{"id":5543,"date":"2022-09-19T12:12:43","date_gmt":"2022-09-19T04:12:43","guid":{"rendered":"https:\/\/konsepsi.org\/?p=5543"},"modified":"2023-10-16T12:06:38","modified_gmt":"2023-10-16T04:06:38","slug":"tradisi-nyelamatang-telokan-ritual-tolak-bala-dan-ungkapan-rasa-syukur-masyarakat-pesisir-teluk-kombal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/tradisi-nyelamatang-telokan-ritual-tolak-bala-dan-ungkapan-rasa-syukur-masyarakat-pesisir-teluk-kombal\/","title":{"rendered":"Tradisi Nyelamatang Telokan, Ritual Tolak Bala dan Ungkapan Rasa Syukur Masyarakat Pesisir Teluk Kombal"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">KONSEPSI- Masyarakat di sekitar pesisir Dusun Teluk Kombal, Desa Pemenang Barat, Kabupaten Lombok Utara akan menggelar ritual Nyelamatang Telokan atau Selamatan Pantai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nyelamatang Telokan di Teluk Kombal adalah suatu tradisi yang mulanya kerap dilakukan setiap tahun oleh masyarakat nelayan yang sebagian besar merupakan keturunan Mandar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) Pemenang Barat, Abdan Hadi kepada awak media KONSEPSI NTB menjelaskan tujuan diadakannya prosesi ritual Nyelamatang Telokan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Menurut tradisi masyarakat, Nyelamatang Telokan ini suatu ritual menolak bala atau bencana dan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah Yang Maha Kuasa,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nyelamatang Telokan digelar tepat pada perayaan Rebo Bontong di Bulan Sapar tahun ini. Bersamaan juga dengan perayaan Mandi Sapar di Gili Trawangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nyelamatang Telokan di Teluk Kombal akan berlangsung pada hari Rabu, 21 September 2022 mulai Pukul 08.30 Wita sampai selesai.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KONSEPSI- Masyarakat di sekitar pesisir Dusun Teluk Kombal, Desa Pemenang Barat, Kabupaten Lombok Utara akan menggelar ritual Nyelamatang Telokan atau Selamatan Pantai. Nyelamatang Telokan di Teluk Kombal adalah suatu tradisi yang mulanya kerap dilakukan setiap tahun oleh masyarakat nelayan yang sebagian besar merupakan keturunan Mandar. Ketua Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) Pemenang Barat, Abdan Hadi kepada awak media KONSEPSI NTB menjelaskan tujuan diadakannya prosesi ritual Nyelamatang Telokan. &#8220;Menurut tradisi masyarakat, Nyelamatang Telokan ini suatu ritual menolak bala atau bencana dan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah Yang Maha Kuasa,&#8221; katanya. Nyelamatang Telokan digelar tepat pada perayaan Rebo Bontong di Bulan Sapar tahun ini. Bersamaan juga dengan perayaan Mandi Sapar di Gili Trawangan. Nyelamatang Telokan di Teluk Kombal akan berlangsung pada hari Rabu, 21 September 2022 mulai Pukul 08.30 Wita sampai selesai.<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":5544,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[116],"tags":[],"class_list":["post-5543","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Tradisi Nyelamatang Telokan, Ritual Tolak Bala dan Ungkapan Rasa Syukur Masyarakat Pesisir Teluk Kombal - KONSEPSI<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/konsepsi.org\/en\/tradisi-nyelamatang-telokan-ritual-tolak-bala-dan-ungkapan-rasa-syukur-masyarakat-pesisir-teluk-kombal\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tradisi Nyelamatang Telokan, Ritual Tolak Bala dan Ungkapan Rasa Syukur Masyarakat Pesisir Teluk Kombal - KONSEPSI\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"KONSEPSI- Masyarakat di sekitar pesisir Dusun Teluk Kombal, Desa Pemenang Barat, Kabupaten Lombok Utara akan menggelar ritual Nyelamatang Telokan atau Selamatan Pantai. Nyelamatang Telokan di Teluk Kombal adalah suatu tradisi yang mulanya kerap dilakukan setiap tahun oleh masyarakat nelayan yang sebagian besar merupakan keturunan Mandar. Ketua Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) Pemenang Barat, Abdan Hadi kepada awak media KONSEPSI NTB menjelaskan tujuan diadakannya prosesi ritual Nyelamatang Telokan. &#8220;Menurut tradisi masyarakat, Nyelamatang Telokan ini suatu ritual menolak bala atau bencana dan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah Yang Maha Kuasa,&#8221; katanya. Nyelamatang Telokan digelar tepat pada perayaan Rebo Bontong di Bulan Sapar tahun ini. Bersamaan juga dengan perayaan Mandi Sapar di Gili Trawangan. Nyelamatang Telokan di Teluk Kombal akan berlangsung pada hari Rabu, 21 September 2022 mulai Pukul 08.30 Wita sampai selesai.