{"id":4761,"date":"2022-07-12T21:14:49","date_gmt":"2022-07-12T14:14:49","guid":{"rendered":"https:\/\/konsepsi.org\/?p=4761"},"modified":"2023-03-09T10:49:42","modified_gmt":"2023-03-09T02:49:42","slug":"konsepsi-ntb-dan-mitra-samya-gali-kearifan-lokal-sebagai-upaya-mitigasi-bencana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/konsepsi-ntb-dan-mitra-samya-gali-kearifan-lokal-sebagai-upaya-mitigasi-bencana\/","title":{"rendered":"KONSEPSI NTB dan Mitra Samya Gali Kearifan Lokal sebagai Upaya Mitigasi Bencana"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Konsorsium KONSEPSI NTB dan Mitra Samya melalui Program SIAP SIAGA atas pendanaan Pemerintah Australia melakukan Kajian Studi Bentuk-Bentuk Kearifan Lokal sebagai Upaya Mitigasi dan Pengurangan Risiko Bencana yang tumbuh dan berkembang di masyarakat. Lokasi kajian berlangsung di empat desa dampingan proyek yakni Desa Tumpak dan Desa Selong Belanak di Kabupaten Lombok Tengah; Desa Malaka dan Desa Pemenang Barat di Kabupaten Lombok Utara sejak April hingga Mei 2022.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penggalian data dan informasi kearifan lokal ini dilakukan oleh Konsorsium KONSEPSI dan Mitra Samya melalui Forum Group Discussion (FGD) dan wawancara mendalam dengan sejumlah informan kunci di empat desa lokasi proyek.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di Kabupaten Lombok Utara, hasil kajian ini selanjutnya dipaparkan oleh KONSEPSI dan Mitra Samya melalui proses diseminasi dengan mengundang BPBD Kabupaten Lombok Utara dan Yayasan Pasir Putih sebagai narasumber penanggap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Baiq Yulfia Yanuartati selaku Tim Peneliti dari Konsorsium KONSEPSI dan Mitra Samya menjelaskan bahwa selama ini peran kearifan lokal cukup efektif dalam mengurangi risiko bencana.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Aceh memiliki kearifan lokal seperti smong. Dan itu efektif untuk mengurangi risiko bencana. Begitu juga dengan masyarakat Lombok memiliki banyak kearifan lokal untuk mitigasi bencana&#8221;, katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejalan dengan itu, Agus Hery Purnomo dari BPBD Lombok Utara yang hadir sebagai narasumber penanggap menekankan agar nilai-nilai kearifan lokal ini dapat diinstitusionalisasi sehingga dapat dilestarikan dan diwariskan secara turun-temurun lintas generasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kita perlu melakukan institusionalisasi kearifan lokal sebagai ketahanan sosial masyarakat kita dalam mengurangi risiko bencana&#8221;, harapnya.<\/p>\n<p>Written by: Hendra<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Konsorsium KONSEPSI NTB dan Mitra Samya melalui Program SIAP SIAGA atas pendanaan Pemerintah Australia melakukan Kajian Studi Bentuk-Bentuk Kearifan Lokal sebagai Upaya Mitigasi dan Pengurangan Risiko Bencana yang tumbuh dan berkembang di masyarakat. Lokasi kajian berlangsung di empat desa dampingan proyek yakni Desa Tumpak dan Desa Selong Belanak di Kabupaten Lombok Tengah; Desa Malaka dan Desa Pemenang Barat di Kabupaten Lombok Utara sejak April hingga Mei 2022. Penggalian data dan informasi kearifan lokal ini dilakukan oleh Konsorsium KONSEPSI dan Mitra Samya melalui Forum Group Discussion (FGD) dan wawancara mendalam dengan sejumlah informan kunci di empat desa lokasi proyek. Di Kabupaten Lombok Utara, hasil kajian ini selanjutnya dipaparkan oleh KONSEPSI dan Mitra Samya melalui proses diseminasi dengan mengundang BPBD Kabupaten Lombok Utara dan Yayasan Pasir Putih sebagai narasumber penanggap. Baiq Yulfia Yanuartati selaku Tim Peneliti dari Konsorsium KONSEPSI dan Mitra Samya menjelaskan bahwa selama ini peran kearifan lokal cukup efektif dalam mengurangi risiko bencana. &#8220;Aceh memiliki kearifan lokal seperti smong. Dan itu efektif untuk mengurangi risiko bencana. Begitu juga dengan masyarakat Lombok memiliki banyak kearifan lokal untuk mitigasi bencana&#8221;, katanya. Sejalan dengan itu, Agus Hery Purnomo dari BPBD Lombok Utara yang hadir sebagai narasumber penanggap menekankan agar nilai-nilai kearifan lokal ini dapat diinstitusionalisasi sehingga dapat dilestarikan dan diwariskan secara turun-temurun lintas generasi. &#8220;Kita perlu melakukan institusionalisasi kearifan lokal sebagai ketahanan sosial masyarakat kita dalam mengurangi risiko bencana&#8221;, harapnya. Written