{"id":15286,"date":"2026-10-18T11:52:25","date_gmt":"2026-10-18T03:52:25","guid":{"rendered":"https:\/\/konsepsi.org\/?p=15286"},"modified":"2026-10-27T11:56:44","modified_gmt":"2026-10-27T03:56:44","slug":"konsepsi-ntb-dan-bakti-unionaid-kembangkan-sistem-peringatan-dini-kekeringan-berbasis-pengetahuan-lokal-di-lombok-utara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/konsepsi-ntb-dan-bakti-unionaid-kembangkan-sistem-peringatan-dini-kekeringan-berbasis-pengetahuan-lokal-di-lombok-utara\/","title":{"rendered":"KONSEPSI NTB dan BaKTI-UnionAID Kembangkan Sistem Peringatan Dini Kekeringan Berbasis Pengetahuan Lokal di Lombok Utara"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>LOMBOK UTARA<\/strong> \u2014 Yayasan BaKTI bersama UnionAID melalui program Indonesian Young Leaders Program (IYLP) berkolaborasi dengan KONSEPSI NTB dalam kegiatan pengembangan sistem peringatan dini kekeringan berbasis pengetahuan lokal untuk aksi antisipasi kekeringan di komunitas adat melalui DIWASE Project. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 17 Oktober 2026, bertempat di Aula Kantor Desa Andalan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan ini bertujuan menggali dan memetakan pengetahuan lokal masyarakat mengenai tanda-tanda awal kekeringan sekaligus mendiskusikan rancangan sistem peringatan dini yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui diskusi partisipatif, kegiatan ini melibatkan pemerintah desa, kepala dusun, pranata adat Wet Batu Gembung, perwakilan kelompok rentan, Tim Siaga Bencana Desa Andalan, serta sejumlah pihak terkait lainnya. Para peserta berbagi pengalaman dan pengetahuan lokal yang selama ini digunakan masyarakat untuk mengenali potensi kekeringan serta menentukan langkah antisipasi yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Diskusi tersebut juga menjadi ruang untuk merumuskan indikator peringatan, tahapan penanganan, jalur komunikasi, serta bentuk aksi antisipasi kekeringan berbasis pengetahuan lokal. Masukan dari berbagai unsur masyarakat diharapkan dapat menjadi landasan dalam membangun sistem peringatan dini yang kontekstual, mudah dipahami, dan dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik wilayah setempat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain menggali pengetahuan masyarakat, kegiatan ini menjadi langkah penting dalam menyepakati peran dan tanggung jawab masing-masing pihak. Penguatan koordinasi antara pemerintah desa, tokoh adat, kelompok masyarakat, dan unsur kebencanaan diperlukan agar sistem peringatan dini dapat berjalan secara efektif serta mendukung pelaksanaan program pada tahap selanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengembangan sistem peringatan dini berbasis pengetahuan lokal diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko kekeringan. Pendekatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan komunitas terhadap dampak perubahan iklim melalui pemanfaatan pengetahuan, pengalaman, dan partisipasi aktif masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui kolaborasi tersebut, KONSEPSI NTB bersama Yayasan BaKTI dan UnionAID berupaya mendorong pengembangan sistem antisipasi kekeringan yang tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis, tetapi juga mengakui pentingnya pengetahuan lokal sebagai bagian dari upaya membangun ketangguhan masyarakat.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LOMBOK UTARA \u2014 Yayasan BaKTI bersama UnionAID melalui program Indonesian Young Leaders Program (IYLP) berkolaborasi dengan KONSEPSI NTB dalam kegiatan pengembangan sistem peringatan dini kekeringan berbasis pengetahuan lokal untuk aksi antisipasi kekeringan di komunitas adat melalui DIWASE Project. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 17 Oktober 2026, bertempat di Aula Kantor Desa Andalan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan ini bertujuan menggali dan memetakan pengetahuan lokal masyarakat mengenai tanda-tanda awal kekeringan sekaligus mendiskusikan rancangan sistem peringatan dini yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat. Melalui diskusi partisipatif, kegiatan ini melibatkan pemerintah desa, kepala dusun, pranata adat Wet Batu Gembung, perwakilan kelompok rentan, Tim Siaga Bencana Desa Andalan, serta sejumlah pihak terkait lainnya. Para peserta berbagi pengalaman dan pengetahuan lokal yang selama ini digunakan masyarakat untuk mengenali potensi kekeringan serta menentukan langkah antisipasi yang