{"id":5091,"date":"2022-08-08T16:15:42","date_gmt":"2022-08-08T08:15:42","guid":{"rendered":"https:\/\/konsepsi.org\/?p=5091"},"modified":"2023-10-16T12:07:48","modified_gmt":"2023-10-16T04:07:48","slug":"perempuan-disabilitas-dan-asa-penghidupan-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/perempuan-disabilitas-dan-asa-penghidupan-baru\/","title":{"rendered":"Perempuan, Disabilitas dan Asa Penghidupan Baru"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">KONSEPSI &#8211; Nurjanah tampak sibuk menyiapkan alat dan bahan untuk pengolahan kelapa. Sejurus kemudian, tangannya mulai memarut satu demi satu kepingan buah kelapa yang sudah dikupas. Bergantian dengan temannya, dia mengisi ember-ember kosong dengan hasil parutan kelapa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nurjanah adalah penyandang disabilitas Tuna Daksa asal Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara. Meski memiliki keterbatasan fisik, perempuan paruh baya ini tak canggung untuk mengikuti pelatihan pembuatan minyak Virgin Coconut Oil (VCO) bersama peserta perempuan lain yang kebanyakan non disabilitas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain Nurjanah, ada empat orang perempuan penyandang disabilitas yang juga ikut menjadi peserta pelatihan yang diampu para tenaga pelatih dari Lembaga Inkubasi Bisnis dan Inovasi (KUBINOV) Universitas Mataram.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mereka bergabung dengan sepuluh orang anggota rumah tangga perempuan non disabilitas dari desa Malaka dan desa tetangga, Pemenang Barat, mengikuti praktek mengolah buah kelapa menjadi minyak VCO selama tiga hari, mulai 28-30 Juli 2022 di aula MA Nurul Yakin, Desa Malaka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelum praktek, peserta dibekali dengan pemahaman mengenali karakter, jenis, dan kualitas buah kelapa sebagai bahan baku pembuatan minyak VCO<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTumben saya dilibatkan dalam kegiatan pelatihan yang begini ini,&#8221; ungkap Nurjanah merujuk pada pelatihan pembuatan VCO.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dia menuturkan sehari-hari bekerja sebagai pedagang ikan saat sedang musim tiba. Namun aktivitasnya itu telah lama berhenti semenjak Pandemi COVID-19 menimpa kampunya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanpa pikir panjang, Nurjanah pun mengiyakan saat tetangganya mengajaknya untuk ikut belajar keterampilan membuat minyak VCO. \u201cSaya juga ingin memiliki usaha lain di desa agar punya peluang penghasilan baru,\u201c katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perasaan senada juga dituturkan oleh Huriah, peserta lain dari Desa Pemenang Barat. Menurutnya pembuatan minyak VCO selain memiliki manfaat untuk kesehatan juga memiliki prospek cukup menjanjikan jika dijadikan sebagai usaha bersama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPontensi kelapa di Lombok Utara juga cukup melimpah, sehingga tidak sulit untuk didapatkan. Apalagi pohon kelapa ini tidak mengenal musim berbuah,\u201d kata kader PKK Desa Pemenang Barat ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih jauh, Huriah berharap, setelah pelatihan ini, ia dan kelompoknya bisa terus didampingi dalam hal izin usaha dan juga dibantu pemasarannya agar bisa menjangkau pangsa pasar yang lebih luas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelatihan tersebut difasilitasi oleh Program SIAP SIAGA yang dilaksanakan Konsorsium KONSEPSI NTB dan Mitra Samya atas dukungan pendanaan dari Pemerintah Australia bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan ini menyasar anggota rumah tangga perempuan dan penyandang disabilitas di pedesaan, kegiatan itu dimaksudkan sebagai upaya mendorong pemulihan ekonomi pasca Pandemi COVID-19.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelumnya secara terpisah, Hasrina Muliawan dari Tim KPL SIAP SIAGA yang berkesempatan hadir meninjau kegiatan pelatihan, mengatakan keterampilan yang diperoleh merupakan modal soft skill yang menopang ketangguhan bagi penerima manfaat yang sewaktu-waktu dapat berguna tatkala tekanan dan bahaya bencana terjadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBila bencana datang, setidaknya ada bekal keterampilan yang diandalkan untuk memulihkan kondisi penghidupan,\u201c jelasnya.