Penguatan Kapasitas Fasilitator: BNPB, SIAP-SIAGA, dan LPTP Karanganyar Gelar ToF Konvergensi PRB & API di Bali

Penguatan Kapasitas Fasilitator: BNPB, SIAP-SIAGA, dan LPTP Karanganyar Gelar ToF Konvergensi PRB & API di Bali

Bali – Dalam menghadapi tantangan bencana dan perubahan iklim yang semakin nyata, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Program AIP-DRM SIAP-SIAGA dan LPTP Karanganyar menggelar Training of Facilitator (ToF) Konvergensi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dan Adaptasi Perubahan Iklim (API). Kegiatan ini berlangsung pada 29 Juli – 2 Agustus 2025 di Kampung Damai, Tibubeneng, Kuta Utara, Bali.

Pelatihan ini menjadi ruang belajar intensif bagi para fasilitator untuk memperkuat strategi, metode, dan pendekatan dalam mengintegrasikan PRB dan API ke dalam pembangunan desa yang berkelanjutan. Materi pelatihan menekankan pentingnya konvergensi dua isu strategis ini agar desa mampu beradaptasi dan mengantisipasi risiko di tengah perubahan iklim yang kian dinamis.

Peserta dari Berbagai Lintas Sektor

Selama lima hari, sebanyak 40 peserta dari berbagai instansi turut hadir, mulai dari BPBD, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), BMKG, NGO, Forum PRB, ULD, dan mitra SIAP-SIAGA, termasuk KONSEPSI NTB. Mereka adalah para fasilitator yang sehari-hari mendampingi desa, bekerja bersama perangkat desa, Proklim, dan Desa Berketahanan Iklim.

Dalam pelatihan ini, peserta diajak mempelajari modul hasil kolaborasi banyak pihak yang bertujuan memastikan sinergi lintas sektor agar program di desa dapat terintegrasi secara efektif. Pendekatan ini diyakini mampu memperkuat koordinasi dan memastikan setiap langkah yang diambil berbasis data, kebutuhan, dan kondisi lapangan.

Kolaborasi sebagai Kunci Ketangguhan Desa

Pelatihan ini menegaskan bahwa ketangguhan desa tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja, melainkan memerlukan kolaborasi yang kuat. Melalui pembekalan pengetahuan dan keterampilan baru, para fasilitator diharapkan menjadi motor penggerak perubahan di komunitasnya masing-masing.

Menurut penyelenggara, konvergensi PRB–API bukan sekadar konsep, tetapi langkah nyata membangun desa yang kuat, tangguh, dan berdaya menghadapi risiko bencana serta dampak perubahan iklim. Ketangguhan desa lahir dari kolaborasi yang solid dan komitmen bersama untuk melindungi dan memberdayakan masyarakat.

Bagikan Tulisan ini:

Lihat Artikel lainnya

Berlangganan Berita Kami

Jangan lewatkan Update Kegiatan-kegiatan terbaru dari Kami

Having Computer issues?

Get Free Diagnostic and Estimate From Computer Specialist!