{"id":357,"date":"2022-05-28T03:14:14","date_gmt":"2022-05-27T20:14:14","guid":{"rendered":"https:\/\/konsepsi.org\/?p=357"},"modified":"2023-03-09T09:45:44","modified_gmt":"2023-03-09T01:45:44","slug":"konsepsi-ntb-dan-caritas-germany-dorong-pengembangan-sumber-penghidupan-alternatif-tangguh-bencana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/konsepsi-ntb-dan-caritas-germany-dorong-pengembangan-sumber-penghidupan-alternatif-tangguh-bencana\/","title":{"rendered":"KONSEPSI NTB dan Caritas Germany Dorong Pengembangan Sumber Penghidupan Alternatif Tangguh Bencana"},"content":{"rendered":"<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) NTB dengan dukungan Caritas Germany mendorong pengembangan sumber penghidupan alternatif tangguh bencana di Desa Obel-Obel, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur melalui kegiatan Pelatihan Teknik Budidaya Perikanan Air Tawar dan Udang Vaname Skala Rumah Tangga untuk Pengembangan Sumber Penghidupan Alternatif Tangguh Bencana. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari Program Pengembangan Model Pengurangan Risiko Bencana (PRB) untuk Mewujudkan Mata Pencaharian Berkelanjutan. yang dilaksanakan oleh KONSEPSI NTB dengan dukungan Caritas Germany di 4 Kabupaten sepulau Lombok.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">Kegiatan yang dilakukan selama dua hari mulai dari tanggal 27 Juli hingga\u00a0 28 Juli 2020 ini diikuti oleh 30 perwakilan\u00a0 rumah tangga yang terdiri dari 15 orang kelompok budidaya perikanan dan 15 orang kelompok pengolahan hasil budidaya perikanan dengan proporsi gender 50% perempuan dan 50% laki-laki. Pengembangan sumber-sumber penghidupan alternatif tangguh bencana di Desa Obel &#8211; Obel ini diarahkan pada usaha ekonomi produktif khususnya pada komoditas budidaya perikanan ikan air tawar dan budidaya udang vaname. Kedua komoditi ini akan menjadi percontohan sumber penghidupan alternatif karena memiliki prospek nilai ekonomi yang berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">Satrasip selaku Sekretaris Desa Obel-Obel dalam sambutannya menyatakan \u201cAdanya program ini patut kita apresiasi bersama, khususnya kepada KONSEPSI NTB dengan Caritas Germany yang telah memilih Desa Obel-Obel sebagai pilot project dalam pelaksanaan program ini. Apalagi sebagai wilayah yang rawan bencana, tentu ketahanan ekonomi masyarakat pasca bencana sangatlah penting,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">Selama proses kegiatan berlangsung, peserta diberikan pelatihan budidaya dan pengolahan hasil perikanan melalui metode diskusi partisipatif dan praktek langsung. Diharapkan penerima manfaat yang tergabung dalam kelompok-kelompok usaha produktif di Desa Obel &#8211; Obel ini dapat meningkat kapasitas dan keterampilannya untuk mengembangkan kapasitas kelembagaan dan manajemen usaha kelompoknya kedepan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">Gafanzar Husen, selaku pemateri dalam pelatihan ini mengatakan bahwa \u201cSaat ini budidaya ikan tawar dan udang vaname cukup prospektif terutama dari segi pengembangan bisnisnya, karena kedua komoditi ini khususnya udang vaname cukup tahan terhadap penyakit sehingga lebih menguntungkan dibandingkan dengan jenis udang lainnya.\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">Oleh karena itu, pengembangan sumber penghidupan alternatif yang berorientasi pada usaha ekonomi produktif ini kedepannya diharapkan dapat menjadi model percontohan yang dapat direplikasi di desa-desa lain yang memiliki potensi serupa guna memperkuat ketahanan sosial ekonomi masyarakat yang tangguh bencana.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\">Written by : Hendra P. Saputra<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) NTB dengan dukungan Caritas Germany mendorong pengembangan sumber penghidupan alternatif tangguh bencana di Desa Obel-Obel, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur melalui kegiatan Pelatihan Teknik Budidaya Perikanan Air Tawar dan Udang Vaname Skala Rumah Tangga untuk Pengembangan Sumber Penghidupan Alternatif Tangguh Bencana. