdiri dari anggota KTH, pemerintah desa, serta perwakilan lembaga pendamping terlibat aktif dalam proses diskusi dan pemetaan. Melalui metode partisipatif, masyarakat diajak mengidentifikasi batas wilayah kelola, potensi sumber daya, serta zona pemanfaatan yang sesuai dengan kondisi sosial dan ekologis setempat. Integrasi hasil pemetaan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan rencana zonasi yang disusun benar-benar mencerminkan kebutuhan dan kondisi riil masyarakat. Selain itu, proses ini juga meningkatkan kapasitas kelompok dalam memahami tata kelola kawasan secara berkelanjutan. Ke depan, hasil pemetaan partisipatif diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam pengelolaan perhutanan sosial, sehingga wilayah kelola KTH memiliki kepastian ruang, tata kelola yang jelas, serta mampu mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.","og_url":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/integrasi-pemetaan-partisipatif-dalam-rencana-zonasi-kawasan-perhutanan-sosial\/","og_site_name":"KONSEPSI","article_publisher":"https:\/\/web.facebook.com\/konsepsi.ntb.1","article_published_time":"2025-12-29T03:15:00+00:00","article_modified_time":"2026-02-28T03:26:57+00:00","og_image":[{"width":580,"height":430,"url":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/WhatsApp-Image-2026-02-28-at-10.26.23.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/integrasi-pemetaan-partisipatif-dalam-rencana-zonasi-kawasan-perhutanan-sosial\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/integrasi-pemetaan-partisipatif-dalam-rencana-zonasi-kawasan-perhutanan-sosial\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/person\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211"},"headline":"Integrasi Pemetaan Partisipatif dalam Rencana Zonasi Kawasan Perhutanan Sosial","datePublished":"2025-12-29T03:15:00+00:00","dateModified":"2026-02-28T03:26:57+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/integrasi-pemetaan-partisipatif-dalam-rencana-zonasi-kawasan-perhutanan-sosial\/"},"wordCount":165,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/integrasi-pemetaan-partisipatif-dalam-rencana-zonasi-kawasan-perhutanan-sosial\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/WhatsApp-Image-2026-02-28-at-10.26.23.jpeg","articleSection":["Berita","Perhutanan Sosial","Program PERTAMAS","PT. AMNT"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/konsepsi.org\/integrasi-pemetaan-partisipatif-dalam-rencana-zonasi-kawasan-perhutanan-sosial\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/integrasi-pemetaan-partisipatif-dalam-rencana-zonasi-kawasan-perhutanan-sosial\/","url":"https:\/\/konsepsi.org\/integrasi-pemetaan-partisipatif-dalam-rencana-zonasi-kawasan-perhutanan-sosial\/","name":"Integrasi Pemetaan Partisipatif dalam Rencana Zonasi Kawasan Perhutanan Sosial - KONSEPSI","isPartOf":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/integrasi-pemetaan-partisipatif-dalam-rencana-zonasi-kawasan-perhutanan-sosial\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/integrasi-pemetaan-partisipatif-dalam-rencana-zonasi-kawasan-perhutanan-sosial\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/WhatsApp-Image-2026-02-28-at-10.26.23.jpeg","datePublished":"2025-12-29T03:15:00+00:00","dateModified":"2026-02-28T03:26:57+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/integrasi-pemetaan-partisipatif-dalam-rencana-zonasi-kawasan-perhutanan-sosial\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/konsepsi.org\/integrasi-pemetaan-partisipatif-dalam-rencana-zonasi-kawasan-perhutanan-sosial\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/integrasi-pemetaan-partisipatif-dalam-rencana-zonasi-kawasan-perhutanan-sosial\/#primaryimage","url":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/WhatsApp-Image-2026-02-28-at-10.26.23.jpeg","contentUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/WhatsApp-Image-2026-02-28-at-10.26.23.jpeg","width":580,"height":430},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/integrasi-pemetaan-partisipatif-dalam-rencana-zonasi-kawasan-perhutanan-sosial\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/konsepsi.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Integrasi Pemetaan Partisipatif dalam Rencana Zonasi Kawasan Perhutanan Sosial"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#website","url":"https:\/\/konsepsi.org\/","name":"KONSEPSI","description":"Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) NTB","publisher":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#organization"},"alternateName":"KONSEPSI NTB","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/konsepsi.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#organization","name":"KONSEPSI","alternateName":"Konsorsium Untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi","url":"https:\/\/konsepsi.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/favicon-1.png","contentUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/favicon-1.png","width":512,"height":512,"caption":"KONSEPSI"},"image":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/web.facebook.com\/konsepsi.ntb.1"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/person\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/konsepsi.org","admin"],"url":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14914","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14914"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14914\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14917,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14914\/revisions\/14917"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14921"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14914"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14914"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14914"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}