Kami

Lembaga KONSEPSI telah berpengalaman menjalankan berbagai Program pemberdayaan masyarakat dan Peneltian sejak Tahun 2001.

Program

SIAP SIAGA

Program Australia-Indonesia Partnership in Disaster Risk Management Program (AIP-DRM)/ SIAP SIAGA

SIAP SIAGA

 

Memperkuat Kembali Ketangguhan Inklusif sebagai Strategi Pemulihan Penghidupan Komunitas Pasca Pandemi Covid-19

 

Periode Program:

 

Februari 2022 s/d Oktober  2022

 

Donor:

 

 

 

 

 

 

Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia melalui Palladium SIAP SIAGA

 

Pelaksana Program:

 

Konsorsium KONSEPSI dan Mitra Samya

 

Lokasi Program:

 

Kabupaten Lombok Tengah & Kabupaten Lombok Utara

 

Tujuan Program :

 

Masyarakat pedesaan yang rentan di lokasi-lokasi terpilih di Pulau Lombok memiliki mekanisme ketangguhan dan penghidupan berkelanjutan dan inklusif di tengah ancaman bencana alam maupun non alam.

 

Output Utama Program :

 

  1. Individu dan kelompok masyarakat rentan memiliki strategi, rencana, dan tindakan yang efektif untuk antisipasi, mengindar, mengatasi, menyesuaikan diri dan segera pulih kembali dari dampak Pandemi Covid-19;
  2. Akselerasi manajemen risiko bencana pedesaan yang inklusif melibatkan kebijakan dan praktek pemangku kepentingan, masyarakat sipil, dan sektor swasta;
  3. Kelompok Perempuan Rentan dan Disabilitas berpartisipasi dalam perencanaan penguatan penghidupan baru rumah tangga adaptif Covid-19;
  4. BUMDES menjadi agregator UMKM pedesaan untuk percepatan pemulihan ekonomi rumah tangga terdampak Covid-19;
  5. Dukungan kepada institusi pemerintah, masyarakat sipil dan swasta untuk lebih tanggap dalam merespon prakarsa dan inisiatif pengurangan risiko bencana adaptif Covid-19 di level komunitas;
  6. Manajemen Pengetahuan berbasis bukti telah diterapkan sebagai panduan membangun ketangguhan desa yang inklusif dan adaptif Covid-19;
  7. Sistem Koordinasi, Komunikasi, Pelaporan, Monitoing dan Evaluasi pelaksanaan proyek telah menguat untuk memastikan strategi keberlanjutan program (exit strategy).

ICDRC

Program ICDRC (Indonesia Climate and Disaster Resilient Communities)

ICDRC

 

Program ICDRC (Indonesia Climate and Disaster Resilient Communities)

 

Donor:

 

 

 

 

OXFAM, Departemen Kerjasama Luar Negeri Australia (DFAT), Program Kerjasama NGO Australia (ANCP).

 

Periode Program:

 

Selama 5 tahun sejak 2018 – 2023

 

Lokasi Program:

 

Kec. Sembalun, Kabupaten Lombok Timur

 

Tujuan Program :

 

Pada tahun 2022, masyarakat pedesaan dan perkotaan yang rentan di lokasi-lokasi terpilih Indonesia menyadari hak-hak mereka dan meningkatkan kesejahteraan mereka meskipun terdapat guncangan, tekanan, dan ketidakpastian.

 

Output Utama Program :

 

  1. Rumah tangga pedesaan dan perkotaan yang rentan di lokasi yang ditargetkan memiliki Penghidupan yang Tahan Iklim dan Berkelanjutan (CRSL).
  2. Rumah tangga pedesaan dan perkotaan yang rentan di lokasi yang ditargetkan mampu mempersiapkan, merespons dan beradaptasi terhadap berbagai bahaya dan guncangan.
  3. Sistem dan praktik DRM menjadi tangguh dan inklusif serta tanggap terhadap kebutuhan dan prioritas masyarakat pedesaan dan perkotaan yang rentan, khususnya perempuan.

DECCAP

Program DECCAP (Deepening Climate Change Adaptation for Prosperity)

DECCAP

 

DECCAP (DEEPENING CLIMATE CHANGE ADAPTATION FOR PROSPERITY)

 

Donor:

 

 

Islamic Relief Sweden

 

Periode Program:

 

Tahun 2022

 

Lokasi Program:

 

Desa Pandanwangi, Paremas dan Pemongkong Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur.