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/konsepsi.org\/en\/tradisi-nyelamatang-telokan-ritual-tolak-bala-dan-ungkapan-rasa-syukur-masyarakat-pesisir-teluk-kombal\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KONSEPSI\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/web.facebook.com\/konsepsi.ntb.1\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-09-19T04:12:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-10-16T04:06:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/WhatsApp-Image-2022-09-18-at-10.00.52.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/tradisi-nyelamatang-telokan-ritual-tolak-bala-dan-ungkapan-rasa-syukur-masyarakat-pesisir-teluk-kombal\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/tradisi-nyelamatang-telokan-ritual-tolak-bala-dan-ungkapan-rasa-syukur-masyarakat-pesisir-teluk-kombal\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211\"},\"headline\":\"Tradisi Nyelamatang Telokan, Ritual Tolak Bala dan Ungkapan Rasa Syukur Masyarakat Pesisir Teluk Kombal\",\"datePublished\":\"2022-09-19T04:12:43+00:00\",\"dateModified\":\"2023-10-16T04:06:38+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/tradisi-nyelamatang-telokan-ritual-tolak-bala-dan-ungkapan-rasa-syukur-masyarakat-pesisir-teluk-kombal\\\/\"},\"wordCount\":142,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/tradisi-nyelamatang-telokan-ritual-tolak-bala-dan-ungkapan-rasa-syukur-masyarakat-pesisir-teluk-kombal\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/09\\\/WhatsApp-Image-2022-09-18-at-10.00.52.jpeg\",\"articleSection\":[\"Artikel\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/tradisi-nyelamatang-telokan-ritual-tolak-bala-dan-ungkapan-rasa-syukur-masyarakat-pesisir-teluk-kombal\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/tradisi-nyelamatang-telokan-ritual-tolak-bala-dan-ungkapan-rasa-syukur-masyarakat-pesisir-teluk-kombal\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/tradisi-nyelamatang-telokan-ritual-tolak-bala-dan-ungkapan-rasa-syukur-masyarakat-pesisir-teluk-kombal\\\/\",\"name\":\"Tradisi Nyelamatang Telokan, Ritual Tolak Bala dan Ungkapan Rasa Syukur Masyarakat Pesisir Teluk Kombal - KONSEPSI\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/tradisi-nyelamatang-telokan-ritual-tolak-bala-dan-ungkapan-rasa-syukur-masyarakat-pesisir-teluk-kombal\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/tradisi-nyelamatang-telokan-ritual-tolak-bala-dan-ungkapan-rasa-syukur-masyarakat-pesisir-teluk-kombal\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/09\\\/WhatsApp-Image-2022-09-18-at-10.00.52.jpeg\",\"datePublished\":\"2022-09-19T04:12:43+00:00\",\"dateModified\":\"2023-10-16T04:06:38+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/tradisi-nyelamatang-telokan-ritual-tolak-bala-dan-ungkapan-rasa-syukur-masyarakat-pesisir-teluk-kombal\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/tradisi-nyelamatang-telokan-ritual-tolak-bala-dan-ungkapan-rasa-syukur-masyarakat-pesisir-teluk-kombal\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/tradisi-nyelamatang-telokan-ritual-tolak-bala-dan-ungkapan-rasa-syukur-masyarakat-pesisir-teluk-kombal\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/09\\\/WhatsApp-Image-2022-09-18-at-10.00.52.