by: Hendra<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":4765,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,34,20],"tags":[],"class_list":["post-4761","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-desa-tangguh-bencana","category-siap-siaga"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>KONSEPSI NTB dan Mitra Samya Gali Kearifan Lokal sebagai Upaya Mitigasi Bencana - KONSEPSI<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/konsepsi.org\/en\/konsepsi-ntb-dan-mitra-samya-gali-kearifan-lokal-sebagai-upaya-mitigasi-bencana\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"KONSEPSI NTB dan Mitra Samya Gali Kearifan Lokal sebagai Upaya Mitigasi Bencana - KONSEPSI\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Konsorsium KONSEPSI NTB dan Mitra Samya melalui Program SIAP SIAGA atas pendanaan Pemerintah Australia melakukan Kajian Studi Bentuk-Bentuk Kearifan Lokal sebagai Upaya Mitigasi dan Pengurangan Risiko Bencana yang tumbuh dan berkembang di masyarakat. Lokasi kajian berlangsung di empat desa dampingan proyek yakni Desa Tumpak dan Desa Selong Belanak di Kabupaten Lombok Tengah; Desa Malaka dan Desa Pemenang Barat di Kabupaten Lombok Utara sejak April hingga Mei 2022. Penggalian data dan informasi kearifan lokal ini dilakukan oleh Konsorsium KONSEPSI dan Mitra Samya melalui Forum Group Discussion (FGD) dan wawancara mendalam dengan sejumlah informan kunci di empat desa lokasi proyek. Di Kabupaten Lombok Utara, hasil kajian ini selanjutnya dipaparkan oleh KONSEPSI dan Mitra Samya melalui proses diseminasi dengan mengundang BPBD Kabupaten Lombok Utara dan Yayasan Pasir Putih sebagai narasumber penanggap. Baiq Yulfia Yanuartati selaku Tim Peneliti dari Konsorsium KONSEPSI dan Mitra Samya menjelaskan bahwa selama ini peran kearifan lokal cukup efektif dalam mengurangi risiko bencana. &#8220;Aceh memiliki kearifan lokal seperti smong. Dan itu efektif untuk mengurangi risiko bencana. Begitu juga dengan masyarakat Lombok memiliki banyak kearifan lokal untuk mitigasi bencana&#8221;, katanya. Sejalan dengan itu, Agus Hery Purnomo dari BPBD Lombok Utara yang hadir sebagai narasumber penanggap menekankan agar nilai-nilai kearifan lokal ini dapat diinstitusionalisasi sehingga dapat dilestarikan dan diwariskan secara turun-temurun lintas generasi. &#8220;Kita perlu melakukan institusionalisasi kearifan lokal sebagai ketahanan sosial masyarakat kita dalam mengurangi risiko bencana&#8221;, harapnya. Written by: Hendra\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/konsepsi.org\/en\/konsepsi-ntb-dan-mitra-samya-gali-kearifan-lokal-sebagai-upaya-mitigasi-bencana\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KONSEPSI\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/web.facebook.com\/konsepsi.ntb.1\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-07-12T14:14:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-03-09T02:49:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/1-1.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-dan-mitra-samya-gali-kearifan-lokal-sebagai-upaya-mitigasi-bencana\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-dan-mitra-samya-gali-kearifan-lokal-sebagai-upaya-mitigasi-bencana\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211\"},\"headline\":\"KONSEPSI NTB dan Mitra Samya Gali Kearifan Lokal sebagai Upaya Mitigasi Bencana\",\"datePublished\":\"2022-07-12T14:14:49+00:00\",\"dateModified\":\"2023-03-09T02:49:42+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-dan-mitra-samya-gali-kearifan-lokal-sebagai-upaya-mitigasi-bencana\\\/\"},\"wordCount\":241,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-dan-mitra-samya-gali-kearifan-lokal-sebagai-upaya-mitigasi-bencana\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/07\\\/1-1.png\",\"articleSection\":[\"Berita\",\"Desa Tangguh Bencana\",\"SIAP SIAGA Program\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-dan-mitra-samya-gali-kearifan-lokal-sebagai-upaya-mitigasi-bencana\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-dan-mitra-samya-gali-kearifan-lokal-sebagai-upaya-mitigasi-bencana\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-dan-mitra-samya-gali-kearifan-lokal-sebagai-upaya-mitigasi-bencana\\\/\",\"name\":\"KONSEPSI NTB dan Mitra Samya Gali Kearifan Lokal sebagai Upaya Mitigasi Bencana - KONSEPSI\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-dan-mitra-samya-gali-kearifan-lokal-sebagai-upaya-mitigasi-bencana\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-dan-mitra-samya-gali-kearifan-lokal-sebagai-upaya-mitigasi-bencana\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/07\\\/1-1.png\",\"datePublished\":\"2022-07-12T14:14:49+00:00\",\"dateModified\":\"2023-03-09T02:49:42+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-dan-mitra-samya-gali-kearifan-lokal-sebagai-upaya-mitigasi-bencana\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-dan-mitra-samya-gali-kearifan-lokal-sebagai-upaya-mitigasi-bencana\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-dan-mitra-samya-gali-kearifan-lokal-sebagai-upaya-mitigasi-bencana\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/07\\\/1-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/07\\\/1-1.png\",\"width\":1080,\"height\":1080},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/konsepsi-ntb-dan-mitra-samya-gali-kearifan-lokal-sebagai-upaya-mitigasi-bencana\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"KONSEPSI NTB dan Mitra Samya Gali Kearifan Lokal sebagai Upaya Mitigasi Bencana\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/\",\"name\":\"KONSEPSI\",\"description\":\"Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) NTB\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"KONSEPSI NTB\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#organization\",\"name\":\"KONSEPSI\",\"alternateName\":\"Konsorsium Untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/favicon-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/favicon-1.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"KONSEPSI\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/web.facebook.com\\\/konsepsi.ntb.1\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\",\"admin\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/en\\\/author\\\/admin\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"KONSEPSI NTB dan Mitra Samya Gali Kearifan Lokal sebagai Upaya Mitigasi Bencana - KONSEPSI","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/konsepsi-ntb-dan-mitra-samya-gali-kearifan-lokal-sebagai-upaya-mitigasi-bencana\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"KONSEPSI NTB dan Mitra Samya Gali Kearifan Lokal sebagai Upaya Mitigasi Bencana - KONSEPSI","og_description":"Konsorsium KONSEPSI NTB dan Mitra Samya melalui Program SIAP SIAGA atas pendanaan Pemerintah Australia melakukan Kajian Studi Bentuk-Bentuk Kearifan Lokal sebagai Upaya Mitigasi dan Pengurangan Risiko Bencana yang tumbuh dan berkembang di masyarakat. Lokasi kajian berlangsung di empat desa dampingan proyek yakni Desa Tumpak dan Desa Selong Belanak di Kabupaten Lombok Tengah; Desa Malaka dan Desa Pemenang Barat di Kabupaten Lombok Utara sejak April hingga Mei 2022. Penggalian data dan informasi kearifan lokal ini dilakukan oleh Konsorsium KONSEPSI dan Mitra Samya melalui Forum Group Discussion (FGD) dan wawancara mendalam dengan sejumlah informan kunci di empat desa lokasi proyek. Di Kabupaten Lombok Utara, hasil kajian ini selanjutnya dipaparkan oleh KONSEPSI dan Mitra Samya melalui proses diseminasi dengan mengundang BPBD Kabupaten Lombok Utara dan Yayasan Pasir Putih sebagai narasumber penanggap. Baiq Yulfia Yanuartati selaku Tim Peneliti dari Konsorsium KONSEPSI dan Mitra Samya menjelaskan bahwa selama ini peran kearifan lokal cukup efektif dalam mengurangi risiko bencana. &#8220;Aceh memiliki kearifan lokal seperti smong. Dan itu efektif untuk mengurangi risiko bencana. Begitu juga dengan masyarakat Lombok memiliki banyak kearifan lokal untuk mitigasi bencana&#8221;, katanya. Sejalan dengan itu, Agus Hery Purnomo dari BPBD Lombok Utara yang hadir sebagai narasumber penanggap menekankan agar nilai-nilai kearifan lokal ini dapat diinstitusionalisasi sehingga dapat dilestarikan dan diwariskan secara turun-temurun lintas generasi. &#8220;Kita perlu melakukan institusionalisasi kearifan lokal sebagai ketahanan sosial masyarakat kita dalam mengurangi risiko bencana&#8221;, harapnya. Written by: Hendra","og_url":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/konsepsi-ntb-dan-mitra-samya-gali-kearifan-lokal-sebagai-upaya-mitigasi-bencana\/","og_site_name":"KONSEPSI","article_publisher":"https:\/\/web.facebook.com\/konsepsi.ntb.1","article_published_time":"2022-07-12T14:14:49+00:00","article_modified_time":"2023-03-09T02:49:42+00:00","og_image":[{"width":1080,"height":1080,"url":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/1-1.png","type":"image\/png"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-dan-mitra-samya-gali-kearifan-lokal-sebagai-upaya-mitigasi-bencana\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-dan-mitra-samya-gali-kearifan-lokal-sebagai-upaya-mitigasi-bencana\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/person\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211"},"headline":"KONSEPSI NTB dan Mitra Samya Gali Kearifan Lokal sebagai Upaya Mitigasi Bencana","datePublished":"2022-07-12T14:14:49+00:00","dateModified":"2023-03-09T02:49:42+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-dan-mitra-samya-gali-kearifan-lokal-sebagai-upaya-mitigasi-bencana\/"},"wordCount":241,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-dan-mitra-samya-gali-kearifan-lokal-sebagai-upaya-mitigasi-bencana\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/1-1.png","articleSection":["Berita","Desa Tangguh Bencana","SIAP SIAGA Program"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-dan-mitra-samya-gali-kearifan-lokal-sebagai-upaya-mitigasi-bencana\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-dan-mitra-samya-gali-kearifan-lokal-sebagai-upaya-mitigasi-bencana\/","url":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-dan-mitra-samya-gali-kearifan-lokal-sebagai-upaya-mitigasi-bencana\/","name":"KONSEPSI NTB dan Mitra Samya Gali Kearifan Lokal sebagai Upaya Mitigasi Bencana - KONSEPSI","isPartOf":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-dan-mitra-samya-gali-kearifan-lokal-sebagai-upaya-mitigasi-bencana\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-dan-mitra-samya-gali-kearifan-lokal-sebagai-upaya-mitigasi-bencana\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/1-1.png","datePublished":"2022-07-12T14:14:49+00:00","dateModified":"2023-03-09T02:49:42+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-dan-mitra-samya-gali-kearifan-lokal-sebagai-upaya-mitigasi-bencana\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-dan-mitra-samya-gali-kearifan-lokal-sebagai-upaya-mitigasi-bencana\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-dan-mitra-samya-gali-kearifan-lokal-sebagai-upaya-mitigasi-bencana\/#primaryimage","url":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/1-1.png","contentUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/1-1.png","width":1080,"height":1080},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/konsepsi-ntb-dan-mitra-samya-gali-kearifan-lokal-sebagai-upaya-mitigasi-bencana\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/konsepsi.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"KONSEPSI NTB dan Mitra Samya Gali Kearifan Lokal sebagai Upaya Mitigasi Bencana"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#website","url":"https:\/\/konsepsi.org\/","name":"KONSEPSI","description":"Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) NTB","publisher":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#organization"},"alternateName":"KONSEPSI NTB","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/konsepsi.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#organization","name":"KONSEPSI","alternateName":"Konsorsium Untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi","url":"https:\/\/konsepsi.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/favicon-1.png","contentUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/favicon-1.png","width":512,"height":512,"caption":"KONSEPSI"},"image":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/web.facebook.com\/konsepsi.ntb.1"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/person\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/konsepsi.org","admin"],"url":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4761","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4761"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4761\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4765"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4761"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4761"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4761"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}