KONSEPSI NTB Gelar Konsolidasi Awal Penyempurnaan Rencana Program Bersama Pemangku Kepentingan

KONSEPSI NTB Gelar Konsolidasi Awal Penyempurnaan Rencana Program Bersama Pemangku Kepentingan

LOMBOK UTARA — KONSEPSI NTB bersama Yayasan BaKTI dan UnionAID melalui Indonesia Young Leaders Program (IYLP) menggelar Konsolidasi Awal dan Penyempurnaan Rencana Bersama Kerangka Program Bersama Para Pemangku Kepentingan pada Sabtu, 18 Agustus 2026, di Kantor Desa Andalan, Kabupaten Lombok Utara.

Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menyelaraskan pemahaman para pihak terhadap arah pelaksanaan DIWASE Project (Pengembangan Bersama Sistem Peringatan Dini Berbasis Pengetahuan Lokal untuk Aksi Antisipasi Kekeringan di Komunitas Adat) pada fase kedua. Melalui forum tersebut, para peserta bersama-sama menyusun serta menyempurnakan kerangka program agar implementasinya lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat di tingkat lokal.

Konsolidasi menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, kelompok rentan, Tim Siaga Bencana Desa (TSBD), hingga unsur lain yang memiliki peran dalam penguatan ketahanan masyarakat terhadap risiko kekeringan.

Bangun Program yang Berangkat dari Kebutuhan Masyarakat

Diskusi berlangsung secara partisipatif dengan membuka ruang bagi seluruh peserta untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, dan masukan terhadap rencana program. Pendekatan tersebut dilakukan agar setiap tahapan pelaksanaan dapat disusun secara kontekstual sesuai dengan kondisi sosial, budaya, dan lingkungan masyarakat setempat.

Salah satu fokus utama pembahasan adalah pentingnya mengintegrasikan pengetahuan lokal ke dalam pengembangan sistem peringatan dini. Pengalaman masyarakat dalam mengenali tanda-tanda alam dan pola kekeringan dipandang sebagai modal penting yang dapat memperkuat efektivitas aksi antisipasi di tingkat komunitas.

Dengan menggabungkan pengetahuan lokal dan pendekatan kolaboratif, DIWASE Project diharapkan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengidentifikasi potensi risiko, mengambil langkah antisipasi lebih dini, serta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak perubahan iklim.

Perkuat Sinergi Menuju Ketahanan Komunitas

Selain menyempurnakan kerangka program, forum konsolidasi juga menghasilkan sejumlah rencana tindak lanjut sebagai bentuk komitmen bersama antar pemangku kepentingan. Kesepahaman yang dibangun dalam kegiatan ini menjadi fondasi penting untuk memastikan implementasi program berjalan secara terarah, inklusif, dan berkelanjutan.

KONSEPSI NTB bersama Yayasan BaKTI, UnionAID, serta seluruh mitra berharap kolaborasi lintas sektor yang terbangun dapat memperkuat ketahanan komunitas adat dalam menghadapi risiko kekeringan. Keterlibatan pemerintah, tokoh adat, masyarakat, kelompok rentan, dan unsur kebencanaan diharapkan menjadi kekuatan utama dalam membangun sistem peringatan dini yang berakar pada pengetahuan lokal sekaligus menjawab tantangan perubahan iklim.

Tentang DIWASE Project

DIWASE Project merupakan inisiatif kolaboratif yang mendorong pengembangan sistem peringatan dini berbasis pengetahuan lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat aksi antisipasi terhadap risiko kekeringan di komunitas adat.

Bagikan Tulisan ini:

Lihat Artikel lainnya

Berlangganan Berita Kami

Jangan lewatkan Update Kegiatan-kegiatan terbaru dari Kami

Having Computer issues?

Get Free Diagnostic and Estimate From Computer Specialist!