 

Tujuan Program :

 

Agar perempuan dan laki-laki yang hidup dari pertanian tadah hujan, nelayan lobster, dan produksi garam diberdayakan dan diberdayakan dengan sumber daya yang berkelanjutan untuk menangani dampak perubahan iklim dan memiliki akses yang sama ke setiap sumber daya potensial yang disediakan oleh pengemban tugas (informasi, peralatan, dan setiap kegiatan peningkatan kapasitas), dan bahwa mereka memiliki kapasitas untuk mengklaim hak atas sumber mata pencaharian yang lebih produktif, berkelanjutan dan adaptif.

 

Ringkasan Program :

 

KONSEPSI bekerja sama Islamic Relief Sweden (IRS) dan Forum Civ serta mitranya Islamic Relief Indonesia (IRI) akan melaksanakan proyek untuk mengadvokasi pemerintah daerah di Lombok Timur, Bima, Dompu dan Propinsi Nusa Tenggara Barat serta komunitas sasaran yaitu Komunitas Petani Tadah hujan, Pembudidaya Lobster dan Petambak Garam untuk menerapkan langkah-langkah adaptasi dan mitigasi perubahan iklim melalui kebijakan, program, dan implementasi percontohan dalam budidaya lobster, pertanian tadah hujan, dan produksi garam, dari Januari hingga Desember 2022.

 

Proyek sebelumnya menunjukkan bahwa nelayan lobster telah berhasil menekan angka kematian lobster setelah menghasilkan pakan organik, sedangkan petani garam telah meningkatkan produktivitasnya dalam memproduksi garam setelah diperkenalkannya rumah Prism untuk menghindari gagal panen saat hujan, dan hujan. -Petani yang diberi makan telah mengakses informasi terkait iklim yang sangat berguna bagi mereka untuk menentukan waktu mulai menanam, komoditas apa yang lebih baik untuk ditanam dll.

 

Namun, di tengah keberhasilan tersebut, masih ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh petani. Yakni, pembudidaya lobster tidak mampu menghasilkan pakan organik sepanjang tahun, karena pakan tidak bisa dikeringkan saat musim hujan, sedangkan produsen garam menghadapi kendala dalam memasarkan garamnya akibat keputusan pemerintah untuk mengimpor garam.

 

Oleh karena itu, intervensi tambahan untuk mendukung kelompok tani ini diperlukan agar mereka dapat mengelola dan beradaptasi dengan tantangan ini. Proyek ini akan mengadvokasi instansi terkait untuk memperkenalkan teknologi pengeringan pakan selama musim hujan kepada petani lobster. Proyek ini juga akan memberdayakan masyarakat untuk memulihkan ekosistem pesisir dengan menanam mangrove sehingga ikan alternatif bisa tumbuh di sana.

 

Bagi petani garam, proyek ini akan mengadvokasi dinas perindustrian dan perdagangan untuk membina masyarakat dalam menyediakan teknologi geomembran dan sertifikasi garam, sehingga bisa dijual ke industri kosmetik.

 

Bagi petani tadah hujan yang sebagian besar tanahnya landai, proyek akan bekerja sama dengan agen pertanian untuk memperkenalkan metode SALT dimana aspek adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dapat dilakukan secara bersamaan dalam kombinasi dengan pengenalan produk bernilai tinggi, yaitu Amorphophallus muellerii.

 

Selain itu, informasi dan pengetahuan terkait perubahan iklim, termasuk konsekuensinya, belum merata, terutama bagi perempuan petani, baik di tingkat rumah tangga maupun masyarakat. Perubahan iklim telah menyebabkan kehidupan perempuan menjadi lebih rentan karena 'kekerasan berbasis gender' yang sedang berlangsung. Mereka memiliki kapasitas adaptif yang terbatas karena mereka secara struktural 'dilemahkan' di berbagai tingkat pengambilan keputusan (rumah tangga, masyarakat, desa, kabupaten dan pemerintah provinsi). Akses mereka terhadap sumber informasi iklim masih rendah karena penguasaan informasi didominasi oleh laki-laki. Selain itu, perempuan jarang diikutsertakan dalam kegiatan peningkatan kapasitas (penyuluhan, pelatihan) tentang perubahan iklim. Keterbatasan akses dan kurangnya inklusi telah berkontribusi pada tidak adanya kekuatan perempuan untuk mengontrol sumber daya produktif (informasi, pengetahuan, mata pencaharian, dll) dalam kerangka adaptasi perubahan iklim. Semua keputusan penting yang berkaitan dengan budidaya pertanian (pemilihan tanaman, pasar dll) sepenuhnya di bawah kendali laki-laki.