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari Program Pengembangan Model Pengurangan Risiko Bencana (PRB) untuk Mewujudkan Mata Pencaharian Berkelanjutan. yang dilaksanakan oleh KONSEPSI NTB dengan dukungan Caritas Germany di 4 Kabupaten sepulau Lombok. Kegiatan yang dilakukan selama dua hari mulai dari tanggal 27 Juli hingga\u00a0 28 Juli 2020 ini diikuti oleh 30 perwakilan\u00a0 rumah tangga yang terdiri dari 15 orang kelompok budidaya perikanan dan 15 orang kelompok pengolahan hasil budidaya perikanan dengan proporsi gender 50% perempuan dan 50% laki-laki. Pengembangan sumber-sumber penghidupan alternatif tangguh bencana di Desa Obel &#8211; Obel ini diarahkan pada usaha ekonomi produktif khususnya pada komoditas budidaya perikanan ikan air tawar dan budidaya udang vaname. Kedua komoditi ini akan menjadi percontohan sumber penghidupan alternatif karena memiliki prospek nilai ekonomi yang berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Satrasip selaku Sekretaris Desa Obel-Obel dalam sambutannya menyatakan \u201cAdanya program ini patut kita apresiasi bersama, khususnya kepada KONSEPSI NTB dengan Caritas Germany yang telah memilih Desa Obel-Obel sebagai pilot project dalam pelaksanaan program ini. Apalagi sebagai wilayah yang rawan bencana, tentu ketahanan ekonomi masyarakat pasca bencana sangatlah penting,\u201d imbuhnya. Selama proses kegiatan berlangsung, peserta diberikan pelatihan budidaya dan pengolahan hasil perikanan melalui metode diskusi partisipatif dan praktek langsung. Diharapkan penerima manfaat yang tergabung dalam kelompok-kelompok usaha produktif di Desa Obel &#8211; Obel ini dapat meningkat kapasitas dan keterampilannya untuk mengembangkan kapasitas kelembagaan dan manajemen usaha kelompoknya kedepan. Gafanzar Husen, selaku pemateri dalam pelatihan ini mengatakan bahwa \u201cSaat ini budidaya ikan tawar dan udang vaname cukup prospektif terutama dari segi pengembangan bisnisnya, karena kedua komoditi ini khususnya udang vaname cukup tahan terhadap penyakit sehingga lebih menguntungkan dibandingkan dengan jenis udang lainnya.\u201d imbuhnya. Oleh karena itu, pengembangan sumber penghidupan alternatif yang berorientasi pada usaha ekonomi produktif ini kedepannya diharapkan dapat menjadi model percontohan yang dapat direplikasi di desa-desa lain yang memiliki potensi serupa guna memperkuat ketahanan sosial ekonomi masyarakat yang tangguh bencana. Written by : Hendra P. Saputra<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":358,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,34,25],"tags":[],"class_list":["post-357","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-desa-tangguh-bencana","category-prb"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>KONSEPSI NTB dan Caritas Germany Dorong Pengembangan Sumber Penghidupan Alternatif Tangguh Bencana - KONSEPSI<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/konsepsi.org\/en\/konsepsi-ntb-dan-caritas-germany-dorong-pengembangan-sumber-penghidupan-alternatif-tangguh-bencana\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"KONSEPSI NTB dan Caritas Germany Dorong Pengembangan Sumber Penghidupan Alternatif Tangguh Bencana - KONSEPSI\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) NTB dengan dukungan Caritas Germany mendorong pengembangan sumber penghidupan alternatif tangguh bencana di Desa Obel-Obel, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur melalui kegiatan Pelatihan Teknik Budidaya Perikanan Air Tawar dan Udang Vaname Skala Rumah Tangga untuk Pengembangan Sumber Penghidupan Alternatif Tangguh Bencana. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari Program Pengembangan Model Pengurangan Risiko Bencana (PRB) untuk Mewujudkan Mata Pencaharian Berkelanjutan. yang dilaksanakan oleh KONSEPSI NTB dengan dukungan Caritas Germany di 4 Kabupaten sepulau Lombok. Kegiatan yang dilakukan selama dua hari mulai dari tanggal 27 Juli hingga\u00a0 28 Juli 2020 ini diikuti oleh 30 perwakilan\u00a0 rumah tangga yang terdiri dari 15 orang kelompok budidaya perikanan dan 15 orang kelompok pengolahan hasil budidaya perikanan dengan proporsi gender 50% perempuan dan 50% laki-laki. Pengembangan sumber-sumber penghidupan alternatif tangguh bencana di Desa Obel &#8211; Obel ini diarahkan pada usaha ekonomi produktif khususnya pada komoditas budidaya perikanan ikan air tawar dan budidaya udang vaname. Kedua komoditi ini akan menjadi percontohan sumber penghidupan alternatif karena memiliki prospek nilai ekonomi yang berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Satrasip selaku Sekretaris Desa Obel-Obel dalam sambutannya menyatakan \u201cAdanya program ini patut kita apresiasi bersama, khususnya kepada KONSEPSI NTB dengan Caritas Germany yang telah memilih Desa Obel-Obel sebagai pilot project dalam pelaksanaan program ini. Apalagi sebagai wilayah yang rawan bencana, tentu ketahanan ekonomi masyarakat pasca bencana sangatlah penting,\u201d imbuhnya. Selama proses kegiatan berlangsung, peserta diberikan pelatihan budidaya dan pengolahan hasil perikanan melalui metode diskusi partisipatif dan praktek langsung. Diharapkan penerima manfaat yang tergabung dalam kelompok-kelompok usaha produktif di Desa Obel &#8211; Obel ini dapat meningkat kapasitas dan keterampilannya untuk mengembangkan kapasitas kelembagaan dan manajemen usaha kelompoknya kedepan. Gafanzar Husen, selaku pemateri dalam pelatihan ini mengatakan bahwa \u201cSaat ini budidaya ikan tawar dan udang vaname cukup prospektif terutama dari segi pengembangan bisnisnya, karena kedua komoditi ini khususnya udang vaname cukup tahan terhadap penyakit sehingga lebih menguntungkan dibandingkan dengan jenis udang lainnya.