KONSEPSI NTB dan Islamic Relief Fasilitasi Sosialisasi Pernikahan Usia Anak dan Complain and Feedback Mekanism (CFM) di Jerowaru

KONSEPSI NTB dan Islamic Relief Fasilitasi Sosialisasi Pernikahan Usia Anak dan Complain and Feedback Mekanism (CFM) di Jerowaru

KONSEPSI bekerjasama dengan Islamic Relief Sweden melalui Yayasan Relief Islami Indoesia (YRII) dengan dukungan ForumCIV memberikan pembelajaran dan dukungan untuk kegiatan di tingkat komunitas, yaitu melalui pertemuan Himpunan Masyarakat Siaga Perubahan Iklim (HIMASPI) di tiga komunitas di Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan aksi komunitas dalam beradaptasi terhadap perubahan iklim melalui diskusi-diskusi dengan sesama anggota kelompok sebagai suatu wadah pembelajaran. Pertemuan ini juga sekaligus untuk memberikan pengetahuan tentang gender, perlindungan anak dan pencegahan pernikahan usia dini, serta mekanisme pengaduan dan safeguarding pada tiga komunitas tersebut.

 

Kegiatan ini dilaksanakan ditiga Desa di Jerowaru, yaitu di Desa Paremas, Desa Pemongkong dan Desa Pandan Wangi, dimana pesertanya terdiri dari 30 anggota HIMASPI dari tiga komunitas yang dilaksanakan pada 10 s/d 11 Mei 2022.

 

Dalam sambutannya, Dr. Moh. Taqiuddin menjelaskan “jika berbicara iklim pada saat ini, seringkali kita dihadapkan pada suatu masalah yang tidak pasti, karena cuaca pada saat ini sulit untuk di tebak (tidak menentu) dalam artian cuaca itu sering meleset dari musim yang sebenarnya. Salah satunya musim kemarau basah yang terjadi saat ini. Hal ini berdampak bagi sektor pertanian, dan perikanan, khususnya pada komunitas petambak garam, pembudidaya lobster dan petani tadah hujan terutama dalam hal menentukan kapan waktu yang tepat untuk mulai produksi dan panen. Meningkatnya risiko bencana hidrometeorologis yang paling dirasakan petani adalah ancaman puso dan gagal panen ketika kemarau panjang, turunnya produksi karena hujan, hama dan penyakit karena pola tanam yang tidak berjalan, gelombang pasang serta curah hujan yang tidak menentu dengan intensitas tinggi karena kurangnya akses informasi iklim.”

 

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan pentingnya pelatihan gender pada proyek sebagai salah satu upaya untuk peningkatan kesadaran mengenai kesetaraan gender di komunitas. Pelatihan gender diberikan untuk memberikan pengetahuan berbagi peran di keluarga bagi laki-laki dan perempuan serta mengurangi risiko kekerasan berbasis gender. “Sejak awal proyek yang diinisiasi oleh Islamic Relief dan Konsepsi telah memberikan informasi mengenai perlindungan terhadap perempuan dan anak-anak yang disebarluaskan baik pada saat pertemuan, melalui poster, kotak saran, plank tanam serta dilengkapi dengan gambar untuk memfasilitasi mereka yang tidak bisa membaca”. Ucapnya.

 

Harapannya, melalui Keberadaan program ini selain dapat memberikan motivasi bagi para petani untuk mengolah lahan dengan cara mempertimbangkan unsur cuaca dan iklim berdasarkan informasi iklim yang diterima ditingkat komunitas, pelaksanaan program-program pada proyek ini harus tetap memperhatikan waktu pertemuan yang disesuaikan dengan komunitas. Apalagi untuk memfasilitasi partisipasi perempuan, kegiatan yang direncanakan harus memperhatikan rutinitas harian perempuan dan tempat kegiatan mereka berlangsung.

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lihat Berita lainnya

Berita Terbaru

Berita Popular

Berlangganan Berita Kami

Dapatkan Update Berita dan Belajar Bersama Kami

Having Computer issues?

Get Free Diagnostic and Estimate From Computer Specialist!