Jakarta – Upaya pemulihan hutan di Sumbawa terus diperkuat melalui kolaborasi multipihak berbasis perhutanan sosial. Sinergi ini melibatkan pemerintah, lembaga mitra, serta organisasi masyarakat sipil untuk mendorong pengelolaan hutan yang lestari sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung pada 13 Februari 2026 tersebut menegaskan bahwa keberhasilan menjaga hutan tidak dapat dipisahkan dari keterlibatan aktif masyarakat. Pendekatan perhutanan sosial dinilai menjadi kunci dalam menciptakan keseimbangan antara kelestarian lingkungan dan transformasi penghidupan warga di sekitar kawasan hutan.
Melalui kolaborasi yang terbangun, para pihak berkomitmen memperkuat dukungan kebijakan, pendampingan, serta pengembangan usaha produktif masyarakat. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan hutan Sumbawa secara berkelanjutan dan inklusif.