 

Proyek ini akan memiliki sekolah percontohan berbasis gender, dan melaksanakan kegiatan adaptasi perubahan iklim. Masyarakat juga akan mendapatkan pelatihan tentang isu-isu yang relevan, berpartisipasi dalam analisis kerentanan iklim termasuk merumuskan rencana aksi masyarakat untuk memperbaiki situasi, dan juga berpartisipasi dalam perumusan kebijakan dan kegiatan advokasi di tingkat desa dan kabupaten untuk memastikan program pemerintah mengadopsi apa yang mereka usulkan. 

 

Perempuan dan laki-laki yang terkena dampak perubahan iklim dengan demikian akan memperkuat kapasitas mereka dan mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengantisipasi, mengatasi, dan beradaptasi dengan dampak perubahan iklim dan kemudian menuntut hak-hak mereka.

 

Evaluasi akan menilai apakah intervensi tersebut efektif dalam membangun kapasitas masyarakat untuk menghadapi tantangan dampak perubahan iklim. Ini juga akan menilai apakah para pengemban tugas telah responsif dan adaptif terhadap kebutuhan para pemegang hak dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin besar terhadap kehidupan dan penghidupan mereka.

VICRA

Program "Voice for Inclusiveness Climate Resilience Actions (VICRA)"

VICRA

 

VICRA (Voice for Inclusiveness Climate Resilience Actions)

 

Donor:

 

 

PATTIRO yang didukung oleh Pemerintah Belanda melalui Kementerian Luar Negeri Belanda.

 

Periode Program:

 

November 2021-April 2024

 

Lokasi Program:

 

Kabupaten Lombok Timur

 

Tujuan Program :

 

Menciptakan ruang masyarakat bagi petani yang rentan dan memungkinkan mereka untuk berpartisipasi dan mengadvokasi posisi mereka dalam aksi ketahanan iklim.

 

Output Utama Program :

 

  1. Isu kerentanan iklim dan kebijakan-kebijakan terkait itu dijabarkan dan dipahami oleh pemerintah, kelompok petani rentan, CSO, CBO, media, dan sektor swasta di tingkat provinsi, kabupaten, dan desa.
  2. Mekanisme akuntabilitas aksi berketahananiklim terbentuk pada tingkat provinsi, kabupaten, dan desa.
  3. Pemerintah berkomitmen untuk memberi pelayanan publik terkait berketahanan iklim dijalankan di tingkat provinsi, kabupaten, dan desa.

IR-Canada

Fostering Multistakeholder Alliance for Pro Poor and Gender Sensitive Low carbon Development and Climate Resilience

PRB-Caritas Germany

 

Fostering Multistakeholder Alliance for Pro Poor and Gender Sensitive Low carbon Development and Climate Resilience

 

Donor:

 

 

Islamic Relief Canada

 

Mitra Program:

 

Yayasan Relief Islami Indonesia (YRII), Dinas LHK

 

Periode Program:

 

Mei 2022–April 2024

 

Lokasi Program:

 

Nusa Tenggara Barat (Desa Tegal Maja Kecamatan Tanjung Kab. Lombok Utara)

 

Dampak:

 

Masyarakat miskin khususnya di Provinsi NTB akan mempunyai kehidupan yang lebih baik, lingkungan yang lebih sehat, perlindungan social yang inklusi terhadap dampak perubahan iklim melalui Program NTB Hijau dan Zero waste yang terkoordinasi, efektif dan pro miskin.

 

Outcome:

 

  • Masyarakat miskin dengan minimum 30% kelompok perempuan di wilayah dampingan yang terdampak perubahan iklim akan meningkat pendapatannya, terkurangi paparan dari bahaya perubahan iklim, berkurang kekerasan berbasis gender
  • Program dan Kebijakan Pembangunan Rendah Karbon dan Ketahanan iklim yang pro masyarakat miskin dan sensitive gender di Provinsi NTB berjalan secara efektif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, perlindungan social yang inklusid dan lingkungan yang terjaga.

Output I :

 

  • 300.000 pohon ditanam dan tumbuh di hutan tandus dan lahan kritis
  • 150 rumah tangga miskin mendapatkan Pelatihan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim
  • 150 rumah tangga miskin menerima bantuan microfinance untuk menjalankan agrobisnis
  • 150 rumah tangga miskin menerima Pelatihan dan praktek ekonomi sirkular dari sector sampah
  • 150 rumah tangga menerima bantuan microfinance utnuk menjalankan sirkular ekonomi dari sampah
  • Sosial enterprise berbasis gender berdiri secara legal dan resmi beroperasi

Output II:

 

  • Kelompok kerja perubahan iklim untuk pembangunan rendah karbon dan Ketahanan iklim yang Inklusif resmi terbentuk dan berfungsi
  • Staff Pemerintah daerah dan OMS mendapatkan pemahaman tentang Pembangunan rendah karbon dan Ketahanan iklim yang Inklusif

PRB-Caritas Germany

Pendalaman Kolaborasi Multi-Pihak untuk Replikasi Strategi Ketangguhan Masyarakat Terhadap Bencana yang Inklusif dan Berkelanjutan.

