Lombok Utara, NTB — KONSEPSI NTB melalui Program DESTANA BERIKLIM, dengan dukungan Program SIAP SIAGA (Kemitraan Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia dalam pengelolaan risiko bencana), melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Pendetailan Rencana Aksi Masyarakat (RAM) Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim (PRB-API) Antar Desa.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 15 November 2025, bertempat di Bale Hao Café, Kabupaten Lombok Utara, dan melibatkan perwakilan masyarakat serta pemangku kepentingan dari Desa Akar-Akar, Desa Andalan, dan Desa Gunjan Asri.
Tindak Lanjut Workshop Penyelaras Risiko Antar Desa
FGD ini merupakan tindak lanjut dari Workshop Penyelaras Risiko yang sebelumnya telah menghasilkan kesepakatan pembentukan Tim Perumus Antar Desa. Pada sesi ini, peserta melakukan pembahasan teknis secara mendalam untuk memperjelas dan mematangkan rancangan Rencana Aksi Masyarakat (RAM) yang disusun berbasis kawasan.
Pembahasan mencakup penyelarasan kebutuhan nyata masyarakat, perumusan langkah-langkah kolaboratif antar desa, serta identifikasi bentuk kelembagaan kerja sama, seperti Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD) atau PERMAKADES, guna mendukung implementasi rencana aksi secara berkelanjutan.
Perkuat Koordinasi Lintas Desa dan Ketangguhan Kawasan
Melalui kegiatan ini, FGD menjadi pijakan penting dalam memperkuat koordinasi lintas desa, mengelola sumber daya secara bersama, serta menyusun rencana aksi terintegrasi untuk pengurangan risiko bencana dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim.
Pendekatan kolaboratif yang dibangun diharapkan mampu meningkatkan ketangguhan kawasan Bayan, sekaligus mendorong desa-desa untuk lebih siap menghadapi berbagai potensi risiko bencana secara efektif dan berkelanjutan.
KONSEPSI NTB menegaskan bahwa penguatan kolaborasi antar desa melalui penyusunan RAM PRB-API merupakan langkah strategis dalam menciptakan pembangunan kawasan perdesaan yang tangguh, inklusif, dan berdaya lenting terhadap tantangan perubahan iklim.