tepat. Diskusi tersebut juga menjadi ruang untuk merumuskan indikator peringatan, tahapan penanganan, jalur komunikasi, serta bentuk aksi antisipasi kekeringan berbasis pengetahuan lokal. Masukan dari berbagai unsur masyarakat diharapkan dapat menjadi landasan dalam membangun sistem peringatan dini yang kontekstual, mudah dipahami, dan dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik wilayah setempat. Selain menggali pengetahuan masyarakat, kegiatan ini menjadi langkah penting dalam menyepakati peran dan tanggung jawab masing-masing pihak. Penguatan koordinasi antara pemerintah desa, tokoh adat, kelompok masyarakat, dan unsur kebencanaan diperlukan agar sistem peringatan dini dapat berjalan secara efektif serta mendukung pelaksanaan program pada tahap selanjutnya. Pengembangan sistem peringatan dini berbasis pengetahuan lokal diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko kekeringan. Pendekatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan komunitas terhadap dampak perubahan iklim melalui pemanfaatan pengetahuan, pengalaman, dan partisipasi aktif masyarakat. Melalui kolaborasi tersebut, KONSEPSI NTB bersama Yayasan BaKTI dan UnionAID berupaya mendorong pengembangan sistem antisipasi kekeringan yang tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis, tetapi juga mengakui pentingnya pengetahuan lokal sebagai bagian dari upaya membangun ketangguhan masyarakat.<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":15287,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-15286","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>KONSEPSI NTB dan BaKTI-UnionAID Kembangkan Sistem Peringatan Dini Kekeringan Berbasis Pengetahuan Lokal di Lombok Utara - KONSEPSI<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/konsepsi.org\/en\/konsepsi-ntb-dan-bakti-unionaid-kembangkan-sistem-peringatan-dini-kekeringan-berbasis-pengetahuan-lokal-di-lombok-utara\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"KONSEPSI NTB dan BaKTI-UnionAID Kembangkan Sistem Peringatan Dini Kekeringan Berbasis Pengetahuan Lokal di Lombok Utara - KONSEPSI\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"LOMBOK UTARA \u2014 Yayasan BaKTI bersama UnionAID melalui program Indonesian Young Leaders Program (IYLP) berkolaborasi dengan KONSEPSI NTB dalam kegiatan pengembangan sistem peringatan dini kekeringan berbasis pengetahuan lokal untuk aksi antisipasi kekeringan di komunitas adat melalui DIWASE Project. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 17 Oktober 2026, bertempat di Aula Kantor Desa Andalan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan ini bertujuan menggali dan memetakan pengetahuan lokal masyarakat mengenai tanda-tanda awal kekeringan sekaligus mendiskusikan rancangan sistem peringatan dini yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat. Melalui diskusi partisipatif, kegiatan ini melibatkan pemerintah desa, kepala dusun, pranata adat Wet Batu Gembung, perwakilan kelompok rentan, Tim Siaga Bencana Desa Andalan, serta sejumlah pihak terkait lainnya. Para peserta berbagi pengalaman dan pengetahuan lokal yang selama ini digunakan masyarakat untuk mengenali potensi kekeringan serta menentukan langkah antisipasi yang tepat. Diskusi tersebut juga menjadi ruang untuk merumuskan indikator peringatan, tahapan penanganan, jalur komunikasi, serta bentuk aksi antisipasi kekeringan berbasis pengetahuan lokal. Masukan dari berbagai unsur masyarakat diharapkan dapat menjadi landasan dalam membangun sistem peringatan dini yang kontekstual, mudah dipahami, dan dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik wilayah setempat. Selain menggali pengetahuan masyarakat, kegiatan ini menjadi langkah penting dalam menyepakati peran dan tanggung jawab masing-masing pihak. Penguatan koordinasi antara pemerintah desa, tokoh adat, kelompok masyarakat, dan unsur kebencanaan diperlukan agar sistem peringatan dini dapat berjalan secara efektif serta mendukung pelaksanaan program pada tahap selanjutnya. Pengembangan sistem peringatan dini berbasis pengetahuan lokal diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko kekeringan. Pendekatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan komunitas terhadap dampak perubahan iklim melalui pemanfaatan pengetahuan, pengalaman, dan partisipasi aktif masyarakat. Melalui kolaborasi tersebut, KONSEPSI NTB bersama Yayasan BaKTI dan UnionAID berupaya mendorong pengembangan sistem antisipasi kekeringan yang tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis, tetapi juga mengakui pentingnya pengetahuan lokal sebagai bagian dari upaya membangun ketangguhan masyarakat.