KONSEPSI NTB jalin Kerja Sama dengan BMKG di NTB

KONSEPSI NTB jalin Kerja Sama dengan BMKG di NTB

Lombok Barat – Kepala Stasiun Klimatologi Kelas 1 Nusa Tenggara Barat atau BMKG di Nusa Tenggara Barat mengatakan bahwa Indonesia merupakan supermarket bencana. Hal ini karena berbagai ancaman bencana di dunia, sebagian besar juga berada di Indonesia.

 

Fakta akan banyaknya ancaman bencana ini dapat dilihat dari laporan bencana yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di NTB.

 

“Dengan fakta demikian, maka BMKG tidak bisa bekerja sendirian” kata Nuga Putratinjo saat membuka acara pelatihan dan kerja sama antara KONSEPSI NTB dan BMKG di NTB. Kerja-kerja kolaboratif perlu dibangun untuk meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan kita terkait dengan mitigasi bencana yang ada.

 

“Sehingga BMKG di NTB bersama KONSEPSI NTB sejak beberapa tahun terakhir sudah menjalin kerja sama dan melakukan kegiatan bersama” tambahnya.

 

Sejauh ini KONSEPSI NTB telah mendorong pemerintah daerah untuk memainstream arus utama perubahan iklim termasuk mengadopsi praktik-praktik baik di tingkat komunitas untuk dijadikan dasar dalam merumuskan kebijakan bagi pemerintah daerah.

 

“KONSEPSI NTB sendiri sejak tahun 2010 sudah konsen pada isu perubahan iklim, dan saat ini sebagian besar program KONSEPSI NTB juga berkaitan dengan perubahan iklim” Ucap Taqiuddin selaku Direktur KONSEPSI NTB.

 

Menyadari bahwa bencana dan perubahan iklim merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi dunia dewasa ini, KONSEPSI NTB dan BMKG di Nusa Tenggara Barat sepakat melakukan perjanjian kerja sama.

 

Perjanjian Kerja sama ini terkait dengan Desiminasi Informasi BMKG dan Peningkatan Kapasitas SDM untuk Membangun Kesiapsiagaan Masyarakat menghadapi Bencana dan Perubahan Iklim.

 

Perjanjian Kerja sama ini ditandatangani di Hotel Jayakarta, Senggigi pada Rabu, (5/10/2022) oleh Nuga Putrantijo selaku Kepala Stasiun Klimatologi Kelas 1 Nusa Tenggara Barat dan Moh. Taqiuddin selaku Direktur KONSEPSI NTB.

 

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Pelatihan pemanfaatan informasi Hirometeorologi dan Geofisika berbasis Pengurangan Risiko Bencana dan Perubahan Iklim bagi Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) selama dua hari kedepan.

 

“Bagi kami pelatihan ini penting untuk memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi serta adaptasi perubahan iklim, terlebih wilayah kami sangat rawan terhadap bencana yang cukup beragam.” Ucap Qudus Ali, salah seorang peserta pelatihan.

 

Untuk diketahui, kegiatan ini diinisiasi oleh KONSEPSI NTB dan OXFAM bersama ANCP (Australian NGO Corporation) di Indonesia atas dukungan DFAT (Australian Goverment Departement of Foreign Affair and Trade).

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lihat Berita lainnya

Berita Terbaru

Berita Popular

Berlangganan Berita Kami

Dapatkan Update Berita dan Belajar Bersama Kami

Having Computer issues?

Get Free Diagnostic and Estimate From Computer Specialist!