KONSEPSI NTB dan Dinas Perkim Fasilitasi FGD Pengelolaan Sanitasi di Wilayah Intervensi Stunting di Kabupaten Lombok Timur

KONSEPSI NTB dan Dinas Perkim Fasilitasi FGD Pengelolaan Sanitasi di Wilayah Intervensi Stunting di Kabupaten Lombok Timur

Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) NTB bekerjasama dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Lombok Timur  memfasilitasi Focus Group Discussion (FGD) dalam Kegiatan Penyuluhan dan Pembinaan Kawasan Kumuh untuk 25 desa di Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari mulai tanggal 27 hingga  28 Juli 2020.

 

Ir. Sahri selaku Kepala Dinas Perkim Lombok Timur dalam sambutannya mengatakan bahwa “Kami berharap melalui kegiatan ini, peserta secara partisipatif dapat mengidentifikasi dan menyampaikan segala permasalahan dan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dalam penanganan dan pengentasan stunting sehingga kita dapat melakukan upaya dan strategi yang tepat untuk diterapkan di tingkat desa,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Dr. Moh. Taqiuddin selaku Direktur KONSEPSI NTB dalam pemaparannya mengingatkan kepada semua pihak terkait risiko dari dampak stunting apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat, “Jika banyak anak-anak yang mengalami stunting, maka dampaknya akan menurunkan kualitas sumber daya manusia, produktivitas, dan daya saing bangsa,” imbuhnya.

 

Lebih lanjut, Dr. Moh. Taqiuddin menambahkan betapa pentingnya penanganan stunting dilakukan melalui intervensi spesifik dan intervensi sensitif pada sasaran 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) seorang anak sampai berusia 6 tahun. Hal tersebut ditegaskan kembali  oleh Dr. Moh. Taqiuddin yang menyatakan bahwa “Perlu kita pahami bersama bahwa periode 1.000 HPK adalah rentang waktu yang sangat penting dan menentukan kualitas kesehatan anak pada kehidupan selanjutnya,” imbuhnya.

 

Dalam pelaksanaanya, kegiatan FDG ini difasilitasi oleh Fasilitator dari Dinas Perkim Lombok Timur dan KONSEPSI NTB untuk mengidentifikasi, menggali, dan mereview permasalahan sanitasi yang menyebabkan terjadinya kasus stunting di 25 desa sasaran program. Selanjutnya, hasil analisis sosial yang telah dibuat dan disusun oleh masing-masing kelompok akan dijadikan acuan bagi Dinas Perkim Lombok Timur untuk merumuskan program-program sanitasi yang berorientasi pada pengentasan stunting kedepannya khususnya pada kawasan kumuh di Kabupaten Lombok Timur.

 

Written by : Hendra P. Saputra

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lihat Berita lainnya

Berita Terbaru

Berita Popular

Berlangganan Berita Kami

Dapatkan Update Berita dan Belajar Bersama Kami

Having Computer issues?

Get Free Diagnostic and Estimate From Computer Specialist!