Kunjungan Country Director Islamic Relief, Kepala Pusat Fasilitasi Kerjasama Kemendagri, dan Staff Khusus Mendagri Ke Lokasi Program Climate Change Adaptation KONSEPSI – Islamic Relief di Lombok Timur

Kunjungan Country Director Islamic Relief, Kepala Pusat Fasilitasi Kerjasama Kemendagri, dan Staff Khusus Mendagri Ke Lokasi Program Climate Change Adaptation KONSEPSI – Islamic Relief di Lombok Timur

Jumat, 24 Juli 2020, Country Director Islamic Relief, Kepala Pusat Fasilitasi Kerjasama Kemendagri, dan Staff khusus Mendagri RI- Dr. Kastorius Sinaga, didampingi  oleh Direktur KONSEPSI NTB dan Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Kabupaten Lombok Timur serta Tim Pelaksana Program melakukan kunjungan lapangan ke lokasi Program Dukungan Kepada Masyarakat Miskin Laki-Laki dan Perempuan Untuk Mendapatkan Hak-Hak Mereka Terkait Dengan Informasi Perubahan Iklim di Desa Paremas dan Pemongkong Lombok Timur. Program ini telah dilaksanakan oleh Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI) NTB dengan dukungan Islamic Relief sejak tahun 2019.

 

Kegiatan ini dalam rangka monitoring perkembangan proyek CCA terkait aksi-aksi adaptasi komunitas dampingan Program terhadap perubahan iklim khususnya di Kecamatan Jerowaru Lombok Timur. Country Director IR – Nanang Subana Dirja menjelaskan bahwa tujuan kunjungan ini adalah untuk melihat hasil implementasi, dan proses pelaksanaan program pada komunitas pembudidaya lobster dan petambak garam di Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur.

 

Sementara itu, Direktur KONSEPSI Dr. Moh. Taqiuddin mengatakan ada beberapa hal penting yang telah diimplementasikan dalam pelaksanaan program CCA ini. Diantaranya dengan adanya pendampingan dari KONSEPSI NTB yang didukung oleh Islamic Relief, ada perubahan yang signifikan tentang pakan dalam budidaya lobster yaitu bahwa pembudidaya lobster sudah bisa beradaptasi dengan perubahan iklim yang sejauh ini telah mempengaruhi produksi pakan lobster. Solusinya adalah dengan  pembuatan pakan secara mandiri yang bisa mengurangi biaya produksi dan efisiensi waktu.

 

Lebih lanjut Moh. Taqiuddin memaparkan bahwa, saat ini sudah ada 32 orang petani pengukur curah hujan pada Kelompok Petani Tadah Hujan yang melakukan   pengukuran curah hujan setiap hari di lahan masing – masing. Sehingga dari hasil pendampingan program ini, perubahan sudah dirasakan, diantaranya petani sudah bisa mengambil keputusan sendiri dalam hal memilih jenis varietas apa yang cocok ditanam di lahan masing – masing dalam siklus 1 tahun.  Sedangkan pada komunitas petambak garam telah ada inovasi Rumah Prisma Garam untuk meningkatkan produksi garam yang tidak mengenal musim.

 

Melalui kunjungan ini dapat disimpulkan bahwa aksi – aksi komunitas pendampingan program CCA ini telah dilaksanakan dengan baik, dengan beberapa pembelajaran dan inovasi yang telah dilakukan diantaranya pada komunitas pembudidaya lobster seperti penghematan waktu dalam proses produksi, adanya solidaritas yang tinggi sesama anggota komunitas, dengan menggunakan pakan pelet tidak menimbulkan penyakit pada lobster dan mengurangi biaya produksi. Selain itu komunitas memiliki keragaman pekerjaan serta  meningkatnya pemahaman tentang gender. Sementara pada komunitas petambak garam, inovasi rumah prisma garam  merupakan langkah antisipatif dan inovatif dalam menghadapi perubahan iklim di kawasan ini.

 

Written by Eko Krismantono

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lihat Berita lainnya

Berita Terbaru

Berita Popular

Berlangganan Berita Kami

Dapatkan Update Berita dan Belajar Bersama Kami

Having Computer issues?

Get Free Diagnostic and Estimate From Computer Specialist!