Lombok Utara — Konsepsi NTB bersama UnionAID dan Yayasan BAKTI melalui program Indonesian Young Leader Program (IYLP) menggelar Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) tentang praktik adat dalam menghadapi bencana iklim kekeringan di Desa Andalan, Kabupaten Lombok Utara.
Kegiatan ini bertujuan menghimpun partisipasi aktif masyarakat dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari tokoh adat, tokoh perempuan, petani, hingga pemuda desa. Melalui diskusi tersebut, peserta berbagi pengalaman dan pengetahuan lokal mengenai cara masyarakat menghadapi kondisi kekeringan yang selama ini terjadi di wilayah mereka.
Dalam proses diskusi, berbagai praktik adat dan kearifan lokal yang masih dijaga masyarakat turut diidentifikasi sebagai bagian penting dalam upaya adaptasi terhadap perubahan iklim. Selain itu, forum ini juga menjadi ruang refleksi bersama untuk melihat tantangan yang dihadapi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air dan ketahanan pangan di tingkat desa.
Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan sistem mitigasi dan peringatan dini bencana kekeringan berbasis kearifan lokal. Melalui pendekatan partisipatif dan inklusif, kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan masyarakat desa terhadap dampak perubahan iklim di masa mendatang.




