Perubahan iklim yang semakin nyata telah meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Menyikapi kondisi tersebut, penguatan kesiapsiagaan berbasis komunitas menjadi langkah strategis untuk memastikan masyarakat desa mampu merespons ancaman bencana secara cepat dan tepat. Salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah melalui pengadaan barang dan peralatan pendukung Kesiapsiagaan dan Aksi Merespon Peringatan Dini (AMPD) bagi Tim Siaga Bencana Desa (TSBD).
Pada November 2025, pengadaan peralatan pendukung AMPD dilaksanakan di empat desa rawan bencana hidrometeorologi, yaitu Desa Belanting dan Desa Obel-Obel di Kabupaten Lombok Timur, serta Desa Taman Ayu dan Desa Dasan Geria di Kabupaten Lombok Barat. Keempat desa tersebut memiliki karakteristik wilayah pesisir dan perbukitan yang rentan terhadap banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor, serta menghadapi keterbatasan kapasitas infrastruktur dan sumber daya di tingkat komunitas.
Kegiatan pengadaan ini merupakan bagian dari penguatan mekanisme koordinasi Aksi Merespon Peringatan Dini (AMPD) yang dipimpin oleh komunitas. Sebelumnya, masyarakat bersama pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) telah menyusun dokumen rencana kontijensi dan standar operasional prosedur (SOP) AMPD. Agar dokumen dan mekanisme tersebut dapat diimplementasikan secara efektif di lapangan, diperlukan dukungan logistik berupa peralatan dan perlengkapan dasar yang memadai.
Peralatan yang disediakan dalam kegiatan ini dikelompokkan ke dalam tiga fungsi utama. Pertama, peralatan komunikasi dan informasi untuk mendukung penerimaan serta penyebaran peringatan dini secara cepat dan luas kepada masyarakat. Kedua, peralatan keselamatan dan evakuasi dasar yang dapat digunakan oleh relawan TSBD dalam melakukan penyelamatan awal saat terjadi ancaman bencana, khususnya banjir. Ketiga, perlengkapan dukungan operasional dan identitas yang menunjang pengelolaan posko siaga serta memperjelas peran dan koordinasi antaranggota tim di tingkat desa.
Melalui pengadaan ini, setiap anggota TSBD di keempat desa sasaran mendapatkan perlengkapan lapangan yang dapat langsung dimanfaatkan dalam kegiatan kesiapsiagaan maupun respons dini. Selain itu, proses distribusi peralatan dilakukan secara tertib dan didokumentasikan melalui berita acara serah terima yang ditandatangani, pelaksana program, serta perwakilan resmi Pemerintah Desa dan TSBD penerima. Serah terima peralatan ini dilaksanakan pada 30 November 2025 dan dilakukan secara langsung oleh perwakilan staf lapangan Program I CAN ACT di masing-masing desa sasaran. Dokumentasi ini menjadi bagian penting untuk memastikan akuntabilitas dan keberlanjutan pemanfaatan aset di tingkat desa.
Diharapkan, tersedianya peralatan pendukung AMPD ini dapat meningkatkan kapasitas operasional TSBD dalam menjalankan peran kepemimpinan komunitas pada saat terjadi ancaman bencana. Dengan dukungan peralatan yang berfungsi dan memadai, TSBD di Desa Belanting, Obel-Obel, Taman Ayu, dan Dasan Geria diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, mempercepat respons terhadap peringatan dini, serta mengurangi risiko dan dampak bencana hidrometeorologi.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya investasi pada kesiapsiagaan berbasis komunitas sebagai bagian dari strategi adaptasi perubahan iklim. Dengan memperkuat kapasitas lokal dan memastikan mekanisme AMPD berjalan optimal, desa-desa sasaran di Lombok Timur dan Lombok Barat diharapkan semakin tangguh dalam menghadapi ancaman bencana di masa depan.




