Mataram, 23 Juni 2026 – Permasalahan persampahan dan pengelolaan limbah masih menjadi salah satu tantangan utama pembangunan berkelanjutan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Peningkatan volume sampah, khususnya di Pulau Lombok, belum sepenuhnya diimbangi oleh kapasitas pengelolaan yang memadai. Menjawab tantangan tersebut, KONSEPSI NTB bersama Kementerian PPN/Bappenas dan Low Carbon Development Indonesia (LCDI) menyelenggarakan Lokakarya Teknis Studi Kelayakan Pengelolaan Limbah sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan rendah karbon dan meningkatkan kualitas pengelolaan persampahan di daerah.
Lokakarya Teknis Studi Kelayakan Pengelolaan Limbah Perkuat Perencanaan Daerah
Lokakarya Teknis Studi Kelayakan Pengelolaan Limbah menjadi forum kolaboratif yang mempertemukan pemerintah daerah, akademisi, praktisi, sektor swasta, dan organisasi masyarakat sipil untuk mendiskusikan tantangan pengelolaan limbah sekaligus menyusun langkah-langkah strategis yang dapat diterapkan di Provinsi NTB. Kegiatan ini berfokus pada penyusunan kajian kelayakan sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan pengelolaan sampah yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Melalui pendekatan berbasis data, peserta bersama-sama mengidentifikasi kondisi eksisting pengelolaan limbah, potensi pengembangan sistem persampahan, serta berbagai alternatif teknologi dan model pengelolaan yang sesuai dengan karakteristik wilayah NTB.
Studi Kelayakan Menjadi Dasar Pengambilan Kebijakan
Penyusunan studi kelayakan merupakan tahapan penting dalam memastikan bahwa setiap kebijakan maupun investasi di sektor pengelolaan limbah memiliki dasar analisis yang kuat. Dalam lokakarya ini, peserta membahas aspek teknis, kelembagaan, pembiayaan, sosial, serta dampak lingkungan yang perlu dipertimbangkan sebelum implementasi program dilakukan.
Hasil kajian diharapkan mampu memberikan rekomendasi yang komprehensif bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan layanan persampahan sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan rendah karbon dan pengurangan emisi gas rumah kaca.
Pengelolaan Limbah Berkontribusi terhadap Pembangunan Rendah Karbon
Pengelolaan limbah yang baik tidak hanya berkontribusi terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga memiliki peran penting dalam menekan emisi gas rumah kaca melalui pengurangan sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, peningkatan daur ulang, serta pemanfaatan teknologi pengolahan limbah yang lebih ramah lingkungan.
Karena itu, penguatan sistem pengelolaan limbah menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung implementasi pembangunan rendah karbon sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Provinsi NTB.
Kolaborasi Multipihak Wujudkan Sistem Persampahan yang Berkelanjutan
Lokakarya ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia akademik, sektor swasta, dan organisasi masyarakat sipil dalam menciptakan sistem pengelolaan limbah yang terintegrasi. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan inovasi kebijakan, memperkuat kapasitas kelembagaan, serta mendorong investasi di sektor persampahan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.
Melalui dukungan Kementerian PPN/Bappenas, Program LCDI, dan berbagai mitra pembangunan, KONSEPSI NTB akan terus mendorong penguatan tata kelola lingkungan melalui penyusunan kebijakan berbasis bukti, peningkatan kapasitas para pemangku kepentingan, serta pengembangan solusi inovatif untuk mewujudkan sistem pengelolaan limbah yang berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat.




