Mataram – Upaya memperkuat ketangguhan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim terus dikembangkan melalui kolaborasi lintas isu dan lembaga. KONSEPSI NTB bersama Gema Alam NTB menyelenggarakan Regular Discussion on Opportunities for Anticipatory Action Integration in Support of WE FOR JET Program Development sebagai ruang strategis untuk mengidentifikasi peluang integrasi pendekatan community-based anticipatory action dengan agenda transisi energi yang adil dan berkelanjutan.
Diskusi rutin ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Program Improvement Community Anticipatory Action (I CAN ACT) Phase III yang diimplementasikan oleh KONSEPSI NTB dengan Program WE FOR JET yang dijalankan oleh Gema Alam NTB. Kegiatan ini didukung oleh Yayasan Penabulu dengan pendanaan dari ANCP (Australian NGO Cooperation Program) dan DFAT (Department of Foreign Affairs and Trade) Australia.
Ruang Strategis Integrasi Ketangguhan Iklim dan Transisi Energi
Diskusi rutin ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi akibat perubahan iklim yang berdampak langsung pada kehidupan sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat desa di Nusa Tenggara Barat. Dalam konteks tersebut, pendekatan antisipatif berbasis komunitas dinilai semakin relevan untuk melengkapi upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, termasuk dalam agenda transisi energi berkeadilan.
Melalui forum diskusi ini, KONSEPSI NTB dan Gema Alam NTB membangun pemahaman bersama bahwa ketangguhan masyarakat terhadap bencana dan kemandirian energi merupakan dua isu yang saling berkaitan. Integrasi kedua pendekatan tersebut diharapkan dapat memperluas dampak program, khususnya dalam memperkuat peran perempuan dan kelompok rentan sebagai aktor utama perubahan di tingkat komunitas.
Pertemuan Awal dan Fokus Wilayah Kolaborasi
Salah satu pertemuan awal dalam rangkaian diskusi rutin ini dilaksanakan pada Senin, 18 Agustus 2025, bertempat di Kantor Gema Alam NTB, Lombok Timur. Pertemuan tersebut dihadiri oleh tim Program KONSEPSI NTB dan tim Program Gema Alam NTB untuk membahas peluang kolaborasi kegiatan antara WE FOR JET dan I CAN ACT.
Diskusi difokuskan pada dua desa sasaran, yakni Desa Dasan Geria dan Desa Taman Ayu, yang dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan kegiatan berbasis masyarakat. Kedua desa tersebut merupakan wilayah dampingan Program I CAN ACT sekaligus memiliki peluang untuk integrasi agenda penguatan kapasitas komunitas, ketangguhan bencana, dan isu energi berkeadilan.
Bentuk Kolaborasi yang Dibahas
Dalam rangkaian diskusi rutin ini, sejumlah peluang kegiatan kolaboratif dibahas secara mendalam. Beberapa di antaranya meliputi penyediaan dukungan logistik untuk kesiapsiagaan bencana di tingkat desa, pelatihan manajemen kebencanaan dan respons peringatan dini bagi masyarakat dan pemerintah desa, serta penguatan mekanisme koordinasi aksi antisipasi yang dipimpin oleh komunitas.
Selain itu, diskusi juga menyoroti peluang pelibatan anggota Sekolah Setara yang sekaligus merupakan anggota Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) dalam berbagai kegiatan penguatan kapasitas, termasuk pelatihan teknologi energi terbarukan, literasi keuangan, operasional energi, dan manajemen kelompok. Pendekatan ini diharapkan mampu menjembatani isu kebencanaan dan energi dalam satu kerangka pemberdayaan komunitas yang utuh.
Forum ini juga membuka ruang bagi perempuan dan kelompok rentan untuk berperan aktif dalam penyusunan rekomendasi kebijakan desa, khususnya melalui proses Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes). Dengan demikian, isu kebencanaan dan energi dapat diarusutamakan secara inklusif dalam perencanaan pembangunan desa.
Rencana Diskusi Berkelanjutan dan Tindak Lanjut
Sesuai dengan Term of Reference (ToR), kegiatan Regular Discussion on Opportunities for Anticipatory Action Integration direncanakan berlangsung dalam empat kali pertemuan yang dilaksanakan secara berkala mulai Agustus hingga November 2025. Pertemuan-pertemuan ini akan dilaksanakan di Kota Mataram dengan kemungkinan rotasi lokasi ke wilayah dampingan program.
Melalui diskusi rutin ini, diharapkan terbangun kesepahaman strategis antara KONSEPSI NTB dan Gema Alam NTB mengenai arah integrasi program, teridentifikasinya potensi kolaborasi konkret di tingkat komunitas, serta tersusunnya rencana tindak lanjut bersama untuk implementasi kegiatan di lapangan.
Memperkuat Kepemimpinan Perempuan dan Kelompok Rentan
Diskusi ini juga menegaskan komitmen kedua lembaga dalam mendorong kepemimpinan perempuan dan kelompok rentan dalam agenda ketangguhan iklim dan transisi energi. Dengan mengintegrasikan pendekatan anticipatory action dan just energy transition, kolaborasi I CAN ACT dan WE FOR JET diharapkan mampu menciptakan model pembangunan komunitas yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.
Ke depan, hasil dari diskusi rutin ini diharapkan tidak hanya memperkuat sinergi program di tingkat lokal, tetapi juga menjadi pembelajaran bersama yang dapat direplikasi di wilayah lain dalam upaya memperkuat ketangguhan masyarakat menghadapi krisis iklim dan mendorong transformasi energi yang berkeadilan.




