Sinkronisasi Data Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Guna Mewujudkan Open Defection Free (ODF) di Kabupaten Lombok Tengah.

Sinkronisasi Data Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Guna Mewujudkan Open Defection Free (ODF) di Kabupaten Lombok Tengah.

Pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sedang gencar dilakukan dalam rangka pencapaian status Bebas dari Buang Air Besar Sembarangan (Open Defection Free) pada tahun 2020 di 24 desa di Kabupaten Lombok Tengah. STBM sendiri merupakan pendekatan dalam melakukan kampanye pola hidup bersih dan sehat. Prinsip STBM adalah perubahan perilaku dan non subsidi. Artinya perubahan perilaku masyarakat didorong melalui pemberdayaan masyarakat. Melalui pendekatan STBM ini, masyarakat di Lombok Tengah diharapkan dapat melakukan perubahan perilaku terkait dengan sanitasi, kebersihan dan kesehatan bahkan dapat membuat fasilitas sanitasinya secara swadaya.

 

Sementara di sisi lain, melalui pendekatan STBM, desa-desa di Lombok Tengah didorong untuk menerapkan lima pilar sanitasi, yakni menghentikan kebiasaan buang air besar secara sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengamanan sampah rumah tangga, dan pengamanan limbah cair rumah tangga.

 

Guna mendukung pencapaian Kabupaten Lombok Tengah sebagai daerah dengan status ODF pada tahun 2020, Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) NTB bekerjasama dengan Yayasan Plan Internasional Indonesia melalui Program Woman and Disability Inclusive Wash and Sanitation (WINNER) Project melakukan kegiatan Sinkronisasi Data STBM di 24 Desa Dampingan WINNER Project. Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 15 – 17 Juli 2020 di Grand Royal Hotel Lombok Tengah.

 

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan pendataan STBM – 5 Pilar di 24 desa dampingan program WINNER (Woman and Disability Inclusive and Nutrition Sensitive) yang telah dilaksanakan pada 2019 – 2020 ini. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mereview dan memverifikasi hasil-hasil pendataan STBM – 5 Pilar yang telah dilaksanakan sebelumnya. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan Lombok Tengah, perwakilan pemerintah desa, kader desa pelaksana pendataan STBM – 5 Pilar dan pihak Puskesmas Kecamatan yang menaungi masing-masing desa dampingan WINNER Project.

 

Direktur KONSEPSI NTB, Moh Taqiuddin dalam pengantar kegiatan menyatakan bahwa “Melalui sinkronisasi data STBM 5 Pilar untuk 24 desa dampingan WINNER Project ini diharapkan akan terverifikasinya data-data hasil pendataan yang telah dilakukan sebelumnya sesuai standar STBM–5 Pilar. Hasil sinkronisasi ini selanjutnya dapat digunakan untuk mendorong desa dan kecamatan untuk mendeklarasikan diri menjadi desa/kecamatan ODF atau STBM – 5 Pilar”.

 

Lebih lanjut Moh. Taqiuddin menyampaikan bahwa pendekatan STBM membutuhkan perubahan perilaku serta dukungan dari semua lapisan masyarakat. Perubahan perilaku membutuhkan proses panjang. Jika perubahan perilaku sudah dilakukan oleh masyarakat, maka hal tersebut akan menjadi sebuah budaya, seperti mendorong budaya hidup bersih dan sehat yang sedang gencar dilakukan oleh pemerintah saat ini dalam rangka menekan angka penyebaran pandemi Covid-19.

 

Menurut Kepala Bidang Kesling Dinas Kesehatan Lombok Tengah, L. Khalik, S.Sos, saat ini terdapat 76 desa yang telah deklarasi ODF di Kabupaten Lombok Tengah. Pemerintah Lombok Tengah akan selalu mendukung usaha-usaha untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat. Hasil-hasil pendataan STBM – 5 Pilar yang dilakukan KONSEPSI NTB dalam WINNER Project ini sudah disampaikan ke Kementerian Kesehatan untuk diverifikasi. Sejauh ini sudah ada 3 Kecamatan yang telah siap untuk melakukan deklarasi ODF yaitu Kecamatan Praya, Kecamatan Kopang, dan Kecamatan Batukliang Utara. Kedepan diharapkan akan ada lebih banyak lagi desa dan kecamatan yang  melakukan deklarasi ODF bahkan  STBM – 5 Pilar. Hasil sinkronisasi data STBM ini juga akan disampaikan ke pusat untuk mendorong pencapaian Kabupaten Lombok Tengah sebagai daerah ODF di 2020.

 

Hasil kegiatan sinkronisasi data STBM 5 Pila di 24 desa ini telah menghasilkan kesepakatan diantaranya adalah menyamakan basis data kependudukan sebagai dasar pelaksanaan pendataan STBM – 5 Pilar di tingkat desa, penyempurnaan tool pendataan, dan mendorong pemerintah desa untuk berinvestasi pada program-program STBM – 5 Pilar serta mendorong masyarakat untuk terus membudayakan pelaksanaan STBM – 5 Pilar secara mandiri.

 

Written by Eko Krismantono

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lihat Berita lainnya

Berita Terbaru

Berita Popular

Berlangganan Berita Kami

Dapatkan Update Berita dan Belajar Bersama Kami

Having Computer issues?

Get Free Diagnostic and Estimate From Computer Specialist!