KONSEPSI Kampanye Stop Pernikahan Usia Anak di Lombok Timur

KONSEPSI Kampanye Stop Pernikahan Usia Anak di Lombok Timur

KONSEPSI NTB yang didukung lslamic Relief Sweden, Forum Civ dan Yayasan Relief Islami Indonesia telah melaksanakan kegiatan kampanye tentang mekanisme tanggapan pengaduan berbasis gender untuk mencegah dan menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan pernikahan usia anak.

 

Manager Program Deepening Climate Change Adaptation for Prosperity (DECCAP), Eko Kristmantono pada hari Selasa, 13 Desember 2022 ini menjelaskan kegiatan kampanye yang digelar di Desa Pandan Wangi pada 1 Desember 2022 yang lalu.

 

Kampanye itu, jelas Eko, dilatarbelakangi dari adanya dampak perubahan iklim yang turut mengancam masyarakat tergolong rentan.

 

Dampak perubahan iklim bagi masyarakat yang menggantungkan sumber penghidupannya dari pemanfaatan alam, seperti kelompok petani dan nelayan.

 

Perubahan iklim secara tidak langsung berinteraksi dengan kondisi ketidaksetaraan gender dan menghasilkan dampak yang umumnya merugikan perempuan dan anak, khususnya di kalangan masyarakat miskin.

 

Salah satu dampak dari permasalahan tersebut adalah meningkanya kasus pernikahan anak serta kekerasan pada perempuan.

 

Ditambah lagi dengan faktor kemiskinan, pendidikan yang rendah, dan mental atau budaya sebagai penyebab utama terjadinya kasus terkait perempuan.

 

Pencegahan perkawinan anak di desa harus dilakukan secara terencana dan melibatkan berbagai pihak. Pembentukan dan penguatan kelembagaan harus diikuti dengan upaya lain yang dapat memperkuat dan melegitimasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh lembaga-lembaga yang ada.

 

“Salah satu caranya dengan pembuatan mekanisme tanggapan pengaduan berbasis gender untuk mencegah dan menangani pernikahan anak usia dini di Desa Pandan Wangi,” kata Manager Program DECCAP, Eko Kristmantono.

 

Mekanisme tanggapan pengaduan berbasis gender ini diharapkan dapat diimplementasikan di masyarakat Desa Pandan Wangi serta dapat direplikasi dan diserbarluaskan ke desa lainnya.

 

Kampanye ini difasilitasi oleh organisasi perempuan desa dengan menggunakan media kampanye yang mudah diakses oleh masyarakat.

 

Kegiatan ini juga menghadirkan dua orang narasumber perempuan yang pernah menjadi korban dari kasus pernikahan dini dan kekerasan.

 

Selain menyasar kelompok masyarakat di desa, kampanye ini juga menyasar siswa dan siswi di empat lokasi sekolah setara SMP dan SMA.

 

“Iya empat sekolah satu desa. Satu narasumber ke dua sekolah. Dan terakhir berbarengan di desa,” jelas Galang sebagai staf program yang terlibat di kegiatan kampanye tersebut.

 

Dampak Nikah Dini

 

Kampanye ini mengambil tema: Stop Pernikahan Dini dan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak. Beberapa dampak pernikahan usia anak di antaranya risiko kematian pada ibu dan anak.

 

Pasangan juga belum siap secara psikologis, sehingga mudah cemas dan depresi bahkan keinginan untuk butuh diri. Putus sekolah dan hilangnya masa depan yang baik.

 

Dampak pernikahan usia anak juga menyebabkan langgengnya kemiskinan. Bayi lahir dalam keadaan prematur, kurang gizi dan anak beresiko terkena hambatan pertumbuhan atau stunting.

 

Dampak lainnya juga adanya budaya patriarki yang memandang derajat perempuan di bawah laki-laki yang dapat menjadi pemicu terjadinya kekerasan pada perempuan di dalam rumah tangga.

 

Sedangkan dampak kekerasan terhadap perempuan dan anak secara fisik dapat menimbulkan penyakit menular seksual, kehamilan yang tidak diinginkan serta luka pada tubuh.

 

Secara mental dapat menimbulkqn depresi, rasa rendah diri, menyakiti diri sendiri hingga pada perilaku bunuh diri.

 

Perilaku kekerasan juga dapat muncul seperti membawa senjata, konflik dengan hukum, kekerasan pada pasangan serta perundungan. Dampaknya pada pendidikan dan ketenagakerjaan, yaitu sering bolos, pengangguran serta sering berhutang.[*]

 

Pewarta: Hari
Keterangan foto: Kegiatan kampanye mekanisme tanggapan pengaduan berbasis gender di Desa Pandan Wangi, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur.

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lihat Berita lainnya

Berita Terbaru

Berita Popular

Berlangganan Berita Kami

Dapatkan Update Berita dan Belajar Bersama Kami

Having Computer issues?

Get Free Diagnostic and Estimate From Computer Specialist!