Kunjungan Studi banding LENSA, LP2DPM dan LP2DER di Lokasi Program Climate Change Adaptation di Kecamatan Jerowaru, Kab Lombok Timur

Kunjungan Studi banding LENSA, LP2DPM dan LP2DER di Lokasi Program Climate Change Adaptation di Kecamatan Jerowaru, Kab Lombok Timur

Pada Kamis, 6 September 2020, Tim pelaksana program Climate Change Adaptation KONSEPSI – Islamic Relief mendampingi  lembaga LENSA, LP2DPM dan LP2DER dalam kegiatan  kunjungan lapangan ke lokasi Program Dukungan kepada Masyarakat Miskin Laki-laki dan Perempuan untuk Mendapatkan Hak-hak Mereka terkait dengan Informasi Perubahan Iklim yang dilaksanakan oleh Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) dengan dukung Islamic Relief Swedia di Desa Paremas, Desa Pemongkong dan Desa Pandan Wangi Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur.

 

Di lokasi program CCA ini, 3 NGO lokal tersebut dapat melihat hasil produksi garam dengan menggunakan inovasi Rumah Prisma yang mana dalam 6 bulan sudah menghasilkan 20 ton garam. Selain menghasilkan garam juga menghasilkan air biten yang dapat dijual. Dari hasil penjualan air biten telah didapatkan penghasilan sebesar 17 juta rupiah.

 

Sementara di lokasi pembudidaya lobster, peserta studi banding mendapati bahwa pembudidaya lobster sudah menemukan solusi penyakit putih susu yang selalu dikeluhkan  yaitu dengan inovasi pakan pelet yang dibuat secara mandiri oleh anggota kelompok.    Dari panen yang sudah dilakukan didapati hampir 98 persen lobster yang dibudidayakan bisa dipanen dan tidak ditemukan penyakit pada lobster tersebut. Selain itu penggunaan pakan pelet bisa mempersingkat masa  pemeliharaan lobster kurang lebih 2 bulan.

 

Di lokasi Kelompok Petani Tadah Hujan, keberhasilan dari pembelajaran  SLI yang sudah dilakukan didapati bahwa dari hasil pengukuran curah hujan yang sudah dilakukan secara kontinu, mereka sudah bisa mengambil keputusan terkait pola tanam dimana jika diprediksi  curah hujannya tinggi ke depan atau berkurang maka akan ada penentuan jenis varietas apa yang cocok ditanam di lahan tersebut. Selama ini hanya dua komoditas yang ditanam oleh masyarakat yaitu Tembakau pada saat kemarau dan Padi saat musim penghujan. Saat ini  sudah beragam jenis komoditas yang  ditanam oleh Kelompok Petani Tadah Hujan disesuaikan dengan hasil pengukuran curah hujan ini.

 

Menurut lembaga LENSA, LP2DPM, dan LP2DER, hasil pembelajaran dari kegiatan studi banding ini  akan coba diaplikasikan di lokasi binaan program mereka masing – masing. Selain itu inovasi lain seperti pembuatan  embung di Desa Pandanwangi sangat menarik perhatian peserta studi banding khususnya yang berkaitan dengan pariwisata embung ini.   Mereka tertarik dengan sistem pembelajaran SLI dan pengukur curah hujan yang dilakukan  HIMASPI. Peserta studi banding berharap bisa  menerapkan serta mengembangkan program yang sama seperti yang telah dilaksanakan oleh KONSEPSI NTB di Lombok Timur.

 

Written by Jati Resik D.
Editor Eko Krismantono

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lihat Berita lainnya

Berita Terbaru

Berita Popular

Berlangganan Berita Kami

Dapatkan Update Berita dan Belajar Bersama Kami

Having Computer issues?

Get Free Diagnostic and Estimate From Computer Specialist!