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/09\\\/WhatsApp-Image-2022-09-18-at-10.00.52.jpeg\",\"width\":1600,\"height\":1200},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/tradisi-nyelamatang-telokan-ritual-tolak-bala-dan-ungkapan-rasa-syukur-masyarakat-pesisir-teluk-kombal\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tradisi Nyelamatang Telokan, Ritual Tolak Bala dan Ungkapan Rasa Syukur Masyarakat Pesisir Teluk Kombal\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/\",\"name\":\"KONSEPSI\",\"description\":\"Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) NTB\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"KONSEPSI NTB\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#organization\",\"name\":\"KONSEPSI\",\"alternateName\":\"Konsorsium Untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/favicon-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/favicon-1.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"KONSEPSI\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/web.facebook.com\\\/konsepsi.ntb.1\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\",\"admin\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/konsepsi.org\\\/en\\\/author\\\/admin\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tradisi Nyelamatang Telokan, Ritual Tolak Bala dan Ungkapan Rasa Syukur Masyarakat Pesisir Teluk Kombal - KONSEPSI","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/tradisi-nyelamatang-telokan-ritual-tolak-bala-dan-ungkapan-rasa-syukur-masyarakat-pesisir-teluk-kombal\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tradisi Nyelamatang Telokan, Ritual Tolak Bala dan Ungkapan Rasa Syukur Masyarakat Pesisir Teluk Kombal - KONSEPSI","og_description":"KONSEPSI- Masyarakat di sekitar pesisir Dusun Teluk Kombal, Desa Pemenang Barat, Kabupaten Lombok Utara akan menggelar ritual Nyelamatang Telokan atau Selamatan Pantai. Nyelamatang Telokan di Teluk Kombal adalah suatu tradisi yang mulanya kerap dilakukan setiap tahun oleh masyarakat nelayan yang sebagian besar merupakan keturunan Mandar. Ketua Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) Pemenang Barat, Abdan Hadi kepada awak media KONSEPSI NTB menjelaskan tujuan diadakannya prosesi ritual Nyelamatang Telokan. &#8220;Menurut tradisi masyarakat, Nyelamatang Telokan ini suatu ritual menolak bala atau bencana dan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah Yang Maha Kuasa,&#8221; katanya. Nyelamatang Telokan digelar tepat pada perayaan Rebo Bontong di Bulan Sapar tahun ini. Bersamaan juga dengan perayaan Mandi Sapar di Gili Trawangan. Nyelamatang Telokan di Teluk Kombal akan berlangsung pada hari Rabu, 21 September 2022 mulai Pukul 08.30 Wita sampai selesai.","og_url":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/tradisi-nyelamatang-telokan-ritual-tolak-bala-dan-ungkapan-rasa-syukur-masyarakat-pesisir-teluk-kombal\/","og_site_name":"KONSEPSI","article_publisher":"https:\/\/web.facebook.com\/konsepsi.ntb.1","article_published_time":"2022-09-19T04:12:43+00:00","article_modified_time":"2023-10-16T04:06:38+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":1200,"url":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/WhatsApp-Image-2022-09-18-at-10.00.52.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/tradisi-nyelamatang-telokan-ritual-tolak-bala-dan-ungkapan-rasa-syukur-masyarakat-pesisir-teluk-kombal\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/tradisi-nyelamatang-telokan-ritual-tolak-bala-dan-ungkapan-rasa-syukur-masyarakat-pesisir-teluk-kombal\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/person\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211"},"headline":"Tradisi Nyelamatang Telokan, Ritual Tolak Bala dan Ungkapan Rasa Syukur Masyarakat Pesisir Teluk