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KONSEPSI &#8211; Nurjanah tampak sibuk menyiapkan alat dan bahan untuk pengolahan kelapa. Sejurus kemudian, tangannya mulai memarut satu demi satu kepingan buah kelapa yang sudah dikupas. Bergantian dengan temannya, dia mengisi ember-ember kosong dengan hasil parutan kelapa. Nurjanah adalah penyandang disabilitas Tuna Daksa asal Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara. Meski memiliki keterbatasan fisik, perempuan paruh baya ini tak canggung untuk mengikuti pelatihan pembuatan minyak Virgin Coconut Oil (VCO) bersama peserta perempuan lain yang kebanyakan non disabilitas. Selain Nurjanah, ada empat orang perempuan penyandang disabilitas yang juga ikut menjadi peserta pelatihan yang diampu para tenaga pelatih dari Lembaga Inkubasi Bisnis dan Inovasi (KUBINOV) Universitas Mataram. Mereka bergabung dengan sepuluh orang anggota rumah tangga perempuan non disabilitas dari desa Malaka dan desa tetangga, Pemenang Barat, mengikuti praktek mengolah buah kelapa menjadi minyak VCO selama tiga hari, mulai 28-30 Juli 2022 di aula MA Nurul Yakin, Desa Malaka. Sebelum praktek, peserta dibekali dengan pemahaman mengenali karakter, jenis, dan kualitas buah kelapa sebagai bahan baku pembuatan minyak VCO \u201cTumben saya dilibatkan dalam kegiatan pelatihan yang begini ini,&#8221; ungkap Nurjanah merujuk pada pelatihan pembuatan VCO. Dia menuturkan sehari-hari bekerja sebagai pedagang ikan saat sedang musim tiba. Namun aktivitasnya itu telah lama berhenti semenjak Pandemi COVID-19 menimpa kampunya. Tanpa pikir panjang, Nurjanah pun mengiyakan saat tetangganya mengajaknya untuk ikut belajar keterampilan membuat minyak VCO. \u201cSaya juga ingin memiliki usaha lain di desa agar punya peluang penghasilan baru,\u201c katanya. Perasaan senada juga dituturkan oleh Huriah, peserta lain dari Desa Pemenang Barat. Menurutnya pembuatan minyak VCO selain memiliki manfaat untuk kesehatan juga memiliki prospek cukup menjanjikan jika dijadikan sebagai usaha bersama. \u201cPontensi kelapa di Lombok Utara juga cukup melimpah, sehingga tidak sulit untuk didapatkan. Apalagi pohon kelapa ini tidak mengenal musim berbuah,\u201d kata kader PKK Desa Pemenang Barat ini. Lebih jauh, Huriah berharap, setelah pelatihan ini, ia dan kelompoknya bisa terus didampingi dalam hal izin usaha dan juga dibantu pemasarannya agar bisa menjangkau pangsa pasar yang lebih luas. Pelatihan tersebut difasilitasi oleh Program SIAP SIAGA yang dilaksanakan Konsorsium KONSEPSI NTB dan Mitra Samya atas dukungan pendanaan dari Pemerintah Australia bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia. Kegiatan ini menyasar anggota rumah tangga perempuan dan penyandang disabilitas di pedesaan, kegiatan itu dimaksudkan sebagai upaya mendorong pemulihan ekonomi pasca Pandemi COVID-19. Sebelumnya secara terpisah, Hasrina Muliawan dari Tim KPL SIAP SIAGA yang berkesempatan hadir meninjau kegiatan pelatihan, mengatakan keterampilan yang diperoleh merupakan modal soft skill yang menopang ketangguhan bagi penerima manfaat yang sewaktu-waktu dapat berguna tatkala tekanan dan bahaya bencana terjadi. \u201cBila bencana datang, setidaknya ada bekal keterampilan yang diandalkan untuk memulihkan kondisi penghidupan,\u201c jelasnya.<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":5092,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[116,20],"tags":[],"class_list":["post-5091","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-siap-siaga"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Perempuan, Disabilitas dan Asa Penghidupan Baru - KONSEPSI<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/konsepsi.org\/en\/perempuan-disabilitas-dan-asa-penghidupan-baru\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perempuan, Disabilitas dan Asa Penghidupan Baru - KONSEPSI\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"KONSEPSI &#8211; Nurjanah tampak sibuk menyiapkan alat dan bahan untuk pengolahan kelapa. Sejurus kemudian, tangannya mulai memarut satu demi satu kepingan buah kelapa yang sudah dikupas. Bergantian dengan temannya, dia mengisi ember-ember kosong dengan hasil parutan kelapa. Nurjanah adalah penyandang disabilitas Tuna Daksa asal Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara. Meski memiliki keterbatasan fisik, perempuan paruh baya ini tak canggung untuk mengikuti pelatihan pembuatan minyak Virgin Coconut Oil (VCO) bersama peserta perempuan lain yang kebanyakan non disabilitas. Selain Nurjanah, ada empat orang perempuan penyandang disabilitas yang juga ikut menjadi peserta pelatihan yang diampu para tenaga pelatih dari Lembaga Inkubasi Bisnis dan Inovasi (KUBINOV) Universitas Mataram. Mereka bergabung dengan sepuluh orang anggota rumah tangga perempuan non disabilitas dari desa Malaka dan desa tetangga, Pemenang Barat, mengikuti praktek mengolah