\u201d imbuhnya. Oleh karena itu, pengembangan sumber penghidupan alternatif yang berorientasi pada usaha ekonomi produktif ini kedepannya diharapkan dapat menjadi model percontohan yang dapat direplikasi di desa-desa lain yang memiliki potensi serupa guna memperkuat ketahanan sosial ekonomi masyarakat yang tangguh bencana. Written by : Hendra P. Saputra\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/konsepsi.org\/en\/konsepsi-ntb-dan-caritas-germany-dorong-pengembangan-sumber-penghidupan-alternatif-tangguh-bencana\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KONSEPSI\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/web.facebook.com\/konsepsi.ntb.1\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-05-27T20:14:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-03-09T01:45:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/eFIFCJT2rTYRPfNtFCtBg6Fk1Z3gJKAFHsk59fUV.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-dan-caritas-germany-dorong-pengembangan-sumber-penghidupan-alternatif-tangguh-bencana\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-dan-caritas-germany-dorong-pengembangan-sumber-penghidupan-alternatif-tangguh-bencana\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211\"},\"headline\":\"KONSEPSI NTB dan Caritas Germany Dorong Pengembangan Sumber Penghidupan Alternatif Tangguh Bencana\",\"datePublished\":\"2022-05-27T20:14:14+00:00\",\"dateModified\":\"2023-03-09T01:45:44+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-dan-caritas-germany-dorong-pengembangan-sumber-penghidupan-alternatif-tangguh-bencana\\\/\"},\"wordCount\":364,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-dan-caritas-germany-dorong-pengembangan-sumber-penghidupan-alternatif-tangguh-bencana\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/05\\\/eFIFCJT2rTYRPfNtFCtBg6Fk1Z3gJKAFHsk59fUV.jpeg\",\"articleSection\":[\"Berita\",\"Desa Tangguh Bencana\",\"PRB Caritas Germany\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-dan-caritas-germany-dorong-pengembangan-sumber-penghidupan-alternatif-tangguh-bencana\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-dan-caritas-germany-dorong-pengembangan-sumber-penghidupan-alternatif-tangguh-bencana\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-dan-caritas-germany-dorong-pengembangan-sumber-penghidupan-alternatif-tangguh-bencana\\\/\",\"name\":\"KONSEPSI NTB dan Caritas Germany Dorong Pengembangan Sumber Penghidupan Alternatif Tangguh Bencana - KONSEPSI\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-dan-caritas-germany-dorong-pengembangan-sumber-penghidupan-alternatif-tangguh-bencana\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-dan-caritas-germany-dorong-pengembangan-sumber-penghidupan-alternatif-tangguh-bencana\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/05\\\/eFIFCJT2rTYRPfNtFCtBg6Fk1Z3gJKAFHsk59fUV.jpeg\",\"datePublished\":\"2022-05-27T20:14:14+00:00\",\"dateModified\":\"2023-03-09T01:45:44+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-dan-caritas-germany-dorong-pengembangan-sumber-penghidupan-alternatif-tangguh-bencana\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-dan-caritas-germany-dorong-pengembangan-sumber-penghidupan-alternatif-tangguh-bencana\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-dan-caritas-germany-dorong-pengembangan-sumber-penghidupan-alternatif-tangguh-bencana\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/05\\\/eFIFCJT2rTYRPfNtFCtBg6Fk1Z3gJKAFHsk59fUV.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/05\\\/eFIFCJT2rTYRPfNtFCtBg6Fk1Z3gJKAFHsk59fUV.jpeg\",\"width\":600,\"height\":400},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-dan-caritas-germany-dorong-pengembangan-sumber-penghidupan-alternatif-tangguh-bencana\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"KONSEPSI NTB dan Caritas Germany Dorong Pengembangan Sumber Penghidupan Alternatif Tangguh Bencana\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/\",\"name\":\"KONSEPSI\",\"description\":\"Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) NTB\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"KONSEPSI NTB\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#organization\",\"name\":\"KONSEPSI\",\"alternateName\":\"Konsorsium Untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/favicon-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/favicon-1.