KONSEPSI NTB Fasilitasi Kerja Studio Penyusunan Dokumen RPKP Pariwisata Pemenang Lombok Utara 2025–2030

KONSEPSI NTB Fasilitasi Kerja Studio Penyusunan Dokumen RPKP Pariwisata Pemenang Lombok Utara 2025–2030

Lombok Utara, NTB — KONSEPSI NTB melalui Program DESTANA BERIKLIM, dengan dukungan Program SIAP SIAGA (kemitraan Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia dalam pengelolaan risiko bencana), memfasilitasi pelaksanaan Kerja Studio Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan (RPKP) Pariwisata Pemenang Kabupaten Lombok Utara Tahun 2025–2030.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 30 Oktober 2025, bertempat di Bale Jukung, Tanjung, dan melibatkan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Kawasan Perdesaan (TKPKP) Kabupaten Lombok Utara serta para pemangku kepentingan lintas sektor.

Tindak Lanjut Penetapan Kawasan Perdesaan Pariwisata Pemenang

Kerja studio ini merupakan tindak lanjut penetapan Kawasan Perdesaan Pariwisata Pemenang sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Lombok Utara Nomor 259/2379/Bappeda/2024. Penetapan tersebut menjadi dasar pengembangan kawasan perdesaan berbasis pariwisata yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Sebanyak lima desa yang masuk dalam kawasan ini, yakni Desa Gili Indah, Desa Malaka, Desa Pemenang Barat, Desa Pemenang Timur, dan Desa Menggala, difasilitasi untuk menyusun dokumen RPKP sebagai panduan pembangunan jangka menengah berbasis kawasan.

Dorong Kolaborasi dan Keberlanjutan Pembangunan Kawasan

Melalui rangkaian kerja studio ini, para peserta melakukan pembahasan mendalam terhadap Draft Final Dokumen RPKP Pariwisata Pemenang 2025–2030, termasuk perumusan rencana tindak lanjut guna memastikan keberlanjutan pembangunan kawasan perdesaan.

Pendekatan kolaboratif menjadi fokus utama, dengan melibatkan pemerintah daerah, pemerintah desa, serta pemangku kepentingan terkait agar dokumen yang dihasilkan bersifat kontekstual, aplikatif, dan berdaya guna bagi pengembangan kawasan pariwisata perdesaan.

KONSEPSI NTB menegaskan bahwa penyusunan dokumen RPKP ini diharapkan mampu menjadi instrumen strategis dalam mendorong pembangunan kawasan perdesaan yang berbasis kolaborasi, ketangguhan, dan keberlanjutan, sekaligus memperkuat kapasitas daerah dalam perencanaan pembangunan yang inklusif.

Bagikan Tulisan ini:

Lihat Artikel lainnya

Berlangganan Berita Kami

Jangan lewatkan Update Kegiatan-kegiatan terbaru dari Kami

Having Computer issues?

Get Free Diagnostic and Estimate From Computer Specialist!