buah kelapa menjadi minyak VCO selama tiga hari, mulai 28-30 Juli 2022 di aula MA Nurul Yakin, Desa Malaka. Sebelum praktek, peserta dibekali dengan pemahaman mengenali karakter, jenis, dan kualitas buah kelapa sebagai bahan baku pembuatan minyak VCO \u201cTumben saya dilibatkan dalam kegiatan pelatihan yang begini ini,&#8221; ungkap Nurjanah merujuk pada pelatihan pembuatan VCO. Dia menuturkan sehari-hari bekerja sebagai pedagang ikan saat sedang musim tiba. Namun aktivitasnya itu telah lama berhenti semenjak Pandemi COVID-19 menimpa kampunya. Tanpa pikir panjang, Nurjanah pun mengiyakan saat tetangganya mengajaknya untuk ikut belajar keterampilan membuat minyak VCO. \u201cSaya juga ingin memiliki usaha lain di desa agar punya peluang penghasilan baru,\u201c katanya. Perasaan senada juga dituturkan oleh Huriah, peserta lain dari Desa Pemenang Barat. Menurutnya pembuatan minyak VCO selain memiliki manfaat untuk kesehatan juga memiliki prospek cukup menjanjikan jika dijadikan sebagai usaha bersama. \u201cPontensi kelapa di Lombok Utara juga cukup melimpah, sehingga tidak sulit untuk didapatkan. Apalagi pohon kelapa ini tidak mengenal musim berbuah,\u201d kata kader PKK Desa Pemenang Barat ini. Lebih jauh, Huriah berharap, setelah pelatihan ini, ia dan kelompoknya bisa terus didampingi dalam hal izin usaha dan juga dibantu pemasarannya agar bisa menjangkau pangsa pasar yang lebih luas. Pelatihan tersebut difasilitasi oleh Program SIAP SIAGA yang dilaksanakan Konsorsium KONSEPSI NTB dan Mitra Samya atas dukungan pendanaan dari Pemerintah Australia bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia. Kegiatan ini menyasar anggota rumah tangga perempuan dan penyandang disabilitas di pedesaan, kegiatan itu dimaksudkan sebagai upaya mendorong pemulihan ekonomi pasca Pandemi COVID-19. Sebelumnya secara terpisah, Hasrina Muliawan dari Tim KPL SIAP SIAGA yang berkesempatan hadir meninjau kegiatan pelatihan, mengatakan keterampilan yang diperoleh merupakan modal soft skill yang menopang ketangguhan bagi penerima manfaat yang sewaktu-waktu dapat berguna tatkala tekanan dan bahaya bencana terjadi. \u201cBila bencana datang, setidaknya ada bekal keterampilan yang diandalkan untuk memulihkan kondisi penghidupan,\u201c jelasnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/konsepsi.org\/en\/perempuan-disabilitas-dan-asa-penghidupan-baru\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KONSEPSI\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/web.facebook.com\/konsepsi.ntb.1\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-08-08T08:15:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-10-16T04:07:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/WhatsApp-Image-2022-08-06-at-08.12.27.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1204\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/perempuan-disabilitas-dan-asa-penghidupan-baru\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/perempuan-disabilitas-dan-asa-penghidupan-baru\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211\"},\"headline\":\"Perempuan, Disabilitas dan Asa Penghidupan Baru\",\"datePublished\":\"2022-08-08T08:15:42+00:00\",\"dateModified\":\"2023-10-16T04:07:48+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/perempuan-disabilitas-dan-asa-penghidupan-baru\\\/\"},\"wordCount\":428,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/perempuan-disabilitas-dan-asa-penghidupan-baru\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/WhatsApp-Image-2022-08-06-at-08.12.27.jpeg\",\"articleSection\":[\"Artikel\",\"SIAP SIAGA Program\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/perempuan-disabilitas-dan-asa-penghidupan-baru\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/perempuan-disabilitas-dan-asa-penghidupan-baru\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/perempuan-disabilitas-dan-asa-penghidupan-baru\\\/\",\"name\":\"Perempuan, Disabilitas dan Asa Penghidupan Baru - KONSEPSI\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/perempuan-disabilitas-dan-asa-penghidupan-baru\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/perempuan-disabilitas-dan-asa-penghidupan-baru\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/WhatsApp-Image-2022-08-06-at-08.12.27.jpeg\",\"datePublished\":\"2022-08-08T08:15:42+00:00\",\"dateModified\":\"2023-10-16T04:07:48+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/perempuan-disabilitas-dan-asa-penghidupan-baru\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/perempuan-disabilitas-dan-asa-penghidupan-baru\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/perempuan-disabilitas-dan-asa-penghidupan-baru\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/WhatsApp-Image-2022-08-06-at-08.12.27.