Mataram, 7–8 Juli 2026 – KONSEPSI NTB melalui Program DESTANA BERIKLIM yang didukung Program SIAP SIAGA (kemitraan Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia) memfasilitasi Workshop Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD) bagi Desa Akar-Akar, Andalan, dan Gunjan Asri, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Fave Mataram ini bertujuan memperkuat kapasitas kelembagaan BKAD agar mampu menjalankan fungsi koordinasi, perencanaan, dan pengelolaan kerja sama antar desa secara lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan.
Workshop Penyusunan Renstra dan SOP BKAD Perkuat Tata Kelola Antar Desa
Melalui Workshop Penyusunan Renstra dan SOP BKAD, peserta menyusun arah pengembangan organisasi yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan kerja sama antar desa. Dokumen Renstra dirancang sebagai acuan jangka menengah dalam menentukan visi, misi, tujuan, sasaran, serta program prioritas BKAD, sedangkan SOP disusun untuk memastikan setiap mekanisme kerja berjalan secara jelas, terukur, dan akuntabel.
Penyusunan kedua dokumen tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola kelembagaan sekaligus memperjelas pembagian peran dan tanggung jawab antar anggota BKAD dalam mendukung pembangunan kawasan.
BKAD Berperan Strategis dalam Pengembangan Kawasan Perdesaan
Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD) merupakan wadah kolaborasi yang memungkinkan beberapa desa mengelola potensi dan menyelesaikan permasalahan secara bersama. Melalui penguatan kelembagaan BKAD, desa-desa dapat membangun sinergi dalam pengelolaan sumber daya, pelayanan publik, pengembangan ekonomi lokal, hingga pengurangan risiko bencana yang melintasi batas administrasi desa.
Dalam workshop ini, peserta mendiskusikan berbagai kebutuhan kelembagaan, menyusun program strategis, serta merancang mekanisme koordinasi yang mampu mendukung kerja sama antar desa secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Penyusunan Renstra dan SOP Dilakukan Secara Partisipatif
Proses penyusunan dokumen dilakukan melalui diskusi kelompok, identifikasi kebutuhan organisasi, penyusunan visi dan misi, perumusan tujuan strategis, hingga penyelarasan prosedur operasional yang akan diterapkan oleh BKAD. Pendekatan partisipatif ini memastikan dokumen yang dihasilkan sesuai dengan kondisi, potensi, dan kebutuhan desa-desa anggota.
Selain menghasilkan dokumen yang lebih berkualitas, proses tersebut juga memperkuat komitmen bersama dalam membangun kelembagaan BKAD yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan kawasan perdesaan.
Mendukung Desa Tangguh dan Pembangunan Berkelanjutan
Penguatan BKAD menjadi bagian penting dalam mendukung implementasi Program DESTANA BERIKLIM, khususnya dalam memperkuat koordinasi antar desa menghadapi berbagai tantangan pembangunan, termasuk pengurangan risiko bencana dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Kelembagaan yang kuat akan memudahkan desa-desa untuk merencanakan program bersama, mengoptimalkan sumber daya, serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Melalui workshop ini, KONSEPSI NTB bersama Program SIAP SIAGA terus mendorong lahirnya tata kelola kerja sama antar desa yang lebih kolaboratif, akuntabel, dan berkelanjutan sehingga mampu mendukung terwujudnya kawasan perdesaan yang tangguh, inklusif, dan sejahtera.