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/konsepsi.org\/en\/konsepsi-ntb-dan-bakti-unionaid-kembangkan-sistem-peringatan-dini-kekeringan-berbasis-pengetahuan-lokal-di-lombok-utara\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KONSEPSI\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/web.facebook.com\/konsepsi.ntb.1\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-18T03:52:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-10-27T03:56:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Cuplikan-layar-2026-10-27-115345.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"625\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"375\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-dan-bakti-unionaid-kembangkan-sistem-peringatan-dini-kekeringan-berbasis-pengetahuan-lokal-di-lombok-utara\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-dan-bakti-unionaid-kembangkan-sistem-peringatan-dini-kekeringan-berbasis-pengetahuan-lokal-di-lombok-utara\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211\"},\"headline\":\"KONSEPSI NTB dan BaKTI-UnionAID Kembangkan Sistem Peringatan Dini Kekeringan Berbasis Pengetahuan Lokal di Lombok Utara\",\"datePublished\":\"2026-10-18T03:52:25+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-27T03:56:44+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-dan-bakti-unionaid-kembangkan-sistem-peringatan-dini-kekeringan-berbasis-pengetahuan-lokal-di-lombok-utara\\\/\"},\"wordCount\":311,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-dan-bakti-unionaid-kembangkan-sistem-peringatan-dini-kekeringan-berbasis-pengetahuan-lokal-di-lombok-utara\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/Cuplikan-layar-2026-10-27-115345.png\",\"articleSection\":[\"Berita\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-dan-bakti-unionaid-kembangkan-sistem-peringatan-dini-kekeringan-berbasis-pengetahuan-lokal-di-lombok-utara\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-dan-bakti-unionaid-kembangkan-sistem-peringatan-dini-kekeringan-berbasis-pengetahuan-lokal-di-lombok-utara\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-dan-bakti-unionaid-kembangkan-sistem-peringatan-dini-kekeringan-berbasis-pengetahuan-lokal-di-lombok-utara\\\/\",\"name\":\"KONSEPSI NTB dan BaKTI-UnionAID Kembangkan Sistem Peringatan Dini Kekeringan Berbasis Pengetahuan Lokal di Lombok Utara - KONSEPSI\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-dan-bakti-unionaid-kembangkan-sistem-peringatan-dini-kekeringan-berbasis-pengetahuan-lokal-di-lombok-utara\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-dan-bakti-unionaid-kembangkan-sistem-peringatan-dini-kekeringan-berbasis-pengetahuan-lokal-di-lombok-utara\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/Cuplikan-layar-2026-10-27-115345.png\",\"datePublished\":\"2026-10-18T03:52:25+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-27T03:56:44+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-dan-bakti-unionaid-kembangkan-sistem-peringatan-dini-kekeringan-berbasis-pengetahuan-lokal-di-lombok-utara\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-dan-bakti-unionaid-kembangkan-sistem-peringatan-dini-kekeringan-berbasis-pengetahuan-lokal-di-lombok-utara\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-dan-bakti-unionaid-kembangkan-sistem-peringatan-dini-kekeringan-berbasis-pengetahuan-lokal-di-lombok-utara\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/Cuplikan-layar-2026-10-27-115345.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/Cuplikan-layar-2026-10-27-115345.png\",\"width\":625,\"height\":375},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-dan-bakti-unionaid-kembangkan-sistem-peringatan-dini-kekeringan-berbasis-pengetahuan-lokal-di-lombok-utara\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"KONSEPSI NTB dan BaKTI-UnionAID Kembangkan Sistem Peringatan Dini Kekeringan Berbasis Pengetahuan Lokal di Lombok Utara\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/\",\"name\":\"KONSEPSI\",\"description\":\"Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) NTB\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"KONSEPSI NTB\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#organization\",\"name\":\"KONSEPSI\",\"alternateName\":\"Konsorsium Untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/favicon-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/favicon-1.