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/WhatsApp-Image-2022-08-06-at-08.12.27.jpeg\",\"width\":1600,\"height\":1204},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/perempuan-disabilitas-dan-asa-penghidupan-baru\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Perempuan, Disabilitas dan Asa Penghidupan Baru\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/\",\"name\":\"KONSEPSI\",\"description\":\"Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) NTB\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"KONSEPSI NTB\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#organization\",\"name\":\"KONSEPSI\",\"alternateName\":\"Konsorsium Untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/favicon-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/favicon-1.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"KONSEPSI\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/web.facebook.com\\\/konsepsi.ntb.1\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\",\"admin\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/en\\\/author\\\/admin\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perempuan, Disabilitas dan Asa Penghidupan Baru - KONSEPSI","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/perempuan-disabilitas-dan-asa-penghidupan-baru\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Perempuan, Disabilitas dan Asa Penghidupan Baru - KONSEPSI","og_description":"KONSEPSI &#8211; Nurjanah tampak sibuk menyiapkan alat dan bahan untuk pengolahan kelapa. Sejurus kemudian, tangannya mulai memarut satu demi satu kepingan buah kelapa yang sudah dikupas. Bergantian dengan temannya, dia mengisi ember-ember kosong dengan hasil parutan kelapa. Nurjanah adalah penyandang disabilitas Tuna Daksa asal Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara. Meski memiliki keterbatasan fisik, perempuan paruh baya ini tak canggung untuk mengikuti pelatihan pembuatan minyak Virgin Coconut Oil (VCO) bersama peserta perempuan lain yang kebanyakan non disabilitas. Selain Nurjanah, ada empat orang perempuan penyandang disabilitas yang juga ikut menjadi peserta pelatihan yang diampu para tenaga pelatih dari Lembaga Inkubasi Bisnis dan Inovasi (KUBINOV) Universitas Mataram. Mereka bergabung dengan sepuluh orang anggota rumah tangga perempuan non disabilitas dari desa Malaka dan desa tetangga, Pemenang Barat, mengikuti praktek mengolah buah kelapa menjadi minyak VCO selama tiga hari, mulai 28-30 Juli 2022 di aula MA Nurul Yakin, Desa Malaka. Sebelum praktek, peserta dibekali dengan pemahaman mengenali karakter, jenis, dan kualitas buah kelapa sebagai bahan baku pembuatan minyak VCO \u201cTumben saya dilibatkan dalam kegiatan pelatihan yang begini ini,&#8221; ungkap Nurjanah merujuk pada pelatihan pembuatan VCO. Dia menuturkan sehari-hari bekerja sebagai pedagang ikan saat sedang musim tiba. Namun aktivitasnya itu telah lama berhenti semenjak Pandemi COVID-19 menimpa kampunya. Tanpa pikir panjang, Nurjanah pun mengiyakan saat tetangganya mengajaknya untuk ikut belajar keterampilan membuat minyak VCO. \u201cSaya juga ingin memiliki usaha lain di desa agar punya peluang penghasilan baru,\u201c katanya. Perasaan senada juga dituturkan oleh Huriah, peserta lain dari Desa Pemenang Barat. Menurutnya pembuatan minyak VCO selain memiliki manfaat untuk kesehatan juga memiliki prospek cukup menjanjikan jika dijadikan sebagai usaha bersama. \u201cPontensi kelapa di Lombok Utara juga cukup melimpah, sehingga tidak sulit untuk didapatkan. Apalagi pohon kelapa ini tidak mengenal musim berbuah,\u201d kata kader PKK Desa Pemenang Barat ini. Lebih jauh, Huriah berharap, setelah pelatihan ini, ia dan kelompoknya bisa terus didampingi dalam hal izin usaha dan juga dibantu pemasarannya agar bisa menjangkau pangsa pasar yang lebih luas. Pelatihan tersebut difasilitasi oleh Program SIAP SIAGA yang dilaksanakan Konsorsium KONSEPSI NTB dan Mitra Samya atas dukungan pendanaan dari Pemerintah Australia bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia. Kegiatan ini menyasar anggota rumah tangga perempuan dan penyandang disabilitas di pedesaan, kegiatan itu dimaksudkan sebagai upaya mendorong pemulihan ekonomi pasca Pandemi COVID-19. Sebelumnya secara terpisah, Hasrina Muliawan dari Tim KPL SIAP SIAGA yang berkesempatan hadir meninjau kegiatan pelatihan, mengatakan keterampilan yang diperoleh merupakan modal soft skill yang menopang