Lombok Timur, 7 Juli 2025 – Perempuan memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Untuk memperkuat peran tersebut, KONSEPSI NTB melalui program Women Forest Defender menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Pemahaman Perhutanan Sosial di Sekretariat Gapoktan Wana Lestari, Desa Karang Sidemen, Lombok Timur.
Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 25 peserta ini menghadirkan KUPS Perempuan, pendamping BPSKL, serta perwakilan Gapoktan HKm. Para peserta mendapatkan materi terkait prinsip dan kebijakan perhutanan sosial, hak serta kewajiban masyarakat, teknik pengelolaan hutan berbasis potensi lokal, hingga penguatan kelembagaan kelompok. Selain itu, turut dibahas strategi pengembangan usaha produktif yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya usaha berbasis hasil hutan bukan kayu.
Perempuan dan Perhutanan Sosial
Selama ini, keterlibatan perempuan dalam pengelolaan hutan kerap dianggap terbatas. Padahal, perempuan memiliki peran strategis, mulai dari mengelola sumber daya hutan untuk kebutuhan rumah tangga hingga mengembangkan usaha kecil berbasis hasil hutan yang bernilai ekonomi.
Melalui pelatihan ini, KONSEPSI NTB ingin membuka ruang lebih luas bagi perempuan agar mampu berkontribusi dalam pengelolaan hutan sosial. Perempuan tidak hanya ditempatkan sebagai pelengkap, tetapi sebagai aktor utama yang mampu mendorong keberlanjutan usaha dan kelestarian alam.
Langkah Strategis
Kegiatan ini dirancang sebagai langkah strategis untuk:
✅ Meningkatkan kapasitas kelompok perempuan dalam pengelolaan hutan sosial.
✅ Mendorong pengembangan usaha berbasis hasil hutan bukan kayu yang berdaya saing.
✅ Memperkuat jejaring antara masyarakat, pendamping, dan pemangku kepentingan.
Dengan semakin kuatnya kapasitas perempuan dalam mengelola hutan, diharapkan muncul inisiatif-inisiatif baru yang tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan keluarga dan kesejahteraan masyarakat desa.
Komitmen Bersama
KONSEPSI NTB menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan hutan sosial tidak lepas dari keterlibatan semua pihak, termasuk perempuan. Dengan adanya komitmen bersama, perempuan diharapkan memiliki ruang lebih besar dalam menentukan arah pengelolaan hutan, menjaga keberlanjutan sumber daya alam, serta memperkuat kemandirian ekonomi lokal.
“Dengan peran aktif perempuan, kita tidak hanya menjaga hutan tetap lestari, tetapi juga membangun ekonomi mandiri berbasis masyarakat,” tegas perwakilan KONSEPSI NTB dalam kegiatan tersebut.
Pelatihan ini menjadi langkah awal memperkuat jaringan antara masyarakat, pendamping, dan para pemangku kepentingan. Ke depan, KONSEPSI NTB akan terus mendorong hadirnya ruang partisipasi yang inklusif agar perhutanan sosial benar-benar memberikan manfaat bagi semua, khususnya kelompok perempuan.




