Sumbawa, 6–9 Juli 2026 — KONSEPSI NTB melalui Program Penguatan Tata Kelola dan Transformasi Penghidupan Masyarakat Berbasis Perhutanan Sosial (PERTAMAS) didukung oleh PT. AMNT menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kualitas dan Standardisasi Produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) pada 6–9 Juli 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Kiantar, Desa Talonang Baru, dan Desa Emang Lestari, Kabupaten Sumbawa ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas masyarakat, khususnya Kelompok Tani Hutan (KTH) dan perempuan, dalam mengembangkan produk HHBK yang memiliki kualitas, nilai tambah, serta daya saing lebih baik.
Pelatihan memberikan ruang bagi peserta untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam pengembangan produk HHBK, mulai dari peningkatan kualitas dan standardisasi, strategi pemasaran, pengembangan produk turunan, penguatan branding, hingga penyesuaian produk dengan kebutuhan pasar.
Pendekatan pembelajaran tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga melalui praktik langsung, sehingga peserta dapat memahami bagaimana meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan serta mengembangkan potensi usaha berbasis sumber daya lokal.
Pengembangan produk HHBK juga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sekitar hutan. Dengan adanya peningkatan kualitas dan nilai tambah produk, masyarakat tidak hanya berperan sebagai penghasil bahan baku, tetapi juga memiliki peluang untuk mengembangkan produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Selain aspek ekonomi, kegiatan ini turut mendorong praktik pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan. Pengembangan usaha masyarakat diarahkan agar tetap memperhatikan prinsip kelestarian hutan dan ekosistem, sehingga manfaat perhutanan sosial dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, antara lain pemerintah desa, BPK Wilayah III dan IV, pendamping perhutanan sosial, PKK Desa, serta anggota Kelompok Tani Hutan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem yang mendukung pengembangan usaha masyarakat berbasis perhutanan sosial.
Melalui pelatihan ini, KONSEPSI NTB berharap kapasitas masyarakat, khususnya perempuan yang tergabung dalam KTH, semakin kuat dalam mengembangkan usaha berbasis HHBK yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Penguatan kapasitas dan pengembangan nilai tambah produk diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan.
Bersama masyarakat, membangun perhutanan sosial yang lestari dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan.