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"KONSEPSI\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/web.facebook.com\\\/konsepsi.ntb.1\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\",\"admin\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/en\\\/author\\\/admin\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"KONSEPSI NTB dan BaKTI-UnionAID Kembangkan Sistem Peringatan Dini Kekeringan Berbasis Pengetahuan Lokal di Lombok Utara - KONSEPSI","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/konsepsi-ntb-dan-bakti-unionaid-kembangkan-sistem-peringatan-dini-kekeringan-berbasis-pengetahuan-lokal-di-lombok-utara\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"KONSEPSI NTB dan BaKTI-UnionAID Kembangkan Sistem Peringatan Dini Kekeringan Berbasis Pengetahuan Lokal di Lombok Utara - KONSEPSI","og_description":"LOMBOK UTARA \u2014 Yayasan BaKTI bersama UnionAID melalui program Indonesian Young Leaders Program (IYLP) berkolaborasi dengan KONSEPSI NTB dalam kegiatan pengembangan sistem peringatan dini kekeringan berbasis pengetahuan lokal untuk aksi antisipasi kekeringan di komunitas adat melalui DIWASE Project. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 17 Oktober 2026, bertempat di Aula Kantor Desa Andalan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan ini bertujuan menggali dan memetakan pengetahuan lokal masyarakat mengenai tanda-tanda awal kekeringan sekaligus mendiskusikan rancangan sistem peringatan dini yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat. Melalui diskusi partisipatif, kegiatan ini melibatkan pemerintah desa, kepala dusun, pranata adat Wet Batu Gembung, perwakilan kelompok rentan, Tim Siaga Bencana Desa Andalan, serta sejumlah pihak terkait lainnya. Para peserta berbagi pengalaman dan pengetahuan lokal yang selama ini digunakan masyarakat untuk mengenali potensi kekeringan serta menentukan langkah antisipasi yang tepat. Diskusi tersebut juga menjadi ruang untuk merumuskan indikator peringatan, tahapan penanganan, jalur komunikasi, serta bentuk aksi antisipasi kekeringan berbasis pengetahuan lokal. Masukan dari berbagai unsur masyarakat diharapkan dapat menjadi landasan dalam membangun sistem peringatan dini yang kontekstual, mudah dipahami, dan dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik wilayah setempat. Selain menggali pengetahuan masyarakat, kegiatan ini menjadi langkah penting dalam menyepakati peran dan tanggung jawab masing-masing pihak. Penguatan koordinasi antara pemerintah desa, tokoh adat, kelompok masyarakat, dan unsur kebencanaan diperlukan agar sistem peringatan dini dapat berjalan secara efektif serta mendukung pelaksanaan program pada tahap selanjutnya. Pengembangan sistem peringatan dini berbasis pengetahuan lokal diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko kekeringan. Pendekatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan komunitas terhadap dampak perubahan iklim melalui pemanfaatan pengetahuan, pengalaman, dan partisipasi aktif masyarakat. Melalui kolaborasi tersebut, KONSEPSI NTB bersama Yayasan BaKTI dan UnionAID berupaya mendorong pengembangan sistem antisipasi kekeringan yang tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis, tetapi juga mengakui pentingnya pengetahuan lokal sebagai bagian dari upaya membangun ketangguhan masyarakat.","og_url":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/konsepsi-ntb-dan-bakti-unionaid-kembangkan-sistem-peringatan-dini-kekeringan-berbasis-pengetahuan-lokal-di-lombok-utara\/","og_site_name":"KONSEPSI","article_publisher":"https:\/\/web.facebook.com\/konsepsi.ntb.1","article_published_time":"2026-10-18T03:52:25+00:00","article_modified_time":"2026-10-27T03:56:44+00:00","og_image":[{"width":625,"height":375,"url":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Cuplikan-layar-2026-10-27-115345.png","type":"image\/png"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-dan-bakti-unionaid-kembangkan-sistem-peringatan-dini-kekeringan-berbasis-pengetahuan-lokal-di-lombok-utara\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-dan-bakti-unionaid-kembangkan-sistem-peringatan-dini-kekeringan-berbasis-pengetahuan-lokal-di-lombok-utara\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/person\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211"},"headline":"KONSEPSI NTB dan BaKTI-UnionAID Kembangkan Sistem