ketangguhan bagi penerima manfaat yang sewaktu-waktu dapat berguna tatkala tekanan dan bahaya bencana terjadi. \u201cBila bencana datang, setidaknya ada bekal keterampilan yang diandalkan untuk memulihkan kondisi penghidupan,\u201c jelasnya.","og_url":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/perempuan-disabilitas-dan-asa-penghidupan-baru\/","og_site_name":"KONSEPSI","article_publisher":"https:\/\/web.facebook.com\/konsepsi.ntb.1","article_published_time":"2022-08-08T08:15:42+00:00","article_modified_time":"2023-10-16T04:07:48+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":1204,"url":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/WhatsApp-Image-2022-08-06-at-08.12.27.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/perempuan-disabilitas-dan-asa-penghidupan-baru\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/perempuan-disabilitas-dan-asa-penghidupan-baru\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/person\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211"},"headline":"Perempuan, Disabilitas dan Asa Penghidupan Baru","datePublished":"2022-08-08T08:15:42+00:00","dateModified":"2023-10-16T04:07:48+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/perempuan-disabilitas-dan-asa-penghidupan-baru\/"},"wordCount":428,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/perempuan-disabilitas-dan-asa-penghidupan-baru\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/WhatsApp-Image-2022-08-06-at-08.12.27.jpeg","articleSection":["Artikel","SIAP SIAGA Program"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/konsepsi.org\/perempuan-disabilitas-dan-asa-penghidupan-baru\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/perempuan-disabilitas-dan-asa-penghidupan-baru\/","url":"https:\/\/konsepsi.org\/perempuan-disabilitas-dan-asa-penghidupan-baru\/","name":"Perempuan, Disabilitas dan Asa Penghidupan Baru - KONSEPSI","isPartOf":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/perempuan-disabilitas-dan-asa-penghidupan-baru\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/perempuan-disabilitas-dan-asa-penghidupan-baru\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/WhatsApp-Image-2022-08-06-at-08.12.27.jpeg","datePublished":"2022-08-08T08:15:42+00:00","dateModified":"2023-10-16T04:07:48+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/perempuan-disabilitas-dan-asa-penghidupan-baru\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/konsepsi.org\/perempuan-disabilitas-dan-asa-penghidupan-baru\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/perempuan-disabilitas-dan-asa-penghidupan-baru\/#primaryimage","url":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/WhatsApp-Image-2022-08-06-at-08.12.27.jpeg","contentUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/WhatsApp-Image-2022-08-06-at-08.12.27.jpeg","width":1600,"height":1204},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/perempuan-disabilitas-dan-asa-penghidupan-baru\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/konsepsi.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perempuan, Disabilitas dan Asa Penghidupan Baru"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#website","url":"https:\/\/konsepsi.org\/","name":"KONSEPSI","description":"Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) NTB","publisher":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#organization"},"alternateName":"KONSEPSI NTB","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/konsepsi.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#organization","name":"KONSEPSI","alternateName":"Konsorsium Untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi","url":"https:\/\/konsepsi.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/favicon-1.png","contentUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/favicon-1.png","width":512,"height":512,"caption":"KONSEPSI"},"image":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/web.facebook.com\/konsepsi.ntb.1"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/person\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/konsepsi.org","admin"],"url":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5091","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5091"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5091\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5092"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5091"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5091"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5091"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}