Kombal","datePublished":"2022-09-19T04:12:43+00:00","dateModified":"2023-10-16T04:06:38+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/tradisi-nyelamatang-telokan-ritual-tolak-bala-dan-ungkapan-rasa-syukur-masyarakat-pesisir-teluk-kombal\/"},"wordCount":142,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/tradisi-nyelamatang-telokan-ritual-tolak-bala-dan-ungkapan-rasa-syukur-masyarakat-pesisir-teluk-kombal\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/WhatsApp-Image-2022-09-18-at-10.00.52.jpeg","articleSection":["Artikel"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/konsepsi.org\/tradisi-nyelamatang-telokan-ritual-tolak-bala-dan-ungkapan-rasa-syukur-masyarakat-pesisir-teluk-kombal\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/tradisi-nyelamatang-telokan-ritual-tolak-bala-dan-ungkapan-rasa-syukur-masyarakat-pesisir-teluk-kombal\/","url":"https:\/\/konsepsi.org\/tradisi-nyelamatang-telokan-ritual-tolak-bala-dan-ungkapan-rasa-syukur-masyarakat-pesisir-teluk-kombal\/","name":"Tradisi Nyelamatang Telokan, Ritual Tolak Bala dan Ungkapan Rasa Syukur Masyarakat Pesisir Teluk Kombal - KONSEPSI","isPartOf":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/tradisi-nyelamatang-telokan-ritual-tolak-bala-dan-ungkapan-rasa-syukur-masyarakat-pesisir-teluk-kombal\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/tradisi-nyelamatang-telokan-ritual-tolak-bala-dan-ungkapan-rasa-syukur-masyarakat-pesisir-teluk-kombal\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/WhatsApp-Image-2022-09-18-at-10.00.52.jpeg","datePublished":"2022-09-19T04:12:43+00:00","dateModified":"2023-10-16T04:06:38+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/tradisi-nyelamatang-telokan-ritual-tolak-bala-dan-ungkapan-rasa-syukur-masyarakat-pesisir-teluk-kombal\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/konsepsi.org\/tradisi-nyelamatang-telokan-ritual-tolak-bala-dan-ungkapan-rasa-syukur-masyarakat-pesisir-teluk-kombal\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/tradisi-nyelamatang-telokan-ritual-tolak-bala-dan-ungkapan-rasa-syukur-masyarakat-pesisir-teluk-kombal\/#primaryimage","url":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/WhatsApp-Image-2022-09-18-at-10.00.52.jpeg","contentUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/WhatsApp-Image-2022-09-18-at-10.00.52.jpeg","width":1600,"height":1200},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/tradisi-nyelamatang-telokan-ritual-tolak-bala-dan-ungkapan-rasa-syukur-masyarakat-pesisir-teluk-kombal\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/konsepsi.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tradisi Nyelamatang Telokan, Ritual Tolak Bala dan Ungkapan Rasa Syukur Masyarakat Pesisir Teluk Kombal"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#website","url":"https:\/\/konsepsi.org\/","name":"KONSEPSI","description":"Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) NTB","publisher":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#organization"},"alternateName":"KONSEPSI NTB","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/konsepsi.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#organization","name":"KONSEPSI","alternateName":"Konsorsium Untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi","url":"https:\/\/konsepsi.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/favicon-1.png","contentUrl":"https:\/\/konsepsi.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/favicon-1.png","width":512,"height":512,"caption":"KONSEPSI"},"image":{"@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/web.facebook.com\/konsepsi.ntb.1"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/konsepsi.org\/#\/schema\/person\/b8a10bf87389dcfb4fa3081475a4e211","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f35457eb65e4de181a5401f81df45635573ed6dc0664642afd54ecaa83b31c1?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/konsepsi.org","admin"],"url":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/author\/admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5543","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5543"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5543\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5544"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5543"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5543"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/konsepsi.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5543"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}