Staf KONSEPSI NTB Ikut Distribusikan Bantuan Korban Bencana Banjir di Malaka

Staf KONSEPSI NTB Ikut Distribusikan Bantuan Korban Bencana Banjir di Malaka

KONSEPSI – Banjir bandang disertai tanah longsor yang melanda Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi NTB pada Minggu sore (16/10/2022) berdampak pada permukiman warga di 4 dusun. Kondisi warga yang terdampak menggugah nurani orang untuk memberikan bantuan.

 

Pasca kejadian bencana, staf KONSEPSI NTB, Tim Siaga Bencana Desa (TSBD), relawan Tagana dari Dinas Sosial, dan Pendamping PKH pun turut serta dalam pendistribusian bantuan untuk warga di dusun terdampak yang ada di Desa Malaka.

 

“Bantuan baru konsumsi saja di setiap dusun rata-rata 50 nasi bungkus. Sedangkan family kids, terpal, daging belum dibagikan, masih di posko utama Kantor Desa Malaka,” ucap staf lapangan KONSEPSI NTB, Saepudin Zuhri yang ikut dalam pendistribusian paket bantuan, Rabu (19/10/2022) kemarin.

 

Paket bantuan tersebut diberikan kepada warga terdampak yang ada di Dusun Setangi, Badung, Pandanan, Malimbu, dan Lendang Luar, Desa Malaka.

 

Situasi di Desa Malaka sudah kembali mulai normal. Untuk pemulihan pasca bencana berupa kegiatan bersih-bersih terutama di SDN 4 Malaka yang ada di Dusun Setangi, menurut Saepudin diperkirakan membutuhkan waktu sampai 7 hari.

 

Hasil asesmen sementara yang dilakukan Saepudin dari data yang ada di Kantor Desa Malaka, terdapat 4 rumah warga yang rusak berat dan kehilangan aset atas nama:

 

1. Sagir di Dusun Lendang Luar: rumah rusak berat, kehilangan pakaian, tidak bisa bekerja.
2. Komang Anggriani: rumah rusak berat, kehilangan uang 12 juta, emas, pakaian, belum bisa beraktivitas,
3. Husnul Khotimah Dusun Badung: rumah rusak berat, kehilangan pakaian dan pekerjaan.
4. Muhammad Husein Dusun Badung: rumah rusak berat, kehilangan pakaian, kehilangan alat pekerjaan sebagai tukang.

 

Informasi sementara yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebut dampak bencana banjir dan longsor di Desa Malaka, ada 473 KK atau 1.442 jiwa di empat dusun yang terdampak. Sekitar 182 rumah warga yang dimasuki air banjir bandang.

 

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB , Ruslan Abdul Gani dalam keterangan resminya pada hari Minggu (16/10/2022), mengimbau kepada masyarakat supaya selalu waspada terhadap potensi dampak cuca ekstrem dan fenomena La Nina.

 

“Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem (Fenomena La Nina) berupa angin kencang dan hujan lebat yang berpotensi menyebabkan terjadinya bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung, gelombang pasang,” katanya. (*)

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lihat Berita lainnya

Berita Terbaru

Berita Popular

Berlangganan Berita Kami

Dapatkan Update Berita dan Belajar Bersama Kami

Having Computer issues?

Get Free Diagnostic and Estimate From Computer Specialist!