PRB-Caritas Germany

 

Pendalaman Kolaborasi Multi-Pihak untuk Replikasi Strategi Ketangguhan Masyarakat Terhadap Bencana yang Inklusif dan Berkelanjutan.

 

Periode Program:

 

Juni 2022 s/d Mei 2023

 

Donor:

 

 

Caritas Germany

 

Pelaksana Program:

 

KONSEPSI

 

Mitra Program:

 

Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. (Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Utara) & Prov. Nusa Tenggara Barat.

 

Lokasi:

 

Kabupaten Lombok Timur, Lombok Timur, dan Lombok Utara.

 

Tujuan Utama:

 

Masyarakat Pulau Lombok di lokasi terpilih mampu menghadapi bencana melalui peningkatan 4 (empat) elemen ketangguhan (Daya antisipasi, menghindar, mengatasi, menyesuaikan diri dan segera pulih kembali (Bounce Back).

 

Output Utama:

 

  1. Mendukung akselerasi manajemen risiko menuju ketahanan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan melibatkan kebijakan dan praktik pemangku kepentingan, masyarakat sipil dan, sektor swasta.
  2. Mempromosikan dan menyediakan sarana terhadap keterlibatan yang efektif dan inklusif dari lembaga relawan siaga bencana desa untuk integrasi praktek pengurangan risiko bencana dalam proses pengambilan keputusan
  3. Memastikan informasi, pengetahuan, dan pembelajaran praktik-praktik pengurangan risiko bencana di sepanjang siklus program dapat diakses dan dapat dipahami oleh pemangku kepentingan

Output Utama Program :

 

  1. Meningkatnya partisipasi, kapasitas dan dukungan kelembagaan dari pembuat keputusan dalam harmonisasi pembelajaran desa tangguh bencana di tingkat provinsi dan kabupaten.
  2. Menguatnya konsolidasi yang efektif antar aktor pentahelix dalam Forum Pengurangan Risiko Bencana untuk mereplikasi standar dan tata kelola penanggulangan bencana berbasis komunitas
  3. Terlaksananya inisiasi komunitas dan relawan kebencanaan dalam edukasi, dan digitalisasi pembelajaran untuk mendorong upaya perubahan perilaku pengurangan risiko bencana
  4. Terdiseminasinya hasil dan pencapaian proyek untuk upaya advokasi, dan mempengaruhi kepada pengambil keputusan penanggulangan bencana
  5. Menguatnya system koordinasi, komunikasi, pelaporan, monitoring, evaluasi untuk mendukung replikasi praktik baik dan pembelajaran selama siklus proyek.

Inclick-MNet

Inclusiveness Climate Knowledge Management Network (Inclick-MNet)

Inclick-MNet

 

Inclusiveness Climate Knowledge Management Network (Inclick-MNet)

 

Durasi:

 

Dua puluh empat (24) bulan dari 1 Juli 2022 hingga 30 Juni 2024

 

Donors:

 

 

WWF Belanda melalui South South North (SSN), South Africa sebagai anggota Alliance dari program Voices for Just Climate Action (VCA)

 

Mitra:

 

TRANSFORM NTB, YPPS Flores Timur, Bengkel APPEK Kupang, LP2M Sumatera Barat, dan YKWS Lampung

 

Lokasi:

 

DKI Jakarta, Nusa Tenggara Timur, and Papua

 

Tujuan:

 

Tujuan keseluruhannya adalah untuk mendorong perubahan dalam kebijakan terkait iklim dan tindakan pengemban tugas (pemerintah daerah dan sektor publik) yang memastikan suara masyarakat sipil dan kelompok yang kurang terwakili untuk mengklaim hak mereka dengan menciptakan ruang sipil yang terbuka dan berpengetahuan dengan harapan hasil. adalah:

 

1) Memperkuat kapasitas masyarakat sipil dalam advokasi berbasis bukti dan menjadi perantara pengetahuan produksi bersama;

 

2) Ketersediaan ruang sipil online oleh kemitraan multi-stakeholder;

 

3) Mengembangkan dan memelihara manajemen pengetahuan dan skema perantara; dan

 

4) Merumuskan kebijakan, tindakan, dan kesadaran publik terkait keadilan iklim.