Aik Berik, 2 Juli 2025 — KONSEPSI kembali memperkuat peran perempuan dalam pengelolaan hutan melalui kegiatan Penyusunan Rencana Kerja Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Perempuan yang dilaksanakan di Sekretariat Gapoktan Rimba Lestari, Desa Aik Berik, Lombok Tengah. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Women Forest Defender yang didukung oleh The Asia Foundation (TAF).
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 25 peserta yang terdiri dari unsur Penyuluh Kehutanan, Pemerintah Desa Aik Berik, Pendamping BPSKL, serta tiga kelompok KUPS Perempuan yaitu KUPS Benang Stokel, KUPS Mawar Indah, dan KUPS Aik Berik Maju. Selain itu, tim program KONSEPSI juga turut hadir untuk memfasilitasi jalannya proses.
Mendorong Kepemimpinan Perempuan dalam Usaha Perhutanan Sosial
Perhutanan Sosial merupakan pendekatan pengelolaan hutan yang memberikan ruang kepada masyarakat lokal untuk mengelola kawasan hutan secara legal dan berkelanjutan. Namun demikian, keterlibatan perempuan dalam skema ini masih sangat terbatas akibat bias struktural dan budaya yang menghambat partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan.
Program Women Forest Defender hadir untuk menjawab tantangan tersebut dengan mendorong keterlibatan perempuan secara aktif dan bermakna dalam seluruh proses pengelolaan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS). Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas teknis perempuan, tetapi juga memperkuat posisi mereka dalam struktur kelembagaan kelompok dan proses pengambilan keputusan.
Penyusunan Rencana Usaha yang Inklusif dan Responsif
Melalui kegiatan ini, para peserta melakukan identifikasi potensi lokal yang dapat dikembangkan sebagai usaha kelompok, seperti pengolahan hasil hutan bukan kayu (HHBK), jasa lingkungan, dan produk turunan lainnya. Mereka juga menyusun struktur organisasi yang lebih inklusif, serta menyusun rencana kerja jangka pendek dan menengah yang disesuaikan dengan sumber daya yang tersedia.
Proses berlangsung secara partisipatif, membuka ruang dialog antaranggota kelompok, serta memperkuat komitmen kolektif untuk membangun kelembagaan usaha yang berdaya saing dan berkelanjutan. Di akhir kegiatan, masing-masing kelompok memiliki draft rencana kerja tahunan sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan ke depan.
Komitmen untuk Keberlanjutan dan Kesetaraan
Dengan pendekatan yang partisipatif dan inklusif, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membangun kelembagaan usaha perempuan yang tangguh, adaptif, dan responsif terhadap tantangan perubahan iklim dan ekonomi lokal. Lebih dari itu, kegiatan ini memperkuat posisi perempuan sebagai aktor penting dalam pelestarian hutan dan pembangunan desa yang berkeadilan.