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"KONSEPSI\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/web.facebook.com\\\/konsepsi.ntb.1\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\",\"admin\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/en\\\/author\\\/admin\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"KONSEPSI NTB dan Caritas Germany Dorong Pengembangan Sumber Penghidupan Alternatif Tangguh Bencana - KONSEPSI","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/konsepsi-ntb-dan-caritas-germany-dorong-pengembangan-sumber-penghidupan-alternatif-tangguh-bencana\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"KONSEPSI NTB dan Caritas Germany Dorong Pengembangan Sumber Penghidupan Alternatif Tangguh Bencana - KONSEPSI","og_description":"Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) NTB dengan dukungan Caritas Germany mendorong pengembangan sumber penghidupan alternatif tangguh bencana di Desa Obel-Obel, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur melalui kegiatan Pelatihan Teknik Budidaya Perikanan Air Tawar dan Udang Vaname Skala Rumah Tangga untuk Pengembangan Sumber Penghidupan Alternatif Tangguh Bencana. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari Program Pengembangan Model Pengurangan Risiko Bencana (PRB) untuk Mewujudkan Mata Pencaharian Berkelanjutan. yang dilaksanakan oleh KONSEPSI NTB dengan dukungan Caritas Germany di 4 Kabupaten sepulau Lombok. Kegiatan yang dilakukan selama dua hari mulai dari tanggal 27 Juli hingga\u00a0 28 Juli 2020 ini diikuti oleh 30 perwakilan\u00a0 rumah tangga yang terdiri dari 15 orang kelompok budidaya perikanan dan 15 orang kelompok pengolahan hasil budidaya perikanan dengan proporsi gender 50% perempuan dan 50% laki-laki. Pengembangan sumber-sumber penghidupan alternatif tangguh bencana di Desa Obel &#8211; Obel ini diarahkan pada usaha ekonomi produktif khususnya pada komoditas budidaya perikanan ikan air tawar dan budidaya udang vaname. Kedua komoditi ini akan menjadi percontohan sumber penghidupan alternatif karena memiliki prospek nilai ekonomi yang berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Satrasip selaku Sekretaris Desa Obel-Obel dalam sambutannya menyatakan \u201cAdanya program ini patut kita apresiasi bersama, khususnya kepada KONSEPSI NTB dengan Caritas Germany yang telah memilih Desa Obel-Obel sebagai pilot project dalam pelaksanaan program ini. Apalagi sebagai wilayah yang rawan bencana, tentu ketahanan ekonomi masyarakat pasca bencana sangatlah penting,\u201d imbuhnya. Selama proses kegiatan berlangsung, peserta diberikan pelatihan budidaya dan pengolahan hasil perikanan melalui metode diskusi partisipatif dan praktek langsung. Diharapkan penerima manfaat yang tergabung dalam kelompok-kelompok usaha produktif di Desa Obel &#8211; Obel ini dapat meningkat kapasitas dan keterampilannya untuk mengembangkan kapasitas kelembagaan dan manajemen usaha kelompoknya kedepan. Gafanzar Husen, selaku pemateri dalam pelatihan ini mengatakan bahwa \u201cSaat ini budidaya ikan tawar dan udang vaname cukup prospektif terutama dari segi pengembangan bisnisnya, karena kedua komoditi ini khususnya udang vaname cukup tahan terhadap penyakit sehingga lebih menguntungkan dibandingkan dengan jenis udang lainnya.\u201d imbuhnya. Oleh karena itu, pengembangan sumber penghidupan alternatif yang berorientasi pada usaha ekonomi produktif ini kedepannya diharapkan dapat menjadi model percontohan yang dapat direplikasi di desa-desa lain yang memiliki potensi serupa guna memperkuat ketahanan sosial ekonomi masyarakat yang tangguh bencana. Written by : Hendra P. Saputra","og_url":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/konsepsi-ntb-dan-caritas-germany-dorong-pengembangan-sumber-penghidupan-alternatif-tangguh-bencana\/","og_site_name":"KONSEPSI","article_publisher":"https:\/\/web.facebook.com\/konsepsi.ntb.1","article_published_time":"2022-05-27T20:14:14+00:00","article_modified_time":"2023-03-09T01:45:44+00:00","og_image":[{"width":600,"height":400,"url":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/eFIFCJT2rTYRPfNtFCtBg6Fk1Z3gJKAFHsk59fUV.