Peringatan Dini Kekeringan Berbasis Pengetahuan Lokal di Lombok Utara","datePublished":"2026-10-18T03:52:25+00:00","dateModified":"2026-10-27T03:56:44+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-dan-bakti-unionaid-kembangkan-sistem-peringatan-dini-kekeringan-berbasis-pengetahuan-lokal-di-lombok-utara\/"},"wordCount":311,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-dan-bakti-unionaid-kembangkan-sistem-peringatan-dini-kekeringan-berbasis-pengetahuan-lokal-di-lombok-utara\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Cuplikan-layar-2026-10-27-115345.png","articleSection":["Berita"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-dan-bakti-unionaid-kembangkan-sistem-peringatan-dini-kekeringan-berbasis-pengetahuan-lokal-di-lombok-utara\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-dan-bakti-unionaid-kembangkan-sistem-peringatan-dini-kekeringan-berbasis-pengetahuan-lokal-di-lombok-utara\/","url":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-dan-bakti-unionaid-kembangkan-sistem-peringatan-dini-kekeringan-berbasis-pengetahuan-lokal-di-lombok-utara\/","name":"KONSEPSI NTB dan BaKTI-UnionAID Kembangkan Sistem Peringatan Dini Kekeringan Berbasis Pengetahuan Lokal di Lombok Utara - KONSEPSI","isPartOf":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-dan-bakti-unionaid-kembangkan-sistem-peringatan-dini-kekeringan-berbasis-pengetahuan-lokal-di-lombok-utara\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-dan-bakti-unionaid-kembangkan-sistem-peringatan-dini-kekeringan-berbasis-pengetahuan-lokal-di-lombok-utara\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Cuplikan-layar-2026-10-27-115345.png","datePublished":"2026-10-18T03:52:25+00:00","dateModified":"2026-10-27T03:56:44+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-dan-bakti-unionaid-kembangkan-sistem-peringatan-dini-kekeringan-berbasis-pengetahuan-lokal-di-lombok-utara\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-dan-bakti-unionaid-kembangkan-sistem-peringatan-dini-kekeringan-berbasis-pengetahuan-lokal-di-lombok-utara\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-dan-bakti-unionaid-kembangkan-sistem-peringatan-dini-kekeringan-berbasis-pengetahuan-lokal-di-lombok-utara\/#primaryimage","url":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Cuplikan-layar-2026-10-27-115345.png","contentUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Cuplikan-layar-2026-10-27-115345.png","width":625,"height":375},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-dan-bakti-unionaid-kembangkan-sistem-peringatan-dini-kekeringan-berbasis-pengetahuan-lokal-di-lombok-utara\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/konsepsi.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"KONSEPSI NTB dan BaKTI-UnionAID Kembangkan Sistem Peringatan Dini Kekeringan Berbasis Pengetahuan Lokal di Lombok Utara"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#website","url":"https:\/\/konsepsi.org\/","name":"KONSEPSI","description":"Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) NTB","publisher":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#organization"},"alternateName":"KONSEPSI NTB","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/konsepsi.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#organization","name":"KONSEPSI","alternateName":"Konsorsium Untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi","url":"https:\/\/konsepsi.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/favicon-1.png","contentUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/favicon-1.png","width":512,"height":512,"caption":"KONSEPSI"},"image":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/web.facebook.com\/konsepsi.ntb.1"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/person\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/konsepsi.org","admin"],"url":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15286","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15286"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15286\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15288,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15286\/revisions\/15288"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15287"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15286"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15286"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15286"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}