Hadiri Pertemuan COP26, Islamic Relief dan KONSEPSI Paparkan Praktik Baik Upaya Membangun Ketangguhan Iklim di NTB

Hadiri Pertemuan COP26, Islamic Relief dan KONSEPSI Paparkan Praktik Baik Upaya Membangun Ketangguhan Iklim di NTB

Sejumlah pemimpin dan delegasi dari berbagai negara di dunia menghadiri Conference of the Parties (COP26) yang membahas isu Perubahan Iklim di Glasgow, Skotlandia, 31 Oktober – 12 November 2021.

 

Sejatinya, COP26 adalah konferensi terkait iklim terbesar dan terpenting di dunia sebagaimana dilansir dari situs web Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dimana negara-negara di dunia bersepakat dan berkomitmen untuk menstabilkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer untuk mencegah gangguan berbahaya dari aktivitas manusia terkait iklim.

 

Sejalan dengan hal itu, sejumlah delegasi dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berkesempatan memberikan paparan terkait komitmen dan praktik baik membangun ketangguhan iklim di NTB. Pada pertemuan itu, delegasi dari NTB yang menjadi pembicara dihadiri oleh: Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd; Senior Officer Islamic Relief Indonesia, Ela Nurhayati; dan Direktur KONSEPSI NTB, Dr. Moh. Taqiuddin.

 

Upaya untuk mengatasi Perubahan Iklim dalam konteks NTB salah satunya telah dilakukan melalui intervensi Program Climate Change Adaptation (CCA) di Kabupaten Lombok Timur melalui dukungan program dari Islamic Relief Indonesia bekerjasama dengan KONSEPSI NTB.

 

Dr. Moh.Taqiuddin selaku Direktur KONSEPSI NTB yang hadir dalam pertemuan COP26 menjelaskan Budget Tagging untuk Program Penanggulangan Perubahan Iklim di Provinsi NTB periode 2018-2020 telah menetapkan tujuh kata kunci yang diturunkan dari RPJMD Provinsi NTB 2013-2018. “Indikator penting yang perlu dilakukan adalah bagaimana program diarahkan untuk peningkatan kapasitas, pengurangan kerentanan, dan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca Gempa Lombok 2018 yang lalu,” katanya.

 

Selain itu, pertemuan tingkat tinggi dunia itu juga diharapkan dapat menemukan cara terbaik menerapkan sistem pasar karbon dan kredit karbon. Dengan kata lain, setiap negara berkomitmen mencapai target 2050 dengan nol emisi dan melakukan pengurangan karbon secara progresif pada 2030.

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lihat Berita lainnya

Berita Terbaru

Berita Popular

Berlangganan Berita Kami

Dapatkan Update Berita dan Belajar Bersama Kami

Having Computer issues?

Get Free Diagnostic and Estimate From Computer Specialist!