Workshop Sinergi Mitra Perkuat Integrasi Pembangunan Rendah Karbon dalam RKPD NTB 2027

Workshop Sinergi Mitra Perkuat Integrasi Pembangunan Rendah Karbon dalam RKPD NTB 2027

Mataram, 22 Juni 2026 – KONSEPSI NTB bersama Kementerian PPN/Bappenas dan Low Carbon Development Indonesia (LCDI) menyelenggarakan Workshop Mensinergikan Mitra untuk Pembangunan Rendah Karbon pada RKPD 2027 sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi multipihak dalam mendukung pembangunan rendah karbon di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari proses analisis kesenjangan RKPD 2026 dan menjadi langkah strategis untuk memastikan prinsip pembangunan rendah karbon terintegrasi secara lebih komprehensif dalam penyusunan RKPD Provinsi NTB Tahun 2027.

Workshop Sinergi Mitra Pembangunan Rendah Karbon Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Melalui Workshop Sinergi Mitra Pembangunan Rendah Karbon, pemerintah daerah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, mitra pembangunan, serta sektor swasta duduk bersama untuk menyelaraskan berbagai program dan inisiatif yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Forum ini menjadi ruang koordinasi guna memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan sehingga setiap program dapat saling mendukung dalam mencapai target pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim di NTB.

Penyusunan RKPD 2027 Berbasis Data dan Analisis Kesenjangan

Salah satu fokus utama workshop adalah membahas hasil review potret emisi daerah serta analisis kesenjangan terhadap program pembangunan yang telah berjalan. Peserta mengidentifikasi berbagai target yang belum terakomodasi dalam proses penganggaran maupun perencanaan daerah, kemudian merumuskan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas dokumen RKPD Tahun 2027.

Pendekatan berbasis data tersebut diharapkan mampu menghasilkan kebijakan pembangunan yang lebih efektif, terukur, dan mampu menjawab tantangan perubahan iklim sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Mendorong Integrasi Program Pemerintah dan Mitra Pembangunan

Workshop ini juga menjadi wadah untuk menghubungkan berbagai program pemerintah dengan inisiatif yang dijalankan oleh organisasi masyarakat sipil, perguruan tinggi, dunia usaha, dan lembaga pembangunan. Penyelarasan program dilakukan agar seluruh intervensi pembangunan memiliki arah yang sama dalam mendukung penurunan emisi gas rumah kaca, peningkatan efisiensi penggunaan sumber daya, serta penguatan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim.

Selain itu, peserta mendiskusikan peluang kolaborasi dalam pendanaan, pengembangan inovasi, serta penguatan kapasitas kelembagaan guna memastikan implementasi pembangunan rendah karbon berjalan secara berkelanjutan.

Pembangunan Rendah Karbon untuk Masa Depan NTB yang Berkelanjutan

Melalui sinergi lintas sektor, pemanfaatan data yang lebih komprehensif, serta penerapan prinsip Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI), pembangunan rendah karbon diharapkan semakin terintegrasi dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Pendekatan ini tidak hanya mendukung upaya pengurangan emisi gas rumah kaca, tetapi juga meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim dan memperkuat kualitas pembangunan di Provinsi NTB.

KONSEPSI NTB bersama Bappenas, LCDI, dan seluruh mitra pembangunan akan terus mendorong lahirnya kebijakan yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan sehingga pembangunan daerah mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.

Bagikan Tulisan ini:

Lihat Artikel lainnya

Berlangganan Berita Kami

Jangan lewatkan Update Kegiatan-kegiatan terbaru dari Kami

Having Computer issues?

Get Free Diagnostic and Estimate From Computer Specialist!