Sumbawa — Upaya memperkuat ketangguhan desa terhadap risiko bencana terus didorong melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Konsepsi NTB memfasilitasi kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Tim Fasilitator Penilaian Desa Tangguh Bencana (Destana) Kabupaten Sumbawa.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret untuk memastikan program Destana tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga memiliki kualitas yang terukur. Mengingat masih terdapat kesenjangan antara jumlah desa yang sudah terbentuk sebagai Destana dengan total desa di Nusa Tenggara Barat, penguatan sistem penilaian menjadi kebutuhan mendesak.
Dalam bimtek ini, peserta dibekali pemahaman mengenai pedoman dan instrumen Penilaian Ketangguhan Desa (PKD), termasuk metode verifikasi serta standar operasional penilaian. Tidak berhenti pada teori, peserta juga dilatih secara langsung menggunakan Sistem Informasi Kebencanaan (SIK) atau aplikasi SIAGA NTB sebagai platform integrasi data kebencanaan di tingkat provinsi.
Tim fasilitator yang berasal dari berbagai sektor diharapkan mampu menjadi penggerak di tingkat kabupaten dalam mendampingi desa, sekaligus memastikan proses penilaian Destana berjalan secara partisipatif, akuntabel, dan berbasis data.
Melalui kegiatan ini, tidak hanya kapasitas individu yang diperkuat, tetapi juga arah kebijakan pengembangan Destana di Kabupaten Sumbawa menjadi lebih terstruktur dan berkelanjutan. Hasil dari proses penilaian ini nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan strategi intervensi untuk meningkatkan ketangguhan desa secara menyeluruh.