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-dan-caritas-germany-dorong-pengembangan-sumber-penghidupan-alternatif-tangguh-bencana\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-dan-caritas-germany-dorong-pengembangan-sumber-penghidupan-alternatif-tangguh-bencana\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/person\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211"},"headline":"KONSEPSI NTB dan Caritas Germany Dorong Pengembangan Sumber Penghidupan Alternatif Tangguh Bencana","datePublished":"2022-05-27T20:14:14+00:00","dateModified":"2023-03-09T01:45:44+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-dan-caritas-germany-dorong-pengembangan-sumber-penghidupan-alternatif-tangguh-bencana\/"},"wordCount":364,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-dan-caritas-germany-dorong-pengembangan-sumber-penghidupan-alternatif-tangguh-bencana\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/eFIFCJT2rTYRPfNtFCtBg6Fk1Z3gJKAFHsk59fUV.jpeg","articleSection":["Berita","Desa Tangguh Bencana","PRB Caritas Germany"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-dan-caritas-germany-dorong-pengembangan-sumber-penghidupan-alternatif-tangguh-bencana\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-dan-caritas-germany-dorong-pengembangan-sumber-penghidupan-alternatif-tangguh-bencana\/","url":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-dan-caritas-germany-dorong-pengembangan-sumber-penghidupan-alternatif-tangguh-bencana\/","name":"KONSEPSI NTB dan Caritas Germany Dorong Pengembangan Sumber Penghidupan Alternatif Tangguh Bencana - KONSEPSI","isPartOf":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-dan-caritas-germany-dorong-pengembangan-sumber-penghidupan-alternatif-tangguh-bencana\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-dan-caritas-germany-dorong-pengembangan-sumber-penghidupan-alternatif-tangguh-bencana\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/eFIFCJT2rTYRPfNtFCtBg6Fk1Z3gJKAFHsk59fUV.jpeg","datePublished":"2022-05-27T20:14:14+00:00","dateModified":"2023-03-09T01:45:44+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-dan-caritas-germany-dorong-pengembangan-sumber-penghidupan-alternatif-tangguh-bencana\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-dan-caritas-germany-dorong-pengembangan-sumber-penghidupan-alternatif-tangguh-bencana\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-dan-caritas-germany-dorong-pengembangan-sumber-penghidupan-alternatif-tangguh-bencana\/#primaryimage","url":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/eFIFCJT2rTYRPfNtFCtBg6Fk1Z3gJKAFHsk59fUV.jpeg","contentUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/eFIFCJT2rTYRPfNtFCtBg6Fk1Z3gJKAFHsk59fUV.jpeg","width":600,"height":400},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-dan-caritas-germany-dorong-pengembangan-sumber-penghidupan-alternatif-tangguh-bencana\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/konsepsi.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"KONSEPSI NTB dan Caritas Germany Dorong Pengembangan Sumber Penghidupan Alternatif Tangguh Bencana"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#website","url":"https:\/\/konsepsi.org\/","name":"KONSEPSI","description":"Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) NTB","publisher":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#organization"},"alternateName":"KONSEPSI NTB","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/konsepsi.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#organization","name":"KONSEPSI","alternateName":"Konsorsium Untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi","url":"https:\/\/konsepsi.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/favicon-1.png","contentUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/favicon-1.png","width":512,"height":512,"caption":"KONSEPSI"},"image":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/web.facebook.com\/konsepsi.ntb.1"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/person\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/konsepsi.org","admin"],"url":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/357","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=357"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/357\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/358"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=357